Manindjau, JurnalPost.com – Kamis, 26 Februari 2026 menjadi hari terakhir Mahasiswa Universitas Tidar menjalankan Program Mahasiswa Berdampak di Nagari Sungai Batang, malam ini momen penuh haru terasa bagi mahasiswa Universitas Tidar dan masyarakat setempat. Bertempat di wilayah Manindjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, masyarakat menggelar pertunjukan tambua tansa sebagai simbol penghormatan sekaligus perpisahan bagi mahasiswa yang telah menjalankan program pemberdayaan selama beberapa pekan terakhir.
Parkiran Museum Kelahiran Buya Hamka dipilih menjadi lokasi pertunjukkan, lahan luas dan terbuka itu dianggap paling cocok untuk pertujukkan yang penuh keramaian, suara nyaring, serta hiruk pikuk masyarakat
Dinginnya malam tidak mengurangi antusiasme warga yang berkumpul untuk menyaksikan dan turut serta meramaikan pertunjukkan tersebut. Tambua tansa merupakan kesenian musik perkusi tradisional khas Minangkabau yang berkembang di wilayah Pariaman dan Agam, Sumatera Barat.
Alunan ritme dari tabuhan gandang tambua (gendang besar berbentuk tabung) dan Tansa (gendang kecil satu sisi) yang dimainkan secara berkelompok menciptakan suasana khidmad sekaligus penuh kebersamaan yang mencerminkan rasa terima kasih masyarakat atas kontribusi mahasiswa.
Bu Vera salah satu warga, menyatakan bahwa tambua tansa tidak hanya sekedar pertunjukkan tetapi memiliki makna penting dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan “Kesenian ini biasanya dipakai untuk perayaan acara seperti pada pernikahan, penyambutan dan juga perpisahan” ujarnya.
Pertunjukkan ini biasanya disertai tarian seperti Tari piriang, Tari Alang Suntiang Pangulu bahkan silek (silat tradisional Minangkabau). Namun untuk acara perpisahan mahasiswa pada Kamis malam (26/2) ini pertunjukkan difokuskan pada pertunjukkan tambua sebagai bentuk perpisahan.
Makan bersama mahasiswa dan warga
Tidak hanya menonton, mahasiswa serta dosen pembimbing yang turut hadir juga ikut menabuh gandang tambua sebagai bentuk pastisipasi dan apresiasi terhadap budaya lokal. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menjadikan pertunjukan tambua tansa sebagai penutup yang berkesan sekaligus simbol terjalinnya hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat Nagari Sungai Batang.
Selain pertunjukkan kesenian, mahasiswa dan warga menggelar makan bersama sebagai simbol perpisahan. Kegiatan ini menjadi simbol refleksi atas kebersamaan yang terjalan selama kegiatan berlangsung
Pertunjukan tambua tansa yang disertai makan bersama tersebut menjadi bukti bahwa Program Mahasiswa Berdampak tidak hanya memberikan kontribusi dalam bentuk pemberdayaan dan pengembangan potensi masyarakat, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam serta mempererat hubungan social dan budaya yang akan terus dikenang oleh masyarakat dan mahasiswa.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda