Manindjau, JurnalPost.com — Program Mahasiswa Berdampak Universitas Tidar tim SAPA MANINJAU menggelar acara pelepasan yang bertempat di Kantor Wali Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Kamis (26/2). Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa sekaligus momentum penguatan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat.
Acara pelepasan dihadiri oleh Wali Nagari Sungai Batang, Wali Jorong, Ketua Pemuda Jorong dan Tapian, Ketua Adat, serta tiga kelompok mitra yaitu KPGH, nelayan batu bajolang dan nelayan batu karak yang selama ini terlibat aktif dalam pelaksanaan program. Kehadiran unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan program yang telah dijalankan.
Dalam sambutannya, perwakilan mahasiswa menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan, partisipasi, dan kolaborasi yang terjalin selama program berlangsung. Berbagai program yang telah dilaksanakan meliputi pengembangan produksi abon dan tepung tulang ikan nila, penguatan sistem pemasaran, instalasi filtrasi air bersih, hingga pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai teknologi pendukung produksi.

Ir.Raka Mahendra Sulistiyo, S.T., M.Sc selaku dosen Teknik Mesin Untidar sekaligus ketua tim mahasiswa berdampak menyampaikan “terimakasih kepada masyarakat dan juga mahasiswa atas empatinya kepada bencana sumatera, meskipun dalam pelaksanaannya banyak kesalahan dan ketidaksesuaian yang menyinggung adat dan hati mohon maaf, semoga 3 program unggulan ini bermanfaat untuk masyarakat, kepada mahasiswa jangan sampai lepas tangan, kami juga ingin menjalin hubungan lagi untuk pengabdian disini” ucapnya ditengah acara pelepasan.
Wali Nagari Sungai Batang Bapak Ahsin turut memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal “saya yakin mahasiswa universitas tidar disini berhasil membangun program yang berhasil untuk masyarakat karena jajaran pemerintahan nagari sungai batang hadir seluruhnya”. Dengan ini juga beliau berharap program yang telah dibangun tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat terus dikelola dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat.
Selain itu, kegiatan pelepasan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk serah terima program beserta beberapa barang yang dihibahkan dari tim mahasiswa kepada pemerintah nagari dan mitra terkait. Penandatanganan dilakukan oleh perwakilan dosen, perwakilan mahasiswa, wali nagari serta wali jorong sebagai tanda resmi berakhirnya masa pengabdian serta komitmen untuk menjaga keberlanjutan program.

Acara berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan, ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai simbol berakhirnya masa pengabdian sekaligus awal keberlanjutan program di tengah masyarakat. Dimulainya acara ini menjadi pertanda dimulainya perpisahan masyarakat jorong Batung Panjang dengan mahasiswa Untidar. Dari perpisahan ini diharapkan masyarakat dan mahasiswa dapat bertumbuh kembang bersama diawali dengan pertemuan singkat beberapa pekan ini.
Melalui kegiatan pelepasan ini, diharapkan kolaborasi yang telah terbangun antara mahasiswa dan masyarakat dapat terus terjaga serta memberikan dampak jangka panjang bagi penguatan ekonomi dan kemandirian masyarakat Nagari Sungai Batang.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda