
Maninjau, JurnalPost.com – Menindaklanjuti berjalannya program kerja mahasiswa berdampak Universitas Tidar, tim SAPA Maninjau yang bertempat di Jorong Batuang Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Pada Sabtu (21/2) di Masjid Inyiak De Err mahasiswa Untidar beserta masyarakat setempat yang meliputi anggota dari mitra KPGH, mitra nelayan Baru Bajolang dan Batu Karak serta ibu-ibu PKK juga turut hadir meramaikan penandatangan MOU serta pengesahan keputusan dan pembentukan strukural pengurus pengolahan abon dan tepung tulang ikan nila yang terintegrasi dengan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Rangkaian kegiatan yang dilakukan pada Sabtu (21/2) diawali dengan pemaparan project kepada masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan terkait Memorandum of Understanding (MOU) sebagai landasan kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan musyawarah untuk menentukan penanggung jawab produksi, guna memastikan keberlanjutan program dan kemandirian masyarakat dalam mengelola segala bagian produksi secara mandiri. Dalam musyawarah tersebut, Bapak Ahmad selaku ketua nelayan Baru Bajolang menyampaikan komitmennya untuk mendukung keberlanjutan program.
“Saya siap bertanggung jawab penuh dalam segi apapun”, ujarnya di hadapan peserta musyawarah. Pernyataan tersebut menjadi bentuk dukungan penuh dari mitra nelayan terhadap pengelolaan unit produksi secara mandiri dan berkelanjutan.

Melalui penandatanganan MoU dan pembentukan struktur pengurus ini, diharapkan tercipta sistem produksi yang terorganisir, berkelanjutan, serta mampu mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan diversifikasi pangan lokal berbasis potensi wilayah.
Rabu (25/2), sebagai tindak lanjut dari peresmian penanggung jawab produksi, dilakukan kegiatan sosialisasi bersama masyarakat guna memperkuat pemahaman terkait sistem produksi dan pengelolaan program secara berkelanjutan. Dalam kegiatan ini mahasiswa menjelaskan alur produksi, pembagian peran pengurus, serta penggunaan teknologi pendukung seperti sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai perawatan peralatan serta strategi keberlanjutan usaha.
Selain pemaparan terkait produksi, pada kegiatan sosialisasi, tim filtrasi dari Universitas Tidar juga memberikan pemaparan mengenai sistem filtrasi air bersih kepada masyarakat. Dalam pemaparannya, tim filtrasi menjelaskan fungsi dan manfaat sistem filtrasi air bersih bagi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, tim juga memaparkan Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan sistem filtrasi, elemen-elemen utama dalam instalasi filtrasi, serta cara perawatan dan pemeliharaan alat agar dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat menjalankan unit produksi secara terstruktur, mandiri, dan berkelanjutan, sehingga program yang telah diinisiasi dapat terus memberikan manfaat ekonomi dan pemberdayaan bagi masyarakat setempat.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda