JurnalPost.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tumampua memberikan klarifikasi terkait laporan adanya buah busuk yang dikeluhkan oleh salah satu orang tua siswa di SD 18 Tumampua. Pihak SPPG memastikan bahwa buah yang dikeluhkan tersebut bukan berasal dari paket distribusi resmi mereka. (Selasa, 30/12/2025).
Evaluasi SOP dan Fakta Distribusi
Penegasan ini muncul setelah adanya laporan berulang dari oknum yang sama. Berdasarkan evaluasi internal, SPPG Tumampua menyatakan bahwa seluruh rangkaian pengadaan hingga penyaluran makanan telah dijalankan secara ketat sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Maratul Islam, perwakilan SPPG Tumampua, memaparkan rincian distribusi paket yang dilakukan secara rapel pada periode 29-31 Desember. Total terdapat 10.821 paket yang disalurkan kepada 3.607 penerima manfaat untuk kebutuhan tiga hari.
Perbedaan Komposisi Paket
Pihak SPPG menyoroti ketidaksesuaian antara klaim pelapor dengan fakta di lapangan:
-
Kualitas Produk: Dari total 3.607 buah apel Fuji premium yang disiapkan, hanya ditemukan satu buah yang tidak layak dan sudah langsung dipisahkan sebelum dibagikan.
-
Jadwal Menu: SPPG telah menetapkan jenis buah yang berbeda setiap harinya:
-
29 Desember: 1 buah apel
-
30 Desember: Buah anggur
-
31 Desember: Buah lengkeng
-
“Dalam satu kemasan tidak mungkin ada dua buah apel. Fakta bahwa ditemukan dua buah dalam satu bungkus seperti yang dikeluhkan justru membuktikan buah itu bukan dari distribusi resmi kami,” ujar Maratul.
Komitmen Layanan
Meskipun penyortiran dilakukan berlapis dan peluang adanya barang cacat sangat kecil, SPPG Tumampua tetap bersikap kooperatif. Mereka senantiasa membuka jalur komunikasi dan klarifikasi bagi masyarakat demi menjaga kualitas layanan pemenuhan gizi bagi para penerima manfaat.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda