
Berita ditulis oleh Irma Novianti, S.T., M.T.
KRESEK, TANGERANG, JurnalPost.com – Masalah penumpukan sampah di lingkungan seringkali berakar dari kebiasaan mencampur semua jenis limbah dalam satu wadah. Tanpa adanya budaya memilah sejak dari sumbernya, yaitu dapur rumah tangga, solusi penanganan sampah hanya akan bersifat sementara. Oleh karena itu, edukasi yang konsisten diperlukan untuk mengubah pola pikir warga agar pemilahan sampah bukan lagi dianggap sebagai beban, melainkan sebuah kebutuhan dan gaya hidup demi lingkungan yang sehat dan mandiri.
Tim dosen program studi Teknik Industri Universitas Pamulang, Tangerang Selatan terdiri dari Irma Novianti, S.T., M.T., Antoni Maulana, S.T., M.T., dan mahasiswa Dinda Restu Hidayat menyelenggarakan penyuluhan pemilahan sampah bagi warga Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang yang terjadwal pada tanggal 2 dan 4 Mei 2026. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen kali ini mengangkat judul Sosialisasi Pemilahan Sampah Rumah Tangga untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dalam Mengurangi Pencemaran Lingkungan di Desa Kemuning Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang.
Dalam kegiatan ini, narasumber menekankan pentingnya kesadaran pribadi untuk memisahkan sampah langsung dari sumbernya di dapur rumah tangga. Langkah ini bertujuan agar warga tidak lagi mencampur sampah organik dan anorganik yang selama ini memicu masalah lingkungan di tingkat desa.
Narasumber menggugah motivasi warga dengan membandingkan budaya pemilahan sampah di negara-negara maju seperti Jepang dan Korea. Melalui perbandingan tersebut, tim menunjukkan bahwa kedisiplinan warga di negara lain dalam memilah sampah hingga puluhan jenis mampu menciptakan lingkungan yang sangat bersih dan sehat. Tim berharap perbandingan ini menumbuhkan kesadaran diri warga Desa Kemuning untuk mulai mempraktikkan pemilahan sampah secara sederhana namun konsisten di rumah masing-masing.
Berdasarkan hasil evaluasi melalui kuesioner, tingkat pemahaman peserta mengenai pentingnya pemilahan sampah meningkat, dari yang sebelumnya hanya 50% menjadi 92% setelah mengikuti sesi sosialisasi. Angka ini menjelaskan bahwa pendekatan melalui perbandingan budaya global berhasil memicu kesadaran diri warga Desa Kemuning untuk mulai mempraktikkan pemilahan limbah dapur secara mandiri di rumah masing-masing
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini memberikan arahan nyata agar warga mandiri dalam memisahkan sisa sayur dan buah untuk dimanfaatkan kembali sebagai pupuk atau pembersih alami. Sebagai penutup, tim mengajak seluruh warga untuk menyukseskan gerakan Ayo Mulai Pilah Sampah dengan Sadar demi mewujudkan lingkungan Desa Kemuning yang lebih asri dan nyaman bagi keluarga.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda