Oleh: Fahrul Hanafi
Surabaya, JurnalPost.com – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, SMP Negeri 56 Surabaya menggelar Lomba Pidato bertema "Peran Generasi Muda dalam Meneruskan Perjuangan Kartini". Acara yang diadakan di aula sekolah tersebut diikuti oleh puluhan siswa dengan penuh semangat, menampilkan orasi-orasi inspiratif tentang emansipasi perempuan dan nilai-nilai kepahlawanan RA Kartini.
Kepala Sekolah SMP 56 Surabaya, Abdul Rouf, M.Pd., dalam sambutannya menyatakan bahwa lomba ini bertujuan untuk mengasah keberanian dan kemampuan public speaking siswa sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan Kartini.
"Kartini bukan hanya simbol emansipasi perempuan, tapi juga simbol semangat belajar dan berkarya. Melalui lomba ini, kami ingin siswa-siswi terinspirasi untuk menjadi generasi yang berani menyuarakan pemikiran positif," ujarnya.
Para peserta tampil dengan penuh percaya diri, menyampaikan pidato yang sarat akan refleksi perjuangan Kartini serta relevansinya di era modern. Salah satu peserta, Nadia Aulia dari kelas 8C, menyoroti pentingnya kesetaraan pendidikan bagi perempuan.
"Kartini memperjuangkan hak perempuan untuk belajar, dan sekarang kita harus melanjutkan perjuangannya dengan memastikan tidak ada lagi diskriminasi dalam menggapai cita-cita," tegas Nadia, yang berhasil meraih juara kedua.
Sementara itu, juara pertama, Muhammad Bagas dari kelas 9A, menekankan bahwa perjuangan Kartini juga relevan bagi laki-laki. "Emansipasi bukan hanya tentang perempuan, tapi tentang menghargai setiap individu tanpa memandang gender. Kami, kaum muda, harus menjadi agen perubahan untuk Indonesia yang lebih inklusif," ucapnya penuh semangat.

Fahrul Hanafi, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya yang sedang menjalani magang di SMP 56 Surabaya, turut berperan aktif dalam persiapan lomba ini. Ia mengungkapkan kebanggaannya bisa terlibat dalam acara yang memupuk semangat kepemimpinan siswa.
"Sebagai generasi muda, saya sangat mengapresiasi semangat adik-adik di SMP 56 Surabaya. Mereka tidak hanya pandai berpidato, tetapi juga memahami esensi perjuangan Kartini dalam konteks kekinian. Ini membuktikan bahwa nilai-nilai Kartini masih relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Fahrul.
Acara ini disambut meriah oleh siswa, guru, dan staf sekolah. Dewan juri yang terdiri dari guru Bahasa Indonesia, perwakilan OSIS, dan aktivis perempuan dari komunitas Surabaya memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas pidato peserta.
"Saya terkesan dengan kedalaman analisis mereka. Ternyata, anak-anak muda kita sangat kritis dan peduli dengan isu-isu sosial, komentar Siti Aminah, S.Pd., salah satu juri.
Lomba ditutup dengan pembagian hadiah dan foto bersama, menandai semangat Kartini yang terus hidup di kalangan generasi muda SMP 56 Surabaya.
Oleh: Humasis SMPN 56 Surabaya
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda