Penulis : Mochammad Alfim Torriqul Umma
SURABAYA, JurnalPost.com — Program Kampus Mengajar Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam dunia pendidikan, khususnya di sekolah dasar dan menengah. Salah satu implementasi nyata program ini adalah pengembangan keterampilan public speaking bagi siswa SMP Negeri 56 Surabaya, yang dilaksanakan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Program Kampus Mengajar bertujuan membantu sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya literasi, numerasi, dan pengembangan soft skills seperti kemampuan komunikasi. Mahasiswa yang terlibat berperan sebagai mitra guru, mendampingi siswa secara langsung, serta mengaplikasikan metode pembelajaran kreatif dan interaktif untuk mengatasi tantangan belajar di sekolah.
Dalam pelaksanaan di SMP 56 Surabaya, mahasiswa membuka kelas public speaking dengan pendekatan komunikasi interaktif yang menyesuaikan gaya belajar siswa. Metode pembelajaran meliputi latihan berbicara spontan, presentasi kelompok, simulasi wawancara, serta pemberian umpan balik konstruktif. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa yang awalnya sering merasa gugup dan takut tampil di depan umum.
Seiring berjalannya waktu, terlihat perkembangan signifikan pada kemampuan siswa. Mereka mulai berani berbicara dengan lebih lancar dan percaya diri, mampu menyampaikan ide secara sistematis, serta menggunakan bahasa tubuh yang mendukung pesan yang disampaikan. Guru dan siswa mengapresiasi perubahan ini, karena tidak hanya berdampak pada kemampuan berbicara, tetapi juga meningkatkan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Pengalaman mahasiswa dalam program ini tidak hanya memperkaya kemampuan mengajar dan komunikasi, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan dan profesionalisme. Melalui tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi, mahasiswa belajar beradaptasi dengan dinamika kelas dan kebutuhan siswa, sekaligus mengasah soft skills yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.
Program Kampus Mengajar juga memberikan manfaat bagi sekolah dengan membantu manajemen pembelajaran, adaptasi teknologi, dan pengembangan kegiatan literasi digital. Kolaborasi antara mahasiswa dan guru menciptakan lingkungan belajar yang lebih inovatif dan menyenangkan.
Kampus Mengajar sebagai bagian dari kebijakan MBKM menjadi investasi penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Bagi siswa, program ini membuka peluang untuk mengembangkan potensi diri secara optimal, khususnya dalam kemampuan komunikasi yang menjadi modal utama dalam berbagai aspek kehidupan.
Dengan keberhasilan program di SMP 56 Surabaya, diharapkan lebih banyak mahasiswa dan sekolah dapat terlibat aktif dalam Kampus Mengajar, sehingga pendidikan di Indonesia semakin berkualitas dan merata. Program ini bukan sekadar pengabdian, melainkan langkah strategis membangun generasi muda yang percaya diri, kreatif, dan siap bersaing di era global.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda