Oleh: Nazhari Dhiyaul Hilmi
SURABAYA, JurnalPost.com - Meski telah berlalu lebih dari dua bulan, euforia peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 56 Surabaya masih meninggalkan kesan yang hangat, terutama melalui acara Fashion Show Baju Adat yang digelar pada 20 April lalu. Bertempat di halaman sekolah, acara ini menjadi salah satu kegiatan unggulan dalam rangka memperingati perjuangan R.A. Kartini yang tidak hanya menginspirasi kaum perempuan, tetapi juga seluruh generasi muda Indonesia.
Acara tersebut disambut meriah oleh para siswa, guru, dan juga orang tua yang turut hadir. Para siswa tampil anggun dan gagah dalam balutan busana adat dari berbagai daerah di Nusantara. Mulai dari kebaya khas Jawa, baju adat Minang yang elegan, yang penuh warna semua ditampilkan dengan penuh percaya diri oleh para peserta.
Yang membuat acara ini begitu berkesan bukan hanya soal keindahan busana adat yang ditampilkan, tetapi juga semangat para siswa dalam mengenal dan memperkenalkan budaya bangsa mereka. Setiap peserta fashion show tak sekadar berjalan halaman lapangan sekolah, tetapi juga memperkenalkan asal-usul dan makna dari pakaian adat yang dikenakan.
Bagi SMPN 56 Surabaya, kegiatan ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter dan penguatan wawasan kebangsaan. Di tengah arus budaya modern dan digitalisasi yang cepat, memperkenalkan kembali kekayaan budaya bangsa menjadi langkah penting agar para siswa tidak tercerabut dari akar identitasnya.
Meskipun digelar dalam momen Hari Kartini, fashion show ini terbuka bagi semua siswa, baik perempuan maupun laki-laki. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini seperti keberanian, kecerdasan, dan semangat mencintai budaya adalah nilai universal yang dapat diteladani siapa saja, tanpa batas gender.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan berbagai lomba bertema Hari Kartini seperti puisi, poster inspiratif, dan bazar makanan tradisional. Semua kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, mempererat hubungan antara siswa, guru, dan orang tua.
Meski acara tersebut kini sudah berlalu, dampaknya masih terasa. Banyak guru yang menyampaikan bahwa setelah kegiatan ini, siswa menjadi lebih berani berbicara di depan umum, lebih terbuka mengenal budaya lain, dan lebih peduli terhadap warisan budaya Indonesia.
Fashion show ini bukan cuma soal tampil cantik atau tampan, tapi bagaimana anak-anak bisa merasa bangga sebagai bagian dari Indonesia. Semangat Kartini bukan hanya diperingati, tapi dihidupkan dalam setiap langkah kecil seperti ini,” tutup Kepala Sekolah SMPN 56 Surabaya.
Peringatan Hari Kartini di SMPN 56 Surabaya menjadi bukti bahwa meski acara telah usai, nilai-nilai perjuangan dan kebhinekaan tetap bisa ditanamkan dengan cara yang menyenangkan dan mendalam. Karena sejatinya, semangat Kartini tidak pernah kadaluarsa.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda