Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Nasional
  3. Sinkronisasi Data Kemiskinan Diharapkan Bisa Mengakhiri Rezim Beda Data

Sinkronisasi Data Kemiskinan Diharapkan Bisa Mengakhiri Rezim Beda Data

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
04 Maret 2016, 20.43 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Sinkronisasi Data Kemiskinan Diharapkan Bisa Mengakhiri Rezim Beda Data

JURNALPOST.COM - Rezim perbedaan data kemiskinan antar lembaga dan kementerian yang selama ini kerap terjadi diharapkan bisa diakhiri dengan dilaksanakannya Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sinkronisasi Data Kemiskinan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk Wilayah Timur Indonesia, yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Jumat (4/5).

"Pekan depan, Kementerian Sosial akan menetapkan data fakir miskin yang menjadi rujukan bagi seluruh kementerian, seluruh lembaga, seluruh pemerintah provinsi dan seluruh pemerintah kabupaten/kota dalam melakukan program-program intervensi untuk masyarakat miskin," kata Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya pada acara Rakkrnas tersebut.

IKLAN

Dengan adanya validasi dan verifikasi serta sinkronisasi penetapan data fakir miskin ini, lanjutnya, diharapkan bisa mengakhiri rezim beda data yang selama ini terjadi.

bantuan sosial
Baca Juga

Bantuan Sosial: Mana yang Lebih Efektif Memutus Rantai Kemiskinan?

Khofifah mengungkapkan, data terkait kemiskinan dari pihak Kementerian, lembaga, pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota selama ini sering kali terjadi perbedaan.

Hal itu yang dikatakannya menjadi acuan dan landasan, sehingga pada periode 2015 lalu, Kementerian Sosial berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) bertekad untuk mengakhiri rezim beda data ini.

Khofifah juga mengatakan, sebelumnya pihaknya telah melakukan verifikasi dan validasi data di wilayah Indonesia Barat dan Tengah, dan hasilnya telah dikonsolidasikan dengan data dari pihak BPS, TNP2K, dan Pemerintah Daerah.

Data hasil validasi dan verifikasi ini nantinya akan dikonsolidasikan dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Ekonomi Timor Leste
Baca Juga

Memahami Ekonomi Timor-Leste: Mengapa Angka Kemiskinan, Inflasi, dan Anggaran Negara Bisa Terlihat Berbeda?

IKLAN

"Senin kita akan konsolidasikan dengan Disdukcapil. Insha Allah pekan depan Kementerian Sosial sudah akan menetapkan data fakir miskin," ujarnya.

Penetapan data fakir miskin ini, dikatakannya sesuai dengan amanat dari UU No. 13 tahun 2011.

"Data ini akan diupdate setiap dua tahun sekali, kecuali untuk data PBI-JK (Penerima Bantuan Iuran-Jaminan Kesehatan) yang akan diupdate setiap enam bulan sekali," paparnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, yang hadir dalam kegiatan Rakornas tersebut menyambut baik dilaksanakannya Sinkronisasi data kemiskinan ini.

Standar Kemiskinan
Baca Juga

Standar Kemiskinan BPS Vs Realitas Biaya Hidup: Kesalahan Hitung Atau Kesalahan Berpikir?

Menurutnya, kesimpangsiuran data antar lembaga selama ini memang seringkali membingungkan.

"Data yang di Bappeda, BPS, dan Dinas Sosial kadang berbeda, terlalu banyak data, ini membingungkan," kata Agus.

Dengan adanya sikronisasi data fakir miskin yang menjadi satu-satunya rujukan ini, disebutnya akan sangat membantu untuk mendukung dan memastikan program-program penanggulangan kemiskinan bisa tepat sasaran.

"Ini akan membantu efektifitas program penanggulangan kemiskinan," ujarnya. (fo)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/sinkronisasi-data-kemiskinan-diharapkan-bisa-mengakhiri-rezim-beda-data/1398/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.16 WITA

  • #Menteri Sosial RI
  • #Rakornas
  • #data fakir miskin
  • #kemiskinan

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 1

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. S
    syaikhu 10 Juni 2016 21.15 WITA
    yg dibahas data kemiskinan tapi acaranya menghamburkan duit ratusan juta.. miris emang .. kenapa gak sekalian cari tempat yg biasa orang miskin rasakan, dikolong jembatan tol atau di pemukiman kumuh gitu.. bisar yg membahas bisa merasakan...

Artikel Terkait

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Kepala BSSN Dorong Ketahanan Siber ASEAN, Soroti Ancaman AI hingga Komputasi Kuantum

BSSN Kukuhkan 59 Tim Tanggap Insiden Siber, Perkuat Ketahanan Digital Nasional

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Pilihan Editor

  1. 1 Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi
  2. 2

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  3. 3

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  4. 4

    Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

  5. 5

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.