Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Seni Diskresi di Tangan "Street Level Bureaucrats”

Seni Diskresi di Tangan "Street Level Bureaucrats”

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
09 April 2026, 10.04 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Seni Diskresi di Tangan
Seni Diskresi di Tangan/Ilustrasi by Nadia JurnalPost

Oleh : Akbar Faris Rama Hunafa, S. Tr. Pas (ASN Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan)

JurnalPost.com - Di berbagai instansi pemerintah, sudah menjadi rahasia umum bahwa pegawai pelayanan yang ditempatkan di garda terdepan adalah mereka yang memiliki penampilan fisik "ganteng" atau "cantik." Ini bukan kebetulan, melainkan strategi estetik untuk memberikan kesan keramahan. Namun, jika ditelisik lebih dalam koridor birokrasi yang sesungguhnya seperti penanganan bantuan sosial di pelosok atau penertiban ruang publik yang dinamis, syarat utama yang dibutuhkan bukan lagi ketampanan, melainkan kapasitas mengambil keputusan sulit.

IKLAN

Dalam studi kebijakan publik, Pegawai pelayanan publik yang bekerja di garis depan dikenal sebagai Street-Level Bureaucrats (SLB). Mereka adalah ujung tombak yang memegang otoritas unik disebut diskresi yang sering kali menjadi penentu wajah institusi pada masyarakat.

UPN Veteran Jawa Timur
Baca Juga

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Lebih lanjut birokrasi sering digambarkan bekerja seperti mesin yang kaku. Namun, realitas lapangan berbeda sebagai contoh petugas sosial di lapangan atau Satpol PP yang berhadapan dengan pedagang kecil di zona larangan. Di satu sisi ada aturan tata ruang yang kaku, di sisi lain ada realitas perut yang lapar dan kerumunan yang tidak stabil. Dalam kondisi sepadat dan sedinamis itu, keramahan estetik tidak akan menolong.

Mustahil bagi petugas hanya bersandar pada aturan kaku. Setiap detik, mereka harus mengambil keputusan cepat untuk meredam potensi konflik atau memberikan toleransi logis yang prosedurnya mungkin belum tertulis detail. Di sinilah diskresi menjadi alat navigasi utama untuk menjaga stabilitas dan kemanusiaan.

IKLAN

Penelusuran penulis terhadap 20 literatur mengenai Street Level Bureaucrats menunjukkan temuan yang krusial. Sebanyak 91% penelitian menegaskan bahwa SLB secara signifikan memengaruhi hasil kebijakan publik. Sementara itu, sisanya memberikan catatan bahwa kendala organisasi dan kelembagaan dapat membatasi pengaruh meskipun individu memiliki kemampuan bertindak.

Seringkali, diskresi dianggap sebagai celah bagi penyimpangan. Ketakutan ini beralasan di mana skor Indonesia merosot kembali sebanyak 3 poin ke angka 34/100 dan peringkatnya turun cukup signifikan ke posisi 109 dari 182 negara pada tahun 2025. Namun, kita harus membedakan antara penyimpangan aturan demi keuntungan pribadi dengan diskresi demi kemaslahatan publik.

Rivaldy Raffi Ramadhani
Baca Juga

Birokrasi Seharusnya Memudahkan, Bukan Justru Menambah Beban Masyarakat dalam Mengurus Pelayanan Publik

Berdasarkan UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, diskresi adalah instrumen sah ketika peraturan tidak lengkap atau tidak jelas. Masalahnya, bahwa yang paling melelahkan bagi pegawai bukan tubuhnya, tetapi beban terus-menerus menimbang antara melindungi manusia dan melindungi diri/karier dalam sistem yang mengekang tindakan etis mereka.

Konflik moral yang berulang inilah yang mendorong burnout pegawai. Saat ini terdapat 27.000 aplikasi pelayanan publik yang dikelola oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, kecanggihan algoritma tetap tidak bisa menggantikan empati. Masyarakat tidak butuh birokrasi yang hanya "benar secara administratif", tapi "selesai secara substantif".

Agar diskresi tidak tergelincir menjadi tindakan penyalahgunaan wewenang (abuse of power), diperlukan dua instrumen pengendalian. Pertama, Internalisasi Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB) sebagai kompas moral pegawai. Kedua, Kepastian Perlindungan Hukum (Legal Protection) bagi aparatur yang berani mengambil keputusan diskresioner demi kepentingan umum yang mendesak.

Kehebatan sebuah negara tidak diukur dari tebalnya buku aturan atau cantiknya petugas lobi, melainkan dari seberapa bijak pegawai di lapangan menggunakan nuraninya untuk memberi solusi. Karena pada akhirnya, birokrasi diciptakan untuk melayani manusia, bukan sebaliknya.

Pemkab Barru Gandeng DJPb Sulsel
Baca Juga

Pemkab Barru Gandeng DJPb Sulsel, Layanan Perbendaharaan Kini Hadir di MPP

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/seni-diskresi-di-tangan-street-level-bureaucrats/92021/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.58 WITA

  • #Kementerian Imigrasi
  • #Pelayanan Publik

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat
  2. 2

    Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

  3. 3

    Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

  4. 4

    Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

  5. 5

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.