Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Sehat atau Sekadar Konten? Fenomena FOMO Olahraga di Kalangan Gen Z

Sehat atau Sekadar Konten? Fenomena FOMO Olahraga di Kalangan Gen Z

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
16 Juni 2026, 15.08 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
FOMO Olahraga

JurnalPost.com - Olahraga kini bukan lagi sekadar rutinitas membakar kalori demi menjaga kebugaran tubuh, melainkan telah bermutasi menjadi bagian dari gaya hidup modern yang sangat bergengsi. Di era digital saat ini, berbagai jenis aktivitas fisik—mulai dari lari maraton, tenis, hingga pilates  mendadak dipenuhi oleh antusiasme generasi muda. Mengenakan pakaian olahraga yang modis, melingkarkan jam tangan pintar di pergelangan, dan berkumpul di fasilitas olahraga terbaik kini dianggap sebagai simbol baru masyarakat yang produktif. Namun, tren yang tampak positif ini menyisakan sebuah tanda tanya besar: apakah gelombang antusiasme ini murni lahir dari kesadaran akan kesehatan, ataukah sekadar respons terhadap arus tren yang berputar di media sosial?

Realitas di lapangan saat ini sering kali berbicara lain dan menampilkan pemandangan yang menggelitik. Coba perhatikan sudut-sudut area olahraga populer atau kompleks stadion di akhir pekan; pemandangan yang mendominasi sering kali bukan lagi orang-orang yang fokus pada teknik pemanasan yang benar atau pengaturan napas yang stabil. Sebaliknya, area tersebut telah bergeser fungsi menjadi studio foto luar ruangan dadakan. Kesibukan utama justru berputar pada bagaimana mengatur sudut kamera ponsel di atas tripod, memastikan pencahayaan matahari pas, hingga mengambil ulang video lari demi mendapatkan estitika visual yang sempurna untuk konten TikTok atau Instagram Reels.

IKLAN

Ritual berolahraga kini rasanya belum sah jika tidak diawali dengan sesi foto outfit of the day (OOTD) saat baju masih rapi dan belum seuntai pun keringat menetes. Ditambah lagi dengan kewajiban mengunggah tangkapan layar rute lari dari aplikasi pintar atau angka detak jantung dari jam tangan premium ke media sosial. Aktivitas fisik yang sejatinya bersifat personal untuk kesehatan tubuh, kini telah bergeser menjadi sebuah pertunjukan publik. Olahraga seolah baru dianggap valid dan diakui eksistensinya jika berhasil mendatangkan ratusan tanda suka serta komentar pujian dari para pengikut virtual.

Bahan Pangan
Baca Juga

Waspada Nilai Tukar Rupiah Melemah, Harga Bahan Pangan Melonjak Naik

Di satu sisi, FOMO dalam hal olahraga memanglah baik jika dilihat sebagai pemantik awal untuk menggerakkan masyarakat agar lebih aktif bergerak dan peduli pada kesehatan fisik. Tren ikut-ikutan ini setidaknya berhasil mengubah kebiasaan malas menjadi lebih produktif di akhir pekan. Namun, dampak positif ini akan langsung sirna ketika motivasi utamanya bergeser dari berburu kebugaran menjadi berburu pengakuan. Ketika seseorang memaksakan diri mengikuti olahraga yang sedang hype hanya agar tidak tersisih dari pergaulan, aktivitas ini tidak lagi menyehatkan mental, melainkan justru menciptakan tekanan psikologis baru dan menjebak mereka dalam gaya hidup konsumtif demi tuntutan visual semata.

IKLAN

Dampak dari sekadar ikut-ikutan tanpa pemahaman ini pun mulai terasa nyata, baik bagi tubuh maupun kantong. Banyak pelaku olahraga musiman yang langsung memaksakan diri melakukan latihan fisik dengan intensitas tinggi, seperti lari jarak jauh atau olahraga intensitas tinggi lainnya tanpa memahami batas kemampuan tubuh atau teknik yang benar. Alih-alih mendapatkan kebugaran, tidak sedikit yang justru berakhir dengan cedera otot atau sendi karena abai terhadap proses.

Di sisi lain, jeratan konsumtif juga tidak bisa dihindari. Demi terlihat 'setara' dalam lingkaran pergaulan virtual, banyak yang rela merogoh kantong dalam-dalam untuk membeli sepatu lari edisi khusus, raket tenis bermerek, hingga pakaian olahraga premium yang harganya selangit. Olahraga yang sejatinya murah dan merakyat, kini seolah berubah menjadi kompetisi finansial terselubung di mana nilai seseorang diukur dari apa yang ia kenakan saat berkeringat.

Pada akhirnya, tidak ada yang salah dengan memanfaatkan momentum tren untuk memulai hidup sehat. Namun, kita perlu meluruskan kembali niat sebelum melangkah ke lapangan. Kesehatan adalah investasi jangka panjang untuk diri sendiri, bukan komoditas visual yang harus selalu dipamerkan demi memburu validasi digital. Menjadikan olahraga sebagai ajang pamer gengsi hanya akan menyisakan lelah fisik dan dompet yang terkuras. Oleh karena itu, mari kita ubah fokus kita; mulailah bergerak karena tubuh kita memang membutuhkannya, bukan karena takut ketinggalan zaman. Berkeringatlah demi jantung yang lebih sehat di masa depan, bukan demi feeds Instagram yang terlihat hebat saat ini.

Pamulang Kampus
Baca Juga

Mahasiswa Universitas Pamulang Kampus Serang Edukasi Warga Desa Sangiang tentang Bahaya Penipuan Digital dan Perlindungan Data Pribadi

Oleh : Nayla Ramadani, Fakultas Ekonomi dan Bisnis S1 Akuntansi, Universitas Pamulang.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/sehat-atau-sekadar-konten-fenomena-fomo-olahraga-di-kalangan-gen-z/94539/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.16 WITA

  • #Opini Mahasiswa
  • #Universitas Pamulang

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

Pilihan Editor

  1. 1 Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines
  2. 2

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

  3. 3

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  4. 4

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  5. 5

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.