Blitar, JurnalPost – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menggelar pelatihan pembuatan dan pengembangan website bagi santri Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 2 Blitar, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan digital santri sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi secara kreatif dan produktif di lingkungan pesantren.
Pelatihan diikuti oleh 15 santri putra tingkat SMA kelas 10 hingga kelas 12. Dengan pendampingan mahasiswa KKN, para peserta mempelajari proses pembuatan website secara bertahap, mulai dari menggali ide, mencari inspirasi, merancang tampilan, melakukan proses coding, hingga menyimpan dan mengelola hasil pengembangan website.
Pada tahap awal, para santri diajak menentukan konsep website yang ingin dibuat. Ide tersebut kemudian dikembangkan menjadi rancangan tampilan agar peserta memiliki gambaran mengenai struktur dan visual website sebelum memasuki tahap pemrograman.
Dalam proses perancangan, peserta diperkenalkan dengan Figma sebagai perangkat untuk membuat desain antarmuka website. Mereka juga belajar memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu dalam proses pengembangan.
Sementara untuk tahap pemrograman, para santri menggunakan Visual Studio Code (VS Code) untuk mulai menyusun kode HTML dan CSS.
Setelah tahap coding selesai, peserta diperkenalkan dengan GitHub sebagai platform untuk menyimpan, mengelola, dan mendokumentasikan hasil pengembangan website.
Seluruh rangkaian pelatihan dilaksanakan dengan metode praktik langsung. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengembangkan karya digital mereka sendiri.
Aqillah Nur, mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur yang terlibat dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa pelatihan dirancang agar para santri memahami bahwa pengembangan website dapat dimulai dari sebuah ide sederhana.
“Kami ingin para santri tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mulai berani menjadi pencipta karya digital. Dari kegiatan ini mereka belajar bahwa sebuah website berawal dari ide, kemudian dirancang, dikembangkan melalui coding, dan akhirnya dapat menjadi karya yang bisa mereka tunjukkan kepada orang lain,” ujar Aqillah Nur.
Ia menambahkan, penggunaan AI dalam pelatihan juga diarahkan untuk membantu peserta mengembangkan kreativitas dan mempercepat proses belajar.
“Pemanfaatan AI juga kami kenalkan sebagai alat bantu untuk mendukung kreativitas dan proses belajar, bukan untuk menggantikan kemampuan berpikir mereka,” lanjutnya.
Menurut Aqillah, antusiasme peserta mulai terlihat ketika para santri mencoba membuat rancangan dan mengembangkan website masing-masing.
Metode praktik langsung juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan eksplorasi sekaligus berdiskusi dengan mahasiswa KKN ketika menemui kendala dalam proses pembuatan website.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, Ririn Puspita Tutiasri, menilai pengenalan keterampilan digital menjadi hal penting bagi generasi muda, termasuk para santri yang berada di lingkungan pesantren.
“Santri saat ini hidup di tengah perkembangan teknologi digital dan AI yang sangat cepat. Karena itu, mereka tidak cukup hanya menjadi konsumen teknologi. Mereka perlu diberikan ruang untuk belajar, mencoba, dan menghasilkan karya,” kata Ririn.
Menurutnya, pelatihan pembuatan website dapat menjadi salah satu sarana untuk membangun kreativitas sekaligus meningkatkan literasi dan keterampilan digital santri.
“Kegiatan pembuatan website ini menjadi salah satu cara untuk membangun kreativitas sekaligus meningkatkan literasi dan keterampilan digital santri,” ujarnya.
Ririn juga menekankan bahwa penggunaan AI perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran yang tetap mengutamakan kreativitas dan kemampuan berpikir peserta.
“Teknologi dan AI seharusnya menjadi alat yang membantu santri mengembangkan ide dan kreativitas. Harapannya, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti setelah kegiatan KKN selesai, tetapi dapat terus dikembangkan dan bahkan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pesantren maupun menjadi bekal keterampilan mereka di masa depan,” tambahnya.
Melalui kegiatan pembuatan dan pengembangan website tersebut, mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur berharap para santri memperoleh pengalaman baru dalam memanfaatkan teknologi secara produktif.
Selain memahami dasar-dasar coding, peserta mendapatkan pengalaman mengembangkan ide, merancang produk digital, menggunakan AI secara tepat, serta mengenal berbagai perangkat yang umum digunakan dalam proses pengembangan website.
Pelatihan ini juga menunjukkan bahwa lingkungan pesantren dapat menjadi salah satu ruang pengembangan keterampilan digital bagi generasi muda.
Dengan memadukan pendidikan pesantren dan literasi teknologi, para santri diharapkan semakin siap menghadapi perkembangan era digital sekaligus tetap mempertahankan karakter dan nilai-nilai yang ditanamkan dalam kehidupan pesantren.
Penulis: Ririn Puspita Tutiasri
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda