JAKARTA, JurnalPost.com — Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Senin (24/8/2026) dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah dibuka di level Rp17.690 per dolar AS, menguat 4 poin atau 0,02 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp17.694 per dolar AS.
Penguatan pada awal pekan ini melanjutkan pergerakan positif rupiah pada akhir perdagangan Jumat (21/8/2026). Saat itu, rupiah ditutup menguat dari Rp17.748 menjadi Rp17.694 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat tercatat berada di level Rp17.705 per dolar AS.
Harga Minyak Dunia Jadi Sentimen Positif
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai, salah satu faktor yang mendukung penguatan rupiah adalah harga minyak dunia yang mulai melandai.
Kondisi tersebut dinilai positif bagi Indonesia karena kebutuhan impor minyak dapat berkurang dari sisi tekanan valuta asing. Penurunan harga energi juga dapat membantu menjaga stabilitas neraca perdagangan dan inflasi domestik.
Selain harga minyak, pelaku pasar turut mencermati arah kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar keuangan global.
Pergerakan rupiah juga masih dipengaruhi oleh kekuatan dolar AS, pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Rupiah Masih Berfluktuasi
Meski menguat pada pembukaan perdagangan, rupiah kembali bergerak fluktuatif pada sesi berikutnya.
Pada perdagangan tengah hari, rupiah di pasar spot sempat berada di kisaran Rp17.699 per dolar AS atau melemah tipis sekitar 0,03 persen.
Pergerakan tersebut menunjukkan nilai tukar rupiah masih sensitif terhadap perubahan sentimen global maupun domestik.
Hingga perdagangan berakhir, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati pergerakan indeks dolar AS, harga komoditas energi, arus modal asing, serta kebijakan bank sentral global yang dapat memengaruhi arah rupiah.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda