Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Ruang Publik Digital Apakah Lebih Baik?

Ruang Publik Digital Apakah Lebih Baik?

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
14 Juni 2023, 16.45 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Ruang Publik Digital Apakah Lebih Baik?

Oleh: Mochamad Afi Adani Mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi Telkom University

JurnalPost.com - Ruang publik merupakan tempat atau ruang umum dimana setiap orang dapat melakukan segala hal seperti orasi, bermusyawarah dan aktifitas sosial lainnya. Menurut Stephen Carr ruang publik merupakan wadah atau fasilitas untuk keberlangsungan kehidupan sosial. Wadah tersebut bertujuan untuk menampung manusia untuk melakukan aktifitas sosial. Untuk mendirikan sebuah ruang publik, terdapat beberapa indikator yang harus dipenuhi untuk mejadi ruang publik yang optimal. Menurut buku The Project for Public Space ruang publik harus memiliki beberapa atribut seperti yakni : (1) Comfort and Image (2) Access and Linkage (3) Uses and Activity (4) Sociability.

IKLAN

Namun pada masa kini ruang pubilik sudah beradaptasi menjadi ruang publik yang berbentuk digital. Ruang publik digital tersebut tidak memiliki wujud yang nyata. Kita hanya dapat mengakses ruang publik digital tersebut menggunakan koneksi internet. Pada masa kini ruang publik yang lebih banyak digunakan adalah ruang publik yang terdapat dalam media sosial. Media sosial sudah menjadi platform manusia masa kini untuk melakukan interaksi. Mayoritas ruang publik yang terdapat pada media sosial berbentuk sebuah forum yang didalamnya terdapat ribuan hingga ratusan pengguna yang menggunakan ruang publik tersebut.

IMG 20240905 WA0012
Baca Juga

Dari Watchdog menjadi Trusted Advisor: Peran Baru Inspektorat Daerah sebagai APIP dalam Mengawal Kebijakan dan Tata Kelola Daerah

Dalam hal ini peneliti mengambil contoh ruang publik digital yaitu “PESINDO” yang merupakan ruang publik berbentuk forum yang terdapat pada media sosial telegram. PESINDO menrupakan ruang publik bagi para pecinta permainan sepakbola “Efootball” yang salah satu mayoritas peminatnya adalah orang Indonesia oleh karena itu mayoritas pengguna forum PESINDO menggunakan forum untuk berbagi dan bertukar pendapat mengenai game Efootball.

Namun dalam artikel ini peneliti akan mengkaji forum PESINDO sebagai ruang publik dengan menggunakan empat indikator ruang publik oleh buku The Project for Public Space. (1) Comfort and Image. Dalam ruang publik digital sudah diketahui bahwa ruang tersebut tidaklah berbentuk fisik namun terdapat pada sebuah platform digital yang hanya dapat diakses jika kita memiliki perantara dan koneksi yang memadai. Oleh karena itu forum PESINDO tidak dapat dikatakan sebagai ruang publik yang nyata. Karena kita tidak dapat merasakan kenyamanan serta keindahaan forum PESINDO dengan seluruh indera yang dimiiki oleh manusia.

IKLAN

Namun untuk mengetahui hal tersebut seorang pengguna dapat menggunakan sistem survey, poll, atau voting untuk mencari tahu apakah ruang publik tersebut memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Tentunya hal tersebut akan dinilai secara digital bukan ruang yang nyata. Kita tidak menutup kemungkinan jika ruang publik tersebut menjadi “toxic” atau tidak bermanfaat bagi pengguna, karena mayoritas pengguna ruang publik PESINDO tidak menggunakan akun asli namun hanya akun yang menjadi perantara dalam mengakses ruang publik. Oleh karena itu kredibilitas individu dipertanyakan.

(2) Access and Linkage. Ruang publik pada dasarnya diharuskan untuk memberikan kemudahan kepada setiap individu maupun kelompok untuk hadir dan merasakan ruang publik tersebut. PESINDO adalah ruang publik yang terdapat dalam platform media sosial oleh karena itu untk mengaksesnya dibutuhkan perangkat dan aplikasi media sosial untuk bisa ikut serta dalam ruang publik tersebut.

Late Night Health Search Anxiety
Baca Juga

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

(3) Uses and Activity. Sebagai ruang publik PESINDO memberikan kesempatan setiap individu untuk mengekspresikan kehendaknya terutama dalam informasi yang berkaitan dengan game efootball. Akan tetapi tidak jarang juga pengguna ruang publik PESINDO menggunakannya untuk keperluan lain seperti promosi followers, video, bahkan terdapat juga perseteruan dalam ruang publik tersebut. (4) Sociability. Ruang publik PESINDO dapat memberikan tempat bagi siapa saja yang ingin bergabung untuk melakukan kegiatan sosial. Daya tampung platform tersebut tidak terbatas setiap infividu dapat masuk untuk berpendapat dan beraktivitas dalam forum tersebut.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah ruang publik dapat digunakan oleh siapa saja untuk berpendapat maupun melakukan kegiatan sosial lainnya. Meskipun sudah terdapat ruang publik digital seperti PESINDO. Akan tetapi Dengan keempat indikator tersebut dapat diketahui bahwa PESINDO bukan sepenuhnya ruang publik yang dapat kita rasakan karena berbentuk digital akan tetapi untuk meng-akses, berkegiatan dan menampung pengguna PESINDO sudah melakukan hal tersebut dengan demikian PESINDO dapat dikatakan belum sepenuhnya menjadi ruang publik yang optimal karena satu indikator masih dipertanyakan yakni dalam Comfort and Image. Karena seperti yang kita sadari kesadaran dalam penggunaan media digital masyarakat Indonesia masih rendah terutama dalam literasi digital dan kebijakan dalam bermedia sosial.

Tentunya ruang publik yang konvensional masih diperlukan, karena interaksi dan aktifitas manusia tidak bisa hanya terbatas dengan layar kaca saja namun manusia diharuskan untuk seling berinterkasi secara tatap muka dan melakukan kegiatan Bersama untuk mempertahankan konsep manusia sebagai mahkluk sosial.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/ruang-publik-digital-apakah-lebih-baik/53598/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 10.54 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

Kisah Widji, Berawal dari Nasabah BRI Kini Sukses Jadi Agen BRILink di Bojonegoro dan Raup Omzet Besar

Pilihan Editor

  1. 1 Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur
  2. 2

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

  3. 3

    Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

  4. 4

    Kepemimpinan yang Menanam Masa Depan: Ketika Pendidikan Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Jawa Timur

  5. 5

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.