Oleh: Mochamad Afi Adani Mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi Telkom University
JurnalPost.com - Ruang publik merupakan tempat atau ruang umum dimana setiap orang dapat melakukan segala hal seperti orasi, bermusyawarah dan aktifitas sosial lainnya. Menurut Stephen Carr ruang publik merupakan wadah atau fasilitas untuk keberlangsungan kehidupan sosial. Wadah tersebut bertujuan untuk menampung manusia untuk melakukan aktifitas sosial. Untuk mendirikan sebuah ruang publik, terdapat beberapa indikator yang harus dipenuhi untuk mejadi ruang publik yang optimal. Menurut buku The Project for Public Space ruang publik harus memiliki beberapa atribut seperti yakni : (1) Comfort and Image (2) Access and Linkage (3) Uses and Activity (4) Sociability.
Namun pada masa kini ruang pubilik sudah beradaptasi menjadi ruang publik yang berbentuk digital. Ruang publik digital tersebut tidak memiliki wujud yang nyata. Kita hanya dapat mengakses ruang publik digital tersebut menggunakan koneksi internet. Pada masa kini ruang publik yang lebih banyak digunakan adalah ruang publik yang terdapat dalam media sosial. Media sosial sudah menjadi platform manusia masa kini untuk melakukan interaksi. Mayoritas ruang publik yang terdapat pada media sosial berbentuk sebuah forum yang didalamnya terdapat ribuan hingga ratusan pengguna yang menggunakan ruang publik tersebut.
Dalam hal ini peneliti mengambil contoh ruang publik digital yaitu “PESINDO” yang merupakan ruang publik berbentuk forum yang terdapat pada media sosial telegram. PESINDO menrupakan ruang publik bagi para pecinta permainan sepakbola “Efootball” yang salah satu mayoritas peminatnya adalah orang Indonesia oleh karena itu mayoritas pengguna forum PESINDO menggunakan forum untuk berbagi dan bertukar pendapat mengenai game Efootball.
Namun dalam artikel ini peneliti akan mengkaji forum PESINDO sebagai ruang publik dengan menggunakan empat indikator ruang publik oleh buku The Project for Public Space. (1) Comfort and Image. Dalam ruang publik digital sudah diketahui bahwa ruang tersebut tidaklah berbentuk fisik namun terdapat pada sebuah platform digital yang hanya dapat diakses jika kita memiliki perantara dan koneksi yang memadai. Oleh karena itu forum PESINDO tidak dapat dikatakan sebagai ruang publik yang nyata. Karena kita tidak dapat merasakan kenyamanan serta keindahaan forum PESINDO dengan seluruh indera yang dimiiki oleh manusia.
Namun untuk mengetahui hal tersebut seorang pengguna dapat menggunakan sistem survey, poll, atau voting untuk mencari tahu apakah ruang publik tersebut memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Tentunya hal tersebut akan dinilai secara digital bukan ruang yang nyata. Kita tidak menutup kemungkinan jika ruang publik tersebut menjadi “toxic” atau tidak bermanfaat bagi pengguna, karena mayoritas pengguna ruang publik PESINDO tidak menggunakan akun asli namun hanya akun yang menjadi perantara dalam mengakses ruang publik. Oleh karena itu kredibilitas individu dipertanyakan.
(2) Access and Linkage. Ruang publik pada dasarnya diharuskan untuk memberikan kemudahan kepada setiap individu maupun kelompok untuk hadir dan merasakan ruang publik tersebut. PESINDO adalah ruang publik yang terdapat dalam platform media sosial oleh karena itu untk mengaksesnya dibutuhkan perangkat dan aplikasi media sosial untuk bisa ikut serta dalam ruang publik tersebut.
(3) Uses and Activity. Sebagai ruang publik PESINDO memberikan kesempatan setiap individu untuk mengekspresikan kehendaknya terutama dalam informasi yang berkaitan dengan game efootball. Akan tetapi tidak jarang juga pengguna ruang publik PESINDO menggunakannya untuk keperluan lain seperti promosi followers, video, bahkan terdapat juga perseteruan dalam ruang publik tersebut. (4) Sociability. Ruang publik PESINDO dapat memberikan tempat bagi siapa saja yang ingin bergabung untuk melakukan kegiatan sosial. Daya tampung platform tersebut tidak terbatas setiap infividu dapat masuk untuk berpendapat dan beraktivitas dalam forum tersebut.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ruang publik dapat digunakan oleh siapa saja untuk berpendapat maupun melakukan kegiatan sosial lainnya. Meskipun sudah terdapat ruang publik digital seperti PESINDO. Akan tetapi Dengan keempat indikator tersebut dapat diketahui bahwa PESINDO bukan sepenuhnya ruang publik yang dapat kita rasakan karena berbentuk digital akan tetapi untuk meng-akses, berkegiatan dan menampung pengguna PESINDO sudah melakukan hal tersebut dengan demikian PESINDO dapat dikatakan belum sepenuhnya menjadi ruang publik yang optimal karena satu indikator masih dipertanyakan yakni dalam Comfort and Image. Karena seperti yang kita sadari kesadaran dalam penggunaan media digital masyarakat Indonesia masih rendah terutama dalam literasi digital dan kebijakan dalam bermedia sosial.
Tentunya ruang publik yang konvensional masih diperlukan, karena interaksi dan aktifitas manusia tidak bisa hanya terbatas dengan layar kaca saja namun manusia diharuskan untuk seling berinterkasi secara tatap muka dan melakukan kegiatan Bersama untuk mempertahankan konsep manusia sebagai mahkluk sosial.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda