JAKARTA, JurnalPost.com - >Malam itu, Sabtu 4 Oktober 2025, Bandara Soekarno-Hatta diselimuti suasana haru sekaligus bangga. Relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Muhammad Fatur Rohman dan aktivis kemanusiaan, Wanda Hamidah, akhirnya tiba kembali ke tanah air usai menjalani misi berisiko tinggi bersama Global Sumud Flotilla yang bertujuan menembus blokade Gaza.
“Alhamdulillah, atas berkat Allah subhanahu wa ta’ala, kami bisa kembali dengan selamat. Namun kepulangan ini bukan akhir dari perjuangan kami. Justru awal untuk menguatkan tekad mendukung kemerdekaan Palestina dan pembebasan Masjidil Aqsa,” ujar Wanda Hamidah dalam konferensi pers di Jakarta.
Fatur Rohman (delegasi AWG) dan Wanda Hamidha (IGPC) sama-sama berangkat dari Tunisia sejak akhir Agustus lalu. Meski sempat berada di kapal yang berbeda, Fatur di Kapal Kamr dan Wanda di Kapal Keiseer, takdir mempertemukan mereka kembali setelah keduanya tertahan di berbagai pelabuhan Eropa.
“Kami berprinsip tidak akan meninggalkan pelabuhan sampai kapal terakhir berlayar, dengan atau tanpa kami,” kata Wanda menegaskan.
Kendati kapal-kapal mereka akhirnya tidak diizinkan melanjutkan pelayaran menuju Gaza, semangat keduanya tetap menyala. Mereka menyaksikan langsung bagaimana ratusan aktivis internasional lain ditahan atau dideportasi oleh militer Israel.
“Terus terang Saya dan Fatur sudah menghibahkan diri dan nyawa untuk misi ini. Kami haya berharap dapat menurunkan bantuan kemanusiaan dengan segala resikonya. Walau akhirnya tertahan di Sisilia dan kembali ke Indonesia namun tekad kami tetap satu yaitu membuka koridor kemanusiaan ke Gaza di lain waktu,” tutur Wanda.
Fatur Rohman, relawan UAR dari Korda Jaktimsel (Korwil Jabodetabek Banten) yang menjadi delegasi Aqsa Working Group (AWG) dalam misi Global Sumud Flotilla ini, menambahkan bahwa misi ini akan terus berlanjut.
“Terima kasih rakyat Indonesia dan para jurnalis yang setia mendoakan serta mengikuti perjuangan kami lewat media sosial dan pemberitaan. Tapi ini bukan akhir. Kita harus mempersiapkan pelayaran yang lebih besar, lebih kuat, dan lebih rapi dari Indonesia langsung menuju Gaza,” ungkapnya.

Pembina Utama AWG, Imaam Yakhsyallah Mansur yang turut hadir dalam konferensi pers mendukung penuh gagasan tersebut. “Kami mendukung harapan Mbak Wanda dan Mas Fatur untuk memiliki kapal dengan nahkoda Indonesia. Syukur-syukur, saat kita kembali berlayar, Palestina sudah merdeka dan Masjidil Aqsa kembali ke tangan umat Islam,” ucap Imaam.
Kepulangan Fatur juga disambut hangat keluarga dan jajaran pengurus UAR. Ketua Umum UAR, H. Endang Sudrajat bersama pengurus pusat lainnya bahkan mengantar langsung Fatur ke kediaman orang tuanya di Depok, Jawa Barat. Sang ayah, Eddy Wiranto, mengucapkan rasa syukur, “Jazakallahu khairan katsir atas doa dan dukungan semuanya. Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang lebih banyak.”
Dengan kembalinya Muhammad Fatur Rohman dan Wanda Hamidah, maka tak ada lagi wakil Indonesia yang tersisa dalam armada Global Sumud Flotilla. Namun mereka menegaskan, perjuangan belum usai. “Perjalanan ini baru awal. Perlawanan terhadap blokade Gaza akan terus berlanjut, hingga Palestina merdeka dan Masjidil Aqsa terbebas dari cengkeraman Zionis Israel,” pungkas Wanda. (AM)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda