JurnalPost.com – Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (LPPM) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata yang dikenal dengan UNNES Giat 7 yang dilaksanakan oleh mahasiswa UNNES. Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Kiringan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten dengan tagline “Bersama UNNES Giat, membangun Indonesia dari Desa”. Guna meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik di desa Kiringan, mahasiswa yang tergabung dalam UNNES Giat 7 Desa Kiringan menyelenggarakan sosialisasi yang bertemakan “Peran Perempuan Dalam Dinamika Pemerintahan Modern”. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama ibu-ibu PKK Desa Kiringan pada hari Kamis, 28 Desember 2023 di aula Balai Desa Kiringan.
Partisipasi perempuan dalam politik sangat penting karena dalam konteks demokrasi representatif mepertimbangkan pandangan dari berbagai kelompok dalam merumuskan keputusan dan kebijakan sangat penting. Hingga kini masih banyak ditemui permasalahan kesenjangan antara perempuan dan laki-laki di Indonesia. Sebagaimana hal tersebut, Universitas Negeri Semarang dalam kegiatan KKN GIAT 7 mengusung tema “Desa Penggerak Pancasila” mewajibkan mahasiswa untuk terjun langsung ke tengah masyarakat desa dengan tujuan membangun Indonesia dari desa.

Dengan menggandeng ibu-ibu PKK diharapkan sosialisasi yang diberikan dapat membuka wawasan mereka dan dapat meningkatkan partisipasi PKK dalam menjalankan program-program yang bertujuan untuk pemberdayaan perempuan agar lebih aktif. Sehingga dapat mematahkan paradigma masyarakat bahwa perempuan itu lemah, perempuan tidak cocok memimpin, perempuan tidak rasionalitas, atau hanya bisa mengurusi urusan domestik. Indonesia merupakan negara yang berdasarkan Pancasila dengan munculnya paradigma tersebut tidak sejalan dengan pengamalan Pancasila sila kelima “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” yang bermaknakan seluruh masyarakat Indonesia memiliki hak yang sama dan perlakuan yang adil.
Vilani Indah selaku tim UNNES Giat 7 desa Kiringan menuturkan “ Seharusnya Perempuan harus bisa keluar dari zona nyaman dan mematahkan stigma masyarakat terhadap perempuan itu sendiri. PKK dapat menjadi sebuah solusi. Melalui PKK, wanita dapat mengaktualisasikan dirinya untuk aktif selain perannya sebagai ibu rumah tangga” tuturnya.
Antusias terlihat dari ibu-ibu PKK dalam mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut. “Terimakasih mbak Vilani atas materi yang telah disampaikan sangat bermanfaat, dan semoga bisa menambah wawasan ibu-ibu PKK disini” ujar ketua PKK Desa Kiringan Ibu Eny.
Penulis : Erliana Amanda
UNNES Giat 7 Desa Kiringan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten




