
JurnalPost.com – Dalam upaya mendukung pelestarian budaya dan adat di desa bedingin ponorogo, kami dari kelompok 12 mahasiswa Universitas 17 Agustus (UNTAG) Surabaya. Melakukan kegiatan wawancara dengan kepala desa mengenai festival bedingin bunga.
Dalam kegiatan ini, salah satu Dosen UNTAG Surabaya. Bapak Widiyatmo Eko Putro, M.A. selaku dosen pengampu mata kuliah MICE memberi tugas kepada mahasiswanya dengan tujuan memperkenalkan kepada masyarakat terkait Festival Bedingin Bunga. Festival Bedingin Bunga sendiri merupakan adat di desa bedingin biasanya di adakan pada
“malam Suro di bulan Suro Rabiul Awal” kata kepala desa.
Festival Bedingin Bunga diadakan sebagai wujud syukur masyarakat dam pemerintah Desa Bedingin, atas melimpahnya hasil bumi yang sudah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Desa Bedingin.
Rangkaian acaranya yaitu rombongan sepeda kuno dari masyarakat Bedingin sudah berkumpul di bukit gemplah, yang merupakan salah satu rentetan acara Bedingin Bunga. dan mulai menelusuri beberapa tempat seperti Rumah Budaya, Industri Genting dan Bata, Wisata Beji Sirah Keteng, Museum Desa Bedingin, Arca Sirah Kenteng, Hutan Bambu.

Setelah melakukan keseluruhan rangkaian acara bedingin bunga seluruh masyarakat dipersilahkan menikmati sajian khas “sayur lompong” yang dimana di masak dengan alat- alat tradisional di desa bedingin.
Tak hanya itu saja terdapat Tradisi budaya dilakukan dengan cara arak-arakan lampu oncor yang dibawakan oleh muda mudi Desa Bedingin Kecamatan Sambit. Arakan oncor untuk menerangi perjalanan kirab Tumpeng genduri “Bedingin Bungah” mengelilingi dukuh Gampengrejo menuju lapangan Wisata Lemah Gemplah. Sejak ba’da magrib, di wilayah ini hanya diperbolehkan menyalakan oncor ataupun lilin sebagai lampu penerang sebagai salah satu syarat prosesi acara.
Bapak marjuki selaku kepala desa bedingin ponorogo dan kami bertiga melakukan wawancara dengan santai terkait festival bedingin bunga.Dengan besar harapan festival bedingin bunga ini tetap ada sehingga anak cucu bahkan masyarakat luar megetehui festival ini.
Oleh
1. Adelia Aini Intan
2. Rosita Nur Azizah
3. Eltisa Tunggal Dewi
Universitas 17 agustus 1945 Surabaya




