
JurnalPost.com – UNNES GIAT INTERNASIONAL merupakan sebuah kegiatan kemasyarakatan yang terdapat di Universitas Negeri Semarang. Biasa di pahami oleh masyarakat sebagai kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata), Namun UNNES memiliki julukannya sendiri, yaitu GIAT (Growing, Impactful, Awareness, and Teamwork). Kegiatan ini merupakan program resmi yang UNNES berikan kepada mahasiswa semester 6 – 8. Selain itu, Giat Internasional juga sebagai program unggulan dari penyelenggara, yaitu Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata LPPM UNNES. Kegiatan Unnes Giat Internasional ini tentulah memiliki tagline/branding, yaitu bersama UNNES GIAT, membangun dunia dari Indonesia.
Kunjungan dan wawancara kepada komunitas pengrajin craft Apa Attitude Planet Art. Rabu, 22 mei 2024, sekitar pukul 15.00 – 18.00 waktu malaysia. Di desa Hulu Langat, Selangor, Malaysia. Terdapat sebuah komunitas kegiatan mengkreasikan berbagai benda seperti kertas, kain, barang bekas, dan lainnya menjadi sebuah kerajinan maupun karya seni yang indah dan memiliki nilai jual. Namun di komunitas ini lebih terfokus pada membuat desain pakaian, batik lumpur, dan kerajinan dari bahan alam, berupa biji-bijian serta bunga yang tersebar di Desa Hulu Langat, Selangor. Sebanyak 17 Mahasiswa UNNES GIAT Internasional 1 berkunjung dan belajar kepada Uncle Sam, Uncle Ben selaku pendiri dan pegiat di Apa Attitude Planet Art ini.

Kegiatan ini dilakukan sebab kami ingin berkunjung dan turut belajar mengenai kerajinan crafting lokal di desa ini, agar memahami potensi desa dan memberikan inspirasi kepada kami dalam mengolah bahan alam yang tersedia. Selama berkunjung, kami sangat terpukau dan takjup pada setiap hasil karya yang mereka buat, sebab keindahan dan inspirasinya yang mahal, pegiat crafting ini membuat banyak jenis dekorasi dengan memadukan warna-warna selaras yang membuat mata siapapun takjup pada karya tersebut. Mulai dari yang berukuran kecil hingga besar, dari satu warna menjadi gradasi, dari sederhana menjadi mewah dan bernilai jual. Senang rasanya bisa berkunjung dan turut belajar di rumah kreasi ini. Dengan kedua Uncle yang ramah dalam menjelaskan setiap proses pembuatannya.
Pada kesempatan ini, kami menanyakan beberapa pertanyaan dan kemudian di jawab oleh Uncle Sam dan Uncle Ben. Saat itu rekan kami bernama Jabar menanyakan sudah berapa lama komunitas Apa Attitude Planet Art ini berdiri dan apakah sedari awal tempatnya sama, selalu disini? Uncle menjawab sudah berdiri 20 tahun. Dan tempatnya telah mengalami perpindahan, semula berada di Kuala Lumpur, namun sekarang sudah berpindah ke Hulu Langat, Selangor.

Kembali bertanya, barang pertama apakah yang dibuat oleh Uncle Ben? Dijawablah barang pertama yang dibuat adalah loufah atau gambas. Uncle Ben menyebutkah bahwa setiap benda dan desain yang di buat selalu memiliki cerita dan keunikan di baliknya. Beliau bercerita bahwa salah satu motif batik yang dibuatnya terinspirasi dari bekas lumpur yang tersisa di dinding dan keramik saat 2022 dilanda banjir hebat di Desa Hulu Langat, Selangor.




