
JurnalPost.com – Di era digital saat ini, penggunaan smartphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, seringkali penggunaan yang tidak bijaksana dapat menimbulkan risiko dan bahaya bagi para penggunanya, terutama di kalangan siswa siswi. Dalam upaya untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang manfaat dan risiko penggunaan smartphone, serta memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di lingkungan pendidikan, PMM Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan aksi edukasi inovatif di SDN Mojolangu 2 Kabupaten Malang. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).”
Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 22 Januari dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa-siswi tentang cara menggunakan smartphone secara bertanggung jawab, sekaligus memperkenalkan potensi positif AI dalam pengembangan pembelajaran. siswa-siswi yang hadir juga diajarkan tentang manfaat positif penggunaan smartphone, seperti akses mudah ke sumber daya pendidikan online, komunikasi yang efektif dengan teman dan guru, serta penggunaan aplikasi pembelajaran yang interaktif.
Meski demikian, dalam sosialisasi tersebut 5 mahasiswa Daffa Akmal Fahruddin, Bagas Satrya Yogatama, Rosydan Amru Tamam, Muhammad Zidan Rifardi, dan Muhammad Hisyam Kamil yang tergabung dalam PMM Kelompok 67 Gelombang 3 Universitas Muhammadiyah Malang juga menyoroti bahaya-bahaya yang mungkin timbul akibat penggunaan smartphone yang berlebihan atau tidak tepat. Diantaranya adalah penyalahgunaan media sosial, kecanduan game online, serta risiko eksposur konten yang tidak sesuai usia. Para siswa-siswi juga diberikan tips praktis tentang bagaimana cara menggunakan smartphone secara aman dan bertanggung jawab, serta bagaimana mengidentifikasi situasi yang berpotensi berbahaya.

Selain edukasi untuk siswa-siswi, kegiatan ini juga melibatkan rekan guru dalam sosialisasi penggunaan ChatGPT, salah satu contoh aplikasi AI yang dapat digunakan dalam konteks pendidikan. ChatGPT adalah program komputer yang menggunakan kecerdasan buatan untuk berinteraksi dengan pengguna secara real time dengan model percakapan manusia. Kegiatan ini berhasil menuai sambutan positif dari para siswa, guru, dan wali murid di SDN Mojolangu 2 Kabupaten Malang. Dengan demikian, upaya edukasi ini diharapkan mampu menjadi langkah awal yang signifikan dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan dan peluang dalam era digital yang terus berkembang.




