
Penulis: Muchlisiniyati Safeyah, Ramadhani Mahendra Kusuma, Virginia Mandasari, Alfatih Sikki Manggabarani
JurnalPost.com – Tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) dan UPN “Veteran” Jakarta (UPNVJ) berhasil melaksanakan Program Implementasi Riset (IMRIS) dengan tema “Strategi Peningkatan Penjualan Sirup Jahe Merah Dwi Dewi Melalui Rebranding dan Diversifikasi Produk”.
Program IMRIS ini bermitra dengan UMKM Sirup Jahe Merah “Dwi Dewii” yang dimiliki oleh Dwi Agustining Purnomo Dewi. Berlokasi di Jl. Kapuas 84, RT. 02, RW. 08, Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar. Program ini diketuai oleh Ir. Muchlisiniyati Safeyah, M.T., dosen dari Fakultas Arsitektur dan Desain (UPNVJT), serta melibatkan Dr. Alfatih Sikki Manggabarani, S.E., M.Si dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (UPNVJ), Ramadhani Mahendra Kusuma, SP. MP. M.Sc dari Fakultas Pertanian (UPNVJT), Virginia Mandasari, S.MB., M.SM dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (UPNVJT), serta tiga mahasiswa. UMKM ini telah berdiri sejak tahun 2013, bermula dari kebiasaan keluarga membuat minuman jahe merah setiap Lebaran. Produk awal UMKM ini berupa sirup jahe merah yang dikemas dalam botol ukuran 500 ml. Seiring berjalannya waktu, usaha ini berkembang dengan memproduksi bubuk instan dalam kemasan 250 gram.
Inovasi yang ditawarkan oleh tim IMRIS mencakup desain kemasan dan varian produk baru, yaitu minuman Ready to Drink (RTD). Selain itu, tim juga membantu bagaimana mempromosikan produk melalui e-commerce seperti Instagram, TikTok, dan Shopee. Dibantu oleh dosen dan mahasiswa, Bu Dewi membuat akun Shopee dan melakukan sesi foto produk untuk meningkatkan penjualan melalui strategi digital marketing.
Selama pelaksanaan program, UMKM Sirup Jahe Merah “Dwi Dewii” sebagai mitra memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru tentang peningkatan penjualan melalui branding dan digital marketing. Mitra juga diajari menguasai pengembangan pasar untuk meningkatkan kapasitas produksi demi pengembangan usahanya. Tim IMRIS mendampingi mitra mulai dari kegiatan pelatihan, produksi, pemasaran, pengelolaan akun pemasaran digital, hingga desain kemasan dan logo baru.

Tidak hanya fokus pada promosi, tim IMRIS juga memberikan inovasi mesin parut jahe untuk memudahkan proses produksi. “Dengan adanya mesin parut jahe, kami berharap proses produksi dapat lebih efisien dan meningkatkan kapasitas produksi UMKM,” ungkap Ir. Muchlisiniyati Safeyah, M.T.
Ir. Muchlisiniyati Safeyah, M.T. juga menambahkan, “Program IMRIS ini diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh UMKM Dwi Dewii, di antaranya penjualan yang stagnan, variasi produk yang terbatas, dan pemasaran yang belum optimal.”
Program IMRIS ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi UMKM Sirup Jahe Merah “Dwi Dewii”, baik dari segi peningkatan penjualan maupun diversifikasi produk. “Kami sangat berterima kasih atas pendampingan dan inovasi yang diberikan oleh tim IMRIS. Semoga kerjasama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi UMKM kami,” ujar Dwi Agustining Purnomo Dewi.
Dengan adanya program ini, diharapkan UMKM Sirup Jahe Merah “Dwi Dewii” dapat lebih dikenal luas dan meningkatkan daya saingnya di pasar lokal maupun nasional.




