JurnalPost.com – Stunting merupakan mimpi buruk dalam siklus tumbuh kembang anak. Stunting adalah sebuah kondisi dimana tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain yang seusianya. Banyak sekali penyabab stunting, salah satunya yang sering disebutkan adalah faktor gizi buruk. Namun, berdasarkan penelitian Olo,dkk (2021), faktor stunting tinggi di Indonesia dikaitkan dengan faktor air dan sanitasi. Sanitasi yang buruk berkorelasi dengan tingginya sanitasi
Faktor sanitasi lingkungan yang buruk meliputi akses air bersih yang tidak memadai,penggunaan fasilitas jamban yang tidak sehat dan perilaku higiene mencuci tangan yang buruk berkontribusi terhadap peningkatan penyakit infeksi seperti diare, Environmental Enteric Dysfunction (EED), cacingan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan linear serta dapat meningkatkan kematian pada balita (Kwami et al., 2019; Headey & Palloni, 2019; Cumming & Cairncross, 2016; BAPPENAS & UNICEF,2017).

Permasalahan stunting yang terjadi pada masa kanak-kanak berdampak pada kesakitan, kematian, gangguan pertumbuhan fisik, gangguan perkembangan mental, kognitif dan gangguan perkembangan motorik. Gangguan yang terjadi cenderung bersifat ireversibel dan berpengaruh terhadap perkembangan selanjutnya yang dapat meningkatkan resiko penyakit degeneratif saat dewasa (de Onis & Branca, 2016; WHO, 2018; Kemenkes RI, 2018; onaesch et al., 2018). Dampak lain yang terjadi akibat stunting dimana anak memiliki kecerdasan kurang yang berpengaruh pada prestasi belajar tidak optimal dan produktivitas menurun. Jika hal ini terus berlanjut maka akan menghambat perkembangan produktivitas suatu bangsa di masa yang akan datang ( Hossain et al., 2017; Kemenkes RI, 2018; Trihono et , 2015).
Maka dari itu, kami Tim PIKAT Prodi Administrasi Publik UPN Veteran Jawa Timur yang diketuai Binti Azizatun Nafi’ah,S.IAN.,MPA menyelenggarakan “Penyuluhan Sanitasi Total Berbasis Lingkungan dalam Upaya Zero Growth Stunting”. Tema ini sangat relate dengan tingginya angka stunting di Kabupaten Probolinggo.

Penyuluhan diselenggarakan di Balai desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo pada tanggal 23 Juni 2023. Peserta penyuluhan adalah ibu-ibu kader posyandu dan ibu dasawisma. Ibu-ibu kader diberikan pemahaman tentang sanitasi total berbasis lingkungan dangat berdampak pada kesehatan anak serta berkaitan dengan stunting. Anak yang sering sakit-sakitan akan memiliki risiko stunting lebih besar karena tumbuh kembang yang kurang maksimal. Salah satu untuk menekan pertumbuhan stunting dengan menciptakan lingkungan bersih dan sehat yaitu dengan menjamin air yang digunakan anak-anak bersih.
Pemateri kedua yaitu Kalvin edo Wahyu,M.KP menjelaskan bagaimana air keruh dapat difilter dengan filter air khusus sehingga dapat dimanfaatkan ibu dan anak. Metode Ekohidrologi menjadi pilihan yang tepat dalam memfilter air. Pak Kalvin juga memperagakan bagaimana teknis pemasangan filter air yang dapat dipasang di saluran pipa air rumah tangga.
Penyuluhan ini sangat seru dilaksanakan dengan gambaran video dan praktik langsung, sehingga para peserta dapat memahami materi dengan cepat. Tidak hanya ibu-ibu kader, peserta KKN juga mempelajari langsung bagaimana teknologi ipteks dapat berguna dalam masyarakat jika dilakukan dengan tepat.
Penulis: Binti Azizatun Nafi’ah




