JurnalPost.com – Semarang, 9 Juli 2023 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT Ke-16) Posko 118 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang mengadakan kegiatan silaturahmi dengan berbagai tokoh masyarakat setempat dalam upaya mempererat hubungan dan berkontribusi pada Pembangunan Komunitas. Di UIN Walisongo Semarang, program ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kurikulum mahasiswa. Setiap tahun, mahasiswa yang terpilih berkesempatan untuk tinggal dan mengabdikan diri di berbagai desa atau kelurahan selama kurun waktu lebih dari satu bulan lamanya.
Perlu diketahui, Mahasiswa KKN MIT 16 Posko 118 melaksanakan KKN di Desa Tangkis, sebuah Desa yang berada di Kecamatan Guntur Kabupaten Demak. Dalam periode KKN ini, mahasiswa UIN Walisongo Semarang terlibat dalam berbagai proyek pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan tokoh dan masyarakat setempat. Proyek tersebut mencakup berbagai bidang seperti pendidikan, keagamaan, lingkungan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi lokal.
Mahasiswa KKN MIT 16 Posko 118 yang dibimbing oleh Riska wijayanti, M.H berhasil menjalin silaturahmi yang erat dengan berbagai Tokoh Masyarakat Desa Tangkis. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat yang menjadi tempat pelaksanaan KKN. Harapannya, mahasiswa dapat diterima dan dikenal oleh masyarakat serta membaur dengan kehidupan desa sehingga dapat melaksanakan misi KKN dengan optimal.
“Para Mahasiswa KKN MIT 16 Posko 118 menunjukkan komitmen mereka dalam mengenal dan memahami kondisi masyarakat setempat. Mereka secara aktif mencari tahu kebutuhan dan potensi yang ada di lingkungan sekitar”. Ujar Sumadi, Kepala Desa Tangkis.
Dengan semangat kebersamaan, Mahasiswa KKN MIT 16 Posko 118 berusaha memberikan kontribusi positif yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat. Salah satu kegiatan awal yang dilakukan adalah kunjungan ke kediaman tokoh masyarakat setempat seperti rumah Kepala Desa, Imam Masjid, Kyai, RT, RW, Ormas, hingga UMKM setempat seperti Pabrik Saos dan Tempe. Mahasiswa berkesempatan berdialog secara langsung dengan tokoh-tokoh tersebut, yang memiliki pengaruh dan peran penting dalam masyarakat. Dalam dialog tersebut, mahasiswa mendengarkan pengalaman, cerita, dan aspirasi tokoh masyarakat, serta bertukar pikiran mengenai permasalahan yang dihadapi serta potensi yang ada di Desa Tangkis, Kecamatan Guntur, Demak.

Salah satu Mahasiswa KKN MIT 16 posko 118, Nailul Faridah, mengatakan, “Melalui kegiatan silaturahmi dengan tokoh masyarakat setempat, kami mendapatkan wawasan yang berharga. Kami berharap kegiatan KKN dapat membantu masyarakat dalam mengatasi berbagai tantangan yang mereka hadapi, serta memberikan kontribusi positif yang bermanfaat dalam pengembangan potensi daerah ini.”
Diharapkan bahwa melalui silaturahmi yang telah terjalin ini, hubungan antara mahasiswa KKN MIT 16 UIN Walisongo Semarang Posko 118 dengan masyarakat setempat semakin kuat dan saling mendukung. Kegiatan ini diharapkan juga dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya dalam menjalankan program KKN yang berdampak positif bagi masyarakat.
Dengan kegiatan silaturahmi ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai masyarakat setempat. Selain itu, juga mampu mengidentifikasi permasalahan yang perlu diselesaikan serta potensi yang dapat dikembangkan. Hal ini akan menjadi dasar untuk merencanakan program kerja KKN yang efektif dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Giat silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membawa perubahan positif dan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa.




