JurnalPost.com – Dikutip dari laman https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id, studi independen adalah bagian dari program Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan, namun tetap diakui sebagai bagian dari perkuliahan. Program ini diperuntukkan untuk mahasiswa yang ingin melengkapi dirinya dengan menguasai kompetensi spesifik dan praktis yang juga dicari oleh dunia usaha dan dunia industri. Dalam program ini Kampus Merdeka bekerja sama dengan beberapa mitra, salah satunya yakni Yayasan Sekolah Ekspor Nasional.
Yayasan Sekolah Ekspor Nasional merupakan Lembaga pelatihan ekspor yang mendayagunakan teknologi digital dengan visi menumbuhkembangkan eksportir baru khususnya para UKM, kalangan perguruan tinggi dan generasi muda, berkontribusi pada pembangunan nasional melalui peningkatan penerimaan devisa serta membangun kewirausahaan global di kalangan UKM dan generasi muda. Pembelajaran program studi independent di Sekolah Ekspor ini diawali dengan pengetahuan komprehensif tentang peluang menjadi eksportir baru di era perdagangan global dan informasi karir menjadi profesional di perusahaan ekspor-impor atau fasilitator UKM ekspor, dengan menghadirkan para praktisi yang relevan. Peserta akan mendapat pembekalan tentang perekonomian global, peraturan perdagangan internasional dan kepabeanan.
Sesuai dengan filosofi pembelajaran ekspor “from local go global”, para mahasiswa peserta akan menjalani proses team building secara daring dan untuk memahami potensi ekspor di berbagai daerah. Pengembangan tim dan entrepreneurship akan ditanamkan pada mahasiswa peserta melalui serangkaian kegiatan Online Export Networking yang mengoptimalkan jejaring Sekolah Ekspor termasuk mahasiswa Sekolah Ekspor di berbagai daerah. Melalui kegiatan ini peserta diharapkan bisa lebih saling kenal, dan lebih memahami potensi produk ekspor lokal serta bergaul dengan akses pasar ekspor global.
Ketika mengikuti pembelajaran di Sekolah Ekspor, mahasiswa akan mendapatkan 2 pembelajaran secara online dan offline. Untuk kegiatan tersebut terdiri atas sebagai berikut:
– Kegiatan pembelajaran Online
a. Perkuliahan Ekspor, penyampaian materi atau modul oleh Mentor secara daring synchronous, Para peserta akan mengikuti kelas secara hybrid dalam bentuk online (daring). Ada 7 klaster modul yang akan disampaikan, yaitu:
1) Business Reconnaissance
2) Export Business Strategy
3) Starting Export & Product Development
4) Digital Marketing
5) Business Matching
6) Export Payment & Financing
7) Shipment & Documentation
b. Pembelajaran Asynchronous, sesi belajar mandiri dengan melihat pembelajaran dari SELS, berupa video, artikel, studi kasus, dan penugasan.
c. Kuliah Ekspor Khusus, kelas tambahan berupa pencerahan dan perluasan wawasan mengenai ekspor oleh toko-tokoh ekspor.
d. Praktek Ekspor dan Tugas, merupakan experiental learning untuk meningkatkan keterampilan peserta, didampingi oleh Mentor, dan dilanjutkan dengan tugas membuat Laporan Praktek Ekspor. Kegiatan praktek dalam satu semester dilakukan dengan mengerjakan 16 penugasan kelompok melalu Tim Startup Ekspor dengan dampingan tim mentor dan hasil praktikum akan dituliskan dalam bentuk paper.
e. Mentoring, kegiatan pendalaman materi yang didampingi oleh Mentor, dilakukan per kelompok atau individu secara online dan bergantian.
f. Ujian, yang dilaksanakan setiap klaster modul
– Kegiatan Pembelajaran Offline, dengan mengadakan kegiatan pembelajaran melalui jalan – jalan ekspor yang nantinya mengunjungi beberapa tempat yang berkaitan dengan kegiatan ekspor di beberapa daerah seperti Malang, Jakarta, Semarang dan masih banyak lagi hingga ke Luar negeri seperti Singapura.

Dengan adanya studi independent Sekolah Ekspor yang memberikan banyak pembelajaran serta ilmu yang bermanfaat ini, diharapkan banyak eksportir – eksportir muda Indonesia akan lahir dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada di Indonesia hingga dikenal di mata dunia serta membantu pertumbuhan ekonomi negara.
Penulis: Oktaviani Dwi Wulansari, Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Administrasi Bisnis.




