
JurnalPost.com – SMP Negeri 41 Surabaya memiliki program kegiatan P5 (Proyek Penguat Profil Pelajar Pancasila) yang harus diikuti oleh seluruh siswa sebagai sarana pembelajaran entrepreneur atau berwirausaha kepada siswa-siswinya yang berlangsung di sekolah untuk memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk mempelajari isu-isu penting di sekitar.
Pada kesempatan kali ini mahasiswa MBKM Untag Surabaya yang membantu dalam pelaksaan program tersebut dengan pemasaran yang berorientasi pada masyarakat dengan memberikan strategi pemasaran yang memprioritaskan pengenalan produk sirup jahe yang diproduksi oleh seluruh siswa kelas 7 SMP Negeri 41 Surabaya sendiri diproses pemasarannya.
Dalam konteks SMP, strategi ini sangat penting untuk meningkatkan penjualan produk. Siswa SMP belajar untuk memasarkan produk melalui berbagai kegiatan dan strategi yang dilakukan di sekolah. Berikut beberapa contoh kegiatan dan strategi yang dilakukan siswa SMP untuk memasarkan produk:
1. Survei dan Umpan Balik
• Lakukan survei untuk mendapatkan umpan balik dari pelanggan.
• Gunakan umpan balik untuk meningkatkan produk dan layanan.
2. Promosi Online:
• Gunakan platform online seperti Instagram, Tiktok atau Facebook Ads untuk mempromosikan produk.
• Buat iklan yang relevan dengan produk dan target audiens yang tepat.
3. Content Marketing:
• Buat konten yang relevan dengan produk, seperti video atau poster.
• Posting konten di media sosial atau blog.
• Gunakan konten untuk meningkatkan visibilitas dan meningkatkan minat pelanggan.
4. Word-of-Mouth:
• Ajak pelanggan untuk berbagi pengalaman tentang produk.
• Berikan hadiah atau diskon untuk pelanggan yang merekomendasikan produk
5. Partnership:
• Kerjasama dengan toko atau bisnis lain untuk mempromosikan produk.
• Tawarkan produk sebagai bagian dari paket atau promo.
• Berbagi informasi tentang produk melalui brosur atau poster
Dengan belajar pemasaran yang kita salurkan dapat membantu siswa siswi SMP Negeri 41 Surabaya ini memahami cara untuk memahami kebutuhan dan preferensi konsumen dan memutuskan segmentasi pasar yang tepat. Serta dapat diterapkan tidak hanya pada lingkup sekolah bahkan mungkin di luar sekolah.




