
JurnalPost.com – Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) menjadi tuan rumah Seminar Nasional dan Call of Papers 2023 (SNCFP 2023) yang mengangkat tema “Perkembangan Teknologi Kelautan Sebagai Tantangan Stabilitas Perairan Nasional Negara Republik Indonesia”. Acara ini dilaksanakan pada 13 Juli 2023 di Hotel Southern Surabaya dan dihadiri lebih dari 100 ahli, akademisi, maupun praktisi yang tertarik untuk memahami dan mencari solusi atas tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menjaga stabilitas perairan di tengah perubahan teknologi yang pesat dan dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
Dalam era di mana teknologi dan perubahan iklim semakin berkembang, Indonesia dihadapkan pada tantangan yang kompleks dalam menjaga stabilitas perairan. Keberadaan kapal perang negara asing di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia menjadi salah satu perhatian utama, dengan potensi pelanggaran teritorial dan hak kedaulatan negara menjadi kekhawatiran yang nyata. Tidak hanya itu, penggunaan underwater drone dalam Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) juga menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas perairan nasional.
Selain tantangan keamanan, perubahan iklim juga memberikan dampak signifikan pada stabilitas perairan Indonesia. Ancaman utama adalah regresi permukaan laut yang berpotensi menyebabkan banjir, erosi pantai, dan kerusakan ekosistem laut yang dapat merugikan negara kepulauan ini. Dalam kerangka hukum internasional, United Nations Convention on the Law of the Sea Tahun 1982 (UNCLOS 1982) menjadi acuan penting dalam menjaga stabilitas perairan nasional. Namun, tantangan perubahan iklim yang semakin dirasakan menimbulkan keraguan tentang efektivitas UNCLOS 1982 dalam mengatasi permasalahan yang muncul.

Dalam SNCFP 2023, para ahli dan praktisi dari berbagai latar belakang berkumpul untuk menganalisis dan mendiskusikan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menjaga stabilitas perairan nasional. Mereka berfokus pada peran perkembangan teknologi kelautan dan pengaruhnya, serta mengidentifikasi solusi inovatif yang dapat diterapkan untuk menghadapi tantangan ini.
Assoc.Prof. Dr. Ertien Rining Nawangsari, M.Si, selaku Dekan Fakultas Hukum UPNVJT, menegaskan bahwa SNCFP 2023 menjadi momentum penting bagi para ahli untuk berkolaborasi dalam mencari solusi yang tepat dan inovatif. Selain itu, kehadiran Assoc.Prof. Dr.Lukman Arif, M.Si, mewakili Rektor UPNVJT membuka acara ini dan menunjukkan dukungan penuh universitas terhadap upaya pemahaman dan penyelesaian masalah dalam menjaga stabilitas perairan nasional.
Seluruh akademisi dan praktisi yang hadir terlibat aktif sebagai peserta maupun pembicara. Mereka membahas berbagai aspek penting, termasuk strategi pengawasan dan pengamanan perairan, penguatan kerjasama bilateral dan multilateral, serta kebijakan lingkungan yang dapat mengurangi dampak perubahan iklim. Laksamana Pertama TNI Dr. Sriyanto ST.M.Han dan Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Agung Pramono SH.M.Hum hadir sebagai pembicara utama dalam seminar nasional ini.
Kegiatan SNCFP 2023 adalah upaya nyata Fakultas Hukum UPNVJT dalam pembangunan ketahanan nasional di Indonesia. Diharapkan SNCFP 2023 memberikan kontribusi penting dalam merumuskan langkah-langkah yang tepat dan berkelanjutan untuk menjaga stabilitas perairan nasional. Dengan meningkatkan kapasitas dalam pengawasan perairan, memperkuat kerjasama dengan negara-negara lain, dan menerapkan kebijakan yang ramah lingkungan, Indonesia dapat menghadapi tantangan teknologi dan perubahan iklim dengan lebih baik.




