JurnalPost.com – Sampah organik merupakan salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh banyak desa di Indonesia, termasuk Desa Segunung. Sampah organik, seperti sisa makanan, dedaunan, dan limbah pertanian, seringkali tidak dikelola dengan baik dan dapat menyebabkan masalah lingkungan yang serius. Selain itu, penanganan yang tidak tepat terhadap sampah organik dapat menghasilkan gas berbahaya, seperti metana, yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.
Namun, sampah organik juga memiliki potensi yang besar untuk diubah menjadi produk bernilai tinggi melalui pengelolaan yang tepat. Dengan mengelola sampah organik secara efektif, Desa Segunung memiliki peluang untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta menghasilkan produk jadi yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya adalah salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan KKN ini berlangsung selama 12 hari di Desa Segunung Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto. Oky Resita Rahmania selaku mahasiswi KKN Reguler 14 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya mengadakan kegiatan pendampingan pengelolaan sampah organik menjadi produk bernilai jual. Dimana melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sebuah pengalaman bagi mahasiswa dan bagi masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kreativitas masyarakat Desa Segunung.

Pelaksanaan kegiatan ini selama 2 hari pada tanggal 6-7 Juli 2023 di Balai Desa Segunung dan dihadiri oleh ibu-ibu PKK dari berbagai dusun yang adadi desa segunung. Kegiatan pendampingan pengelolaan sampah organik menjadi produk bernilai jual menjadi hal yang penting bagi masyarakat Desa Segunung dengan memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah dengan baik, memberikan pemahaman tentang peluang ekonomi yang terkait dengan pemanfaatan sampah organik. Masyarakat dapat mempelajari cara mengolah sampah organik menjadi produk bernilai jual, seperti lilin aromaterapi dan eco enzyme. Pendampingan pengelolaan sampah organik menjadi produk jadi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan langkah yang tepat untuk melibatkan mahasiswa dalam membantu desa mengatasi masalah sampah organik. Program KKN merupakan program yang mengintegrasikan pembelajaran dan pengabdian masyarakat, di mana mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata dalam memecahkan masalah sosial dan lingkungan di suatu daerah.
Mahasiswa terlebih dahulu memberikan lembar Pre Test untuk mengetahui seberapa paham pengetahuan audiens mengenai sampah organik. Kemudian kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pemaparan materi mengenai sampah, jenis-jenis sampah, cara pengelolaan hingga pemanfaatan sampah menjadi sebuah produk yang memiliki nilai jual. Diakhir kegitan diberikan lembar Post Test untuk mengetahui pemahaman audiens setelah kegiatan ini dilakukan. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dengan antusias masyarakat yang tinggi. Selama kegiatan berjalan masyarakat juga ber antusias dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang sekiranya kurang dimengerti. Kegiatan ini mendapat respon positif dari warga, sehingga masyarakat dan mahasiswa dapat saling merasakan manfaatnya bersama-sama.
Penulis merasa adanya kegiatan ini banyak memberikan pengalaman, terutama pengalaman bersosialisasi dan terjun langsung dengan masyarakat. Penulis juga mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang telah memfasilitasi kegiatan KKN selama 12 hari, Dosen Pembimbing Lapangan Moh. Dey Prayogo, S.I.Kom., M.I.Kom yang telah membimbing dan mendampingi dari awal kegiatan hingga akhir, Kepala Desa beserta jajarannya, pihak keamanan yang selalu melakukan pengawasan bagi mahasiswa Untag Surabaya, warga Desa Segunung yang telah membantu dalam keberlangsungan program kerja kami, kelompok KKN Untag Surabaya Regular 14.




