
JurnalPost.com – Selasa, 7 November 2023 menelusuri kawasan peninggalan Belanda yang berada di Pusat Pemerintahan Semarang. Lawang Sewu, Anda pasti pernah mendengar gedung satu ini. Beberapa tahun lalu, gedung peninggalan Belanda ini sangat populer terutama di kalangan warga kota Semarang. Bukan hanya karena sejarahnya yang panjang, arsitektur khas kolonial tapi juga karena kisah-kisah seram yang menghantui gedung peninggalan Belanda ini.
Waktu berlalu, Lawang Sewu kini berubah jadi tempat wisata sejarah. Anda yang punya rencana mengunjungi Lawang Sewu, berikut ini beberapa sejarah Lawang Sewu yang harus Anda ketahui!
1. Asal usul nama “Lawang Sewu”
Orang-orang mungkin mengenal gedung ini dengan nama Lawang Sewu mm, tapi tahukah Anda jika itu bukanlah nama asli dari Lawang Sewu. Di awal pembangunannya, bangunan ini bernama Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij. Sedangkan dalam bahasa Jawa, Lawang Sewu artinya seribu pintu.
Namun hanya karena namanya “Lawang Sewu”, tidak berarti gedung ini benar-benar punya seribu pintu. Faktanya, Lawang Sewu hanya memiliki 429 pintu. Tapi sama seperti kebanyakan gedung Belanda lainnya, Lawang Sewu memiliki banyak jendela besar yang jika dilihat dari jauh akan terlihat seperti pintu. Dan itulah alasannya kenapa orang-orang menyebut gedung ini sebagai “Lawang Sewu”
2. Dulunya, Lawang Sewu merupakan kantor kereta api milik Belanda
Berbeda dengan sekarang, Lawang Sewu dulu merupakan kantor administrasi Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) yaitu sebuah perusahaan kereta api swasta asal Netherland. Kantor NIS pertama berada di stasiun Semarang, tapi karena tempat itu tidak mencukupi, pemerintah Belanda akhirnya memutuskan membangun gedung baru.
Pembangunan kantor administrasi Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) dimulai pada tahun 1904 dan selesai tahun 1907. Pembangunan diawali dengan penggalian tanah sedalam 4 meter kemudian menggantinya dengan lapisan vulkanis yang membuat bangunan ini jadi anti gempa.
3. Saksi bisu pertempuran melawan tentara Jepang
Lantas membuat gedung ini jatuh ke tangan Indonesia. Lawang Sewu justru berubah menjadi medan pertempuran antara pemuda Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) dengan tentara Kempetai dan Kidobutai dalam peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang dari tanggal 14 Oktober sampai 19 Oktober 1945. Karena sejarahnya inilah, pemerintah kota Semarang menetapkan Lawang Sewu sebagai gedung warisan sejarah yang wajib dilindungi.
4. Setelah merdeka, Lawang Sewu berubah jadi kantor militer
Setelah merdeka dari Jepang dan Belanda, secara otomatis kantor administrasi kereta api ini jatuh ke tangan Indonesia. Oleh pemerintah, gedung ini kemudian difungsikan sebagai kantor PT. Kereta Api Indonesia atau KAI. Kemudian beralih fungsi menjadi Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer dan Kantor Wilayah Kementerian Perhubungan Jawa Tengah sebelum akhirnya dikosongkan pada akhir tahun 90-an.
5. Kini, Lawang Sewu berubah jadi tempat wisata
Sempat dinobatkan sebagai bangunan paling angker, kini Lawang Sewu sudah berbenah. Setelah pemugaran dan renovasi yang selesai pada tahun 2011, Lawang Sewu berubah menjadi tempat wisata sejarah. Tidak ada lagi ruangan gelap dengan berbagai penampakan menyeramkan.
Yang ada adalah bangunan indah peninggalan Belanda yang kaya sejarah. Kamu yang ingin berkunjung dan melihat kemegahan Lawang Sewu bisa datang dari pukul 07.00 pagi sampai pukul 21.00 alam. Untuk tiket masuk, pengunjung hanya perlu membayar Rp. 10.000 untuk dewasa dan Rp. 5.000 bagi anak-anak. Untuk bisa menjelajahi ruang bawah tanah, kamu harus menyewa tour guide dengan membayar biaya tambahan sebesar Rp. 30.000.
Nah, itu dia beberapa sejarah Lawang Sewu secara singkat yang harus kamu ketahui. Gimana? Mau berkunjung ke Lawang Sewu?
Penulis: Punky Nurul Faizah




