JurnalPost.com – Mahasiswa PMM gelombang 7 kelompok 243, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan dosen pembimbing Lapang (DPL) Bapak Ardik Praharjo S.AB., M.AB. dan beranggotakan Naurah Asta Gina, Novia Amalia Ramadina, Fizan Amarur Rendra dari prodi akuntansi dan Bahrul Ulum Al Rifdun, Mochamad Abdillah Chusnun dari prodi informatika pada Selasa (22/08) memberikan inovasi guna menumbuhkan jiwa kreatifitas dan kewirausahaan berupa lilin aromaterapi dari minyak jelantah kepada peserta didik SMP/SMK Bintang Raudloh di yayasan Bintang Raudloh. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Dalam program mengembangkan jiwa kreatifitas dan kewirausahaan, tim Pengabdian Pada Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) gelombang 7 kelompok 243 dibawah naungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan inovasi khusus guna mengembangkan jiwa kreatifitas dan kewirausahaan melalui pembuatan lilin aromaterapi atau biasa disebut “Scented Candle” yang mana dalam pembuatannya dengan mengolah limbah sisa rumah tangga berupa minyak jelantah.
Pada persiapan pembuatan lilin aromaterapi ini dimulai dengan menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Alat yang diperlukan untuk membuat lilin aromaterapi diantaranya, kompor, penggorengan, pengaduk, gelas ukur, cetakan lilin dan saringan. Sedangkan untuk bahan yang digunakan yaitu, minyak jelantah, arang, pewarna makanan, minyak aromaterapi, tisu, sterin, dan sumbu. Pada pembuatan lilin aromaterapi ini pertama kita mendiamkan minyak jelantah dan diberi arang selama semalam untuk menghilangkan bau dari sisa penggorengan dari minyak jelantah. Kemudian keesokan harinya minyak jelantah disaring menggunakan tisu sesuai takaran (1:1) dengan stirin. Setelah itu lilin yang telah disaring dipanaskan dan masukkan sterin sesuai dengan takaran tersebut, selanjutnya aduk hingga merata.

Ketika warna telah tercampur rata, adonan lilin kemudian dimasukkan kedalam cetakan dan jangan lupa memasukkan sumbu untuk menyalakan lilin nantinya. Sekitar 5 menit lilin akan mengeras dan siap untuk digunakan. Dalam langkah pembuatan para siswa SMP/SMK diberikan tayangan video pembuatan lilin aromaterapi serta sesi tanya jawab mengenai pembuatan lilin aromaterapi. Dalam sesi tanya jawab, tim PMM kelompok 243 memberikan hadiah bagi siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan tepat. Dalam inovasi pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan menjembatani kreatifitas dari peserta didik serta mengembangkan jiwa kewirausahaan dimana daerah tempat tinggal peserta didik yang mayoritas menyediakan tempat makan dan warung dapat mendobrak ekonomi keluarga melalui limbah sisa berupa minyak jelantah, terlebih lagi dalam sekolah SMP/SMK Bintang Raudloh dimana merupakan sekolah berbasis pondok pesantren yang mana pastinya tidak asing dengan limbah sisa berupa minyak jelantah. (www.umm.ac.id)
Penulis : Tim PMM kelompok 243 gelombang 7




