JurnalPost.com, (Sragen, 7 Agustus 2023), Sampah daun kering sering kali menajdi masalah diberbagai daerah salah satunya di daerah Desa Gesi. Di desa Gesi sampah daun sering kali hanyak dikumpulkan lalu dibakar. Disisi lain sampah daun kering ini sebenarnya bisa dijadikan sebagai pupuk kompos untuk tanaman salah satunya melalui media Tong Komposter. Hal ini yang menjadikan Mahasiswa KKN TIM II UNDIP memberikan solusi inovatif melalui pembuatan pupuk dengan media Tong Komposter.
Tong Komposter adalah wadah khusus yang digunakan untuk mendaur ulang sampah organik, seperti daun kering menjadi pupuk kompos untuk tanaman. Dalam waktu kurang lebih satu bulan daun kering ini akan menjadi pupuk kompos yang nantinya bisa dipakai untuk tanaman.
Pemanfaatan sampah daun kering melalui Tong Komposter adalah salah satu cara yang praktis dan bermanfaat untuk mengatasi masalah sampah organik. Dengan menggunakan Tong Komposter, masyarakat dapat mengurangi sampah daun dan menghasilkan pupuk kompos yang bermanfaat.
Program kerja ini dimulai dengan beberapa tahapan, mulai dari tahap persiapan dan tahap instalasi yang dilakukan pada tanggal 24 Juli 2023, tahap pembuatan pupuk dilakukan pada tanggal 31 Juli 2023 dan tahap terakhir, yakni tahap sosialisasi kepada perangkat desa gesi dilakukan pada tanggal 7 Agustus 2023. Mahasiswa KKN Tim II UNDIP membuat 3 (tiga) Tong yang nantinya akan didistribusikan ke warga desa Gesi melalui perangkat desa.

Dalam proses distribusi tong ini, mahasiswa KKN juga memberikan buku panduan pembuatan Tong Komposter dengan maksud dapat membantu masyarakat desa Gesi yang ingin membuat Tong Komposter ini dalam hal pemanfaatan sampah daun kering untuk keperluan pupuk lahan perkebunan.
Penulis: Kelompok 8 KKN TIM II UNDIP 2022/2023
DPL: Oktavianto Eko Jati, S.Pi., M.Si.
Lokasi KKN: Desa Gesi, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen.




