
Oleh : Zaidan Halifz Bainuri Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media SV IPB
JurnalPost.com – Saifullah atau yang biasa dipanggil Ipul, merupakan seorang pebisnis di bidang kuliner. Saifullah lahir pada 20 Mei 1979. Saifullah lahir dan besar di Kota Bogor. Ia menempuh pendidikan di sekolah-sekolah yang ada di Kota Bogor diantaranya adalah SD Negeri Polisi 4 Bogor, SMP Negeri 1 Bogor, dan SMA Negeri 3 Bogor. Dalam melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi, Saifullah menempuh pendidikan di Universitas Trisakti jurusan Manajemen Transportasi Laut. Namun, saat ia sedang menempuh pendidikan di “Kampus Pahlawan Reformasi” tersebut, keluarganya dihadapkan oleh suatu musibah. Ayah Saifullah mengalami suatu kecelakaan, sehingga menyebabkan Saifullah harus menunda pendidikannya untuk menemani sang ayah menjalani proses pengobatan, karena ia merupakan anak laki-laki satusatunya. Setelah masa pengobatan ayah Saifullah selesai, ia pun melanjutkan pendidikannya di universitas dan jurusan yang sama.
Setelah menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi, Saifullah memulai perjalanan karirnya mulai dari menjadi seorang penyiar radio di Radio Lesmana Bogor selama kurang lebih dua tahun. Setelah memutuskan untuk keluar dari Radio Lesmana, Saifullah melamar kerja di sebuah perusahaan di bidang asuransi, yaitu AXA Mandiri. Meskipun beliau baru bekerja di perusahaan tersebut selama satu tahun, namun beliau memutuskan untuk keluar dari perusahaan tersebut. Setelah itu, Saifullah terus mencari pekerjaan hingga pada akhirnya Saifullah menemukan pekerjaan yang cocok dengan bidang yang ia pelajari semasa kuliah yaitu Manajemen Transportasi Laut. Saifullah mendapatkan pekerjaan di perusahaan pengiriman barang yang berfokus di transportasi laut, Freight Forwarding. Namun, baru genap dua tahun ia menekuni pekerjaan yang cocok dengan bidangnya, Saifullah memutuskan untuk resign dari pekerjaannya tersebut. Keputusan tersebut ia ambil lantaran porsi kerja yang diluar batas dan mengganggu waktu istirahat, serta atasan beliau yang tidak bertanggung jawab. Ditambah saat itu ia mendapatkan tawaran kerja menjadi konsultan pendidikan. Hal inilah yang menjadi alasan utama mengapa ia memilih untuk angkat kaki dari perusahaan tersebut.
Provisi Education adalah sebuah perusahaan dimana Saifullah bekerja sebagai seorang konsultan pendidikan. Di pekerjaan inilah akhirnya Saifullah menemukan rasa nyaman dalam pekerjaanya. Bukan tanpa sebab, tapi Saifullah mendapatkan banyak pandangan baru dari pengalamannya turun ke lapangan untuk melakukan pendampingan sekolah dan pendampingan anak-anak di pedalaman. Saifullah berkeliling ke hampir seluruh wilayah Indonesia untuk membimbing, memotivasi dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak di pedalaman wilayah Indonesia untuk dapat menjamin masa depan mereka. Selain itu Saifullah bersama rekan-rekannya juga melakukan pengajaran atau bimbingan kepada guruguru yang ada di pedalaman. Dalam hal ini, Provisi Education bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan khususnya perusahaan pertambangan yang mengeluarkan dana CSR
(Coorporate Social Responsibility) di bidang pendidikan. Perusahaan-perusahaan tersebut menggaet Provisi Education sebagai konsultan pendidikan dari pengelolaan dana CSR tersebut. Melalui pekerjaan ini, Saifullah bersama rekan-rekannya dapat menumbuhkan motivasi belajar pada anak-anak yang berada pedalaman sehingga pada akhirnya anak-anak tersebut dapat lulus sekolah dengan baik sekaligus mengadakan pelatihan dan bimbingan bagi guruguru di pedalaman. Hal inilah yang membuat Saifullah merasa nyaman di pekerjaan ini. Selain itu, menurut Saifullah, salah satu hal menyenangkan lainnya dalam menjadi seorang konsultan pendidikan yang turun langsung ke lapangan adalah dapat berkeliling Indonesia tanpa harus mengeluarkan biaya.
Salah satu proyek yang dihasilkan oleh Saifullah bersama Provisi Education adalah bekerja sama dengan NGO (Non Governmental Organization) yang berasal dari pihak asing untuk membangun sebuah perusahaan ramah anak dan memproduksi buku cerita anak untuk mendukung kesejahteraan anak-anak pedalaman di Indonesia khususnya di bidang pendidikan.
Menurut Saifullah, satu pengalaman yang tidak terbayarkan selama ia bekerja sebagai konsultan pendidikan adalah dapat bertukar cerita dengan rekan-rekan satu profesinya yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Mereka saling bertukar cerita tentang pengalaman mereka di lapangan.
Dalam beberapa kasus, mereka harus menghadapi penolakan oleh para guru dan warga di pedalaman, sampai pada akhirnya mereka melakukan pendekatan dan diterima oleh warga setempat. Bahkan salah satu dari mereka ada yang diangkat menjadi keluarga maupun saudara. Namun, sesuatu yang paling istimewa dan membekas di diri Saifullah sampai saat ini adalah ucapan terima kasih yang diucapkan oleh para guru di pedalaman yang berterima kasih atas bimbingan dan ilmu yang diberikan oleh Saifullah. Mungkin hal ini adalah hal yang sepele, namun bagi Saifullah ucapan terima kasih tersebut sangatlah istimewa dan tidak dapat terbayarkan oleh apapun. Tidak peduli apakah upah yang diterima besar atau kecil, ucapan terima kasih tersebut sangat berkesan bagi Saifullah. Hal inilah yang membuat Saifulllah menemukan rasa nyaman dalam pekerjaannya.
Namun, setelah bekerja sebagai konsultan pendidikan selama 17 tahun yang mengharuskan Saifullah mengunjungi beberapa tempat di pedalaman Indonesia dalam waktu yang saling berdekatan, membuat Saifullah memiliki batasan jarak dan waktu dengan keluarganya. Pada saat ia menekuni pekerjaan yang dapat membuat ia nyaman, di saat yang bersamaan ia merasa tidak memiliki keluarga, walaupun ia memilikinya. Apalagi saat itu kedua anaknya sedang dalam masa pertumbuhan. Hal inilah yang membuat Saifullah pada akhirnya memutuskan untuk resign dari pekerjaannya sebagai konsultan pendidikan di Provisi Education.
Setelah resign dari pekerjaannya sebagai konsultan pendidikan, Saifullah mencoba untuk memulai beberapa bisnis, dari mulai berjualan beras secara online, hingga pada akhirnya Saifullah bersama istri membangun sebuah bisnis kuliner yang diberi nama “Dapur Mimih” dan “SeloTea” yang hingga saat ini ramai pengunjung setiap harinya. Menurut Saifullah, kunci dari kesuksesan dalam berbisnis adalah keberanian dan ide kreatif. Perlu keberanian yang sangat besar untuk meninggalkan zona nyaman dan memulai suatu hal yang baru dan juga perlunya ide kreatif untuk menghasilkan inovasi-inovasi baru dalam sebuah bisnis.




