Penulis : Tirta Dwi Tamanningrum/23010120140070 (Peternakan – Fakultas Peternakan dan Pertanian)

JurnalPost.com – Desa Lengking, Kecamatan Bulu (21/07/2023) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro (Undip) telah berhasil menciptakan terobosan yang bernilai bagi lingkungan dan pertanian lokal. Dalam upaya untuk mengatasi masalah limbah peternakan dan mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan, kelompok mahasiswa KKN Undip telah melaksanakan proyek pembuatan pupuk organik dari limbah peternakan di Desa Lengking, Kecamatan Bulu.
Pelatihan ini diikuti oleh puluhan ibu-ibu anggota KWT Desa Lengking, yang antusias untuk memanfaatkan ilmu baru dalam praktik pertanian mereka. Acara dimulai dengan sambutan hangat dari koordinator KKN UNDIP dan perwakilan KWT, yang menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam menciptakan keberlanjutan di sektor peternakan dan pertanian.
Para mahasiswa KKN UNDIP dengan penuh semangat membagikan pengetahuan mereka tentang bahan-bahan yang diperlukan dan langkah-langkah praktis dalam pembuatan pupuk organik. Mereka menjelaskan manfaat pupuk organik dalam meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya, dan berkontribusi terhadap lingkungan yang lebih sehat. Presentasi disertai dengan demonstrasi langsung, di mana para peserta dapat melihat dan ikut berpartisipasi dalam proses pembuatan pupuk organik.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami para ibu di desa. Kami bisa belajar cara membuat pupuk sendiri tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pupuk kimia,” ujar ibu Winarsih, salah satu peserta pelatihan. “Kami berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut agar pengetahuan kami dalam pertanian semakin berkembang.”
Selain pembuatan pupuk organik, para mahasiswa KKN UNDIP juga memberikan informasi tentang praktik pertanian berkelanjutan lainnya, seperti pengendalian hama alami dan rotasi tanaman. Mereka mendorong para ibu-ibu KWT untuk menerapkan pendekatan berkelanjutan ini guna menjaga produktivitas lahan pertanian mereka secara jangka panjang.
Ketua tim KKN, Ihsanudin Halim menyatakan, “Kami sangat berterima kasih atas kerjasama dan antusiasme yang ditunjukkan oleh Ibu-Ibu KWT Desa Lengking. Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pertanian lokal, tetapi juga menjadi contoh inspiratif bagi komunitas lainnya.”
Pelatihan pembuatan pupuk organik ini merupakan contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat memberikan manfaat konkret dalam memajukan sektor peternakan dan pertanian berkelanjutan di wilayah pedesaan. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan meluas ke desa-desa lainnya, sehingga pengetahuan mengenai pertanian berkelanjutan dapat semakin merata dan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat.




