
Penulis: Choirun Nisa Novitasari
Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Gelombang 6 Kelompok 157
JurnalPost.com – Kelompok Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan kegiatan psikoedukasi Kepemimpinan di pondok anak yatim (PAY) Salman di Jalan Raya Candi No. 193, Karang besuki, Kec. Sukun Kota Malang. Mahasiswa yang melakukan kegiatan ini adalah PMM Kelompok 157 gelombang 6, pada hari Senin, 31 Juli 2023, dengan dosen pembimbing lapangan (DPL) ibu Sofa Amalia , S.Psi,.M.Si. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak Pondok Anak Yatim Salman tentang psikologi kepemimpinan. Psikoedukasi adalah suatu intervensi yang dapat dilakukan pada individu, keluarga, dan kelompok yang berfokus pada mendidik partisipan mengenai tantangan dalam hidup, membantu partisipan mengembangkan sosial dalam menghadapi tantangan tersebut, dan meningkatkan keterampilan untuk menghadapi tantangan tersebut.
Dalam upaya meningkatkan kepemimpinan yang efektif di berbagai lapisan masyarakat, psikoedukasi telah menjadi salah satu metode yang semakin banyak diterapkan. Psikoedukasi bertemakan kepemimpinan merupakan pendekatan yang menggabungkan aspek psikologi dengan pemahaman akan prinsip-prinsip kepemimpinan, dengan tujuan membangun pemimpin-pemimpin yang mampu memimpin dengan bijak dan berdaya. Kepemimpinan yang sukses tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis atau pengetahuan tentang industri, tetapi juga melibatkan pemahaman diri yang mendalam. Psikoedukasi kepemimpinan fokus pada pengembangan kesadaran diri, pengelolaan emosi, kemampuan berkomunikasi, dan interaksi antarpribadi.
Berdasarkan kepemimpinan pada fondasi psikologis yang kuat, individu lebih mampu mengelola stres, mengatasi konflik, dan mengambil keputusan yang tepat dalam berbagai situasi. Hal ini sesuai dengan studi kasus dan penelitian telah mengungkapkan dampak positif dari psikoedukasi kepemimpinan. Penelitian oleh Goleman et al. (2016) menunjukkan bahwa pemimpin yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi cenderung lebih sukses dalam mengelola tim dan menghadapi tantangan bisnis. Penelitian oleh Luthans et al. (2007) juga mengungkapkan bahwa program psikoedukasi kepemimpinan dapat meningkatkan kepuasan kerja dan produktivitas karyawan.
Kegiatan psikoedukasi dimulai dengan memberikan materi yang dilakukan oleh mahasiswa PMM, setelah itu melakukan sharing session dan diskusi kasus mengenai gaya kepemimpinan presiden dari masa ke masa. Hal ini direspon baik oleh mereka yang ditunjukkan dengan mencoba menjawab walaupun malu, namun pemateri merespon dengan baik keberanian anak tersebut untuk mencoba menjawab. Jawaban yang diberikan oleh anak tersebut adalah jika pemimpin berarti orang yang memiliki jabatan sedangkan kepemimpinan adalah orang sikap dari orang yang menjalankan jabatan itu. Setelah memberanikan diri untuk menjawab, dia diberikan reward sebagai bentuk apresiasi.

Hasil dari kegiatan ini dapat kami simpulkan bahwa anak-anak di Pondok Anak Yatim (PAY) Salman memiliki pemahaman yang baik mengenai kepemimpinan, dapat melakukan pencegahan atau pengelolaan masalah, dan dapat pemberdayaan individu sesuai dengan keterampilan masing-masing. Namun, terdapat juga kekurangan dari kegiatan ini antara lain kurangnya perubahan nyata yang dilakukan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-harinya. Dari apa yang telah diceritakan oleh anak-anak PAY Salman mahasiswa PMM memberikan pemahaman melalui psikoedukasi yakni adalah bentuk pemberian informasi mengenai kepemimpinan ataupun pemimpin, sifat pemimpin, tugas pemimpin, serta gaya kepemimpinan. Pemberian psikoedukasi melalui sharing session ini bertujuan agar anak-anak PAY Salman memahami kepemimpinan secara menyeluruh dan menumbuhkan rasa percaya diri karena kelompok yang rentan akan kurangnya kesadaran tentang kepemimpinan salah satunya adalah anak-anak yang tinggal di panti asuhan.Psikoedukasi kepemimpinan bukan hanya berfokus pada individu yang sudah memegang posisi kepemimpinan, tetapi juga relevan bagi individu yang ingin mengembangkan keterampilan kepemimpinan mereka untuk masa depan. Program-program ini dapat diselenggarakan oleh lembaga pendidikan, perusahaan, atau organisasi masyarakat untuk memberikan bekal psikologis yang kuat bagi para pemimpin masa depan.
1. Goleman, D., Boyatzis, R. E., & McKee, A. (2016). Primal leadership: Unleashing the power of emotional intelligence. Harvard Business Review Press.
2. Luthans, F., Avolio, B. J., Avey, J. B., & Norman, S. M. (2007). Positive psychological capital: Measurement and relationship with performance and satisfaction. Personnel psychology, 60(3), 541-572.




