Oleh,
Tim Projek P5 SMA Inklusi School Of Human
JurnalPost.com – Kebudayaan tradisional merujuk pada warisan budaya yang diteruskan dari generasi ke generasi dan melekat pada suatu kelompok atau masyarakat tertentu. Kebudayaan tradisional mencakup berbagai aspek kehidupan seperti bahasa, adat istiadat, upacara, seni, musik, tarian, pakaian tradisional, makanan, dan nilai-nilai yang diwariskan dari masa lalu. Kebudayaan tradisional sering kali mengandung makna yang dalam dan memiliki nilai-nilai yang penting dalam membentuk identitas dan kesatuan masyarakat. Budaya ini mencerminkan sejarah, nilai-nilai, keyakinan, dan cara hidup yang dihormati oleh kelompok tersebut.
Perkembangan era saat ini sangat pesat dalam ranah pakaian/fashion dengan memunculkan beberapa model trendi saat ini yang digaungi oleh generasi muda. Dapat dikatakan perkembangannya yang cepat dengan adanya transformasi digitalisasi memudahkan penyebaran informasi fashion terbaru disetiap negara. Generasi muda Indonesia tidak terlepas dari perkembangan tersebut, banyak anak muda yang mengikuti jejak fashion trendi masa kini yang menarik, lucu, sehingga menciptakan sebuah gelar fashionable pada seseorang.
Indonesia memiliki beragam model kain tradisional disetiap wilayah yang berbeda memiliki keunikan dan kekhasan untuk dapat dimodifikasi fashion kekinian saat ini. Indonesia memiliki beragam kebudayaan yang sangat kaya hampir disetiap wilayahnya, masing-masing memiliki identik dengan makna yang mendalam setiap motif maupun tenun yang diciptakannya. Kain tradisional merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kebudayaan tradisional di banyak negara di seluruh dunia. Setiap kain tradisional memiliki kekayaan motif, corak, warna, dan teknik tenun yang unik, yang mencerminkan sejarah, kehidupan sehari-hari, dan identitas budaya suatu komunitas.
SMA Inklusi School Of Human selalu mengedepankan pada pelestarian kebudayaan tradisional yaitu dengan berbagai kegiatan yang menggunakan pakaian warisan tradisional, kegiatan ini berhubungan sinergitas antara guru, orang tua murid, hingga peserta didik untuk sama-sama melestarikan warisan bangsa. Pada event SOH Different Culture Style, peserta didik, guru, orang tua murid hingga tenaga kependidikan dilingkungan School Of Human untuk memakai kain tradisional dari berbagai penjuru negeri. Kain yang dipakai mereka dapat rekayasa bentuk model design yang trendi, masing-masing peserta didik meragakan dan menampilan pakaian tradisionalnya. Kegiatan ini sejalan dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Kearifan Lokal untuk menciptakan Merdeka Belajar.

Kain tradisional sering kali dihasilkan melalui proses tenun yang rumit, yang dilakukan dengan tangan menggunakan alat tenun tradisional. Para pengrajin kain tradisional secara ahli memadukan benang berwarna dan motif-motif khusus untuk menciptakan desain yang indah dan bermakna.
Motif dan corak yang digunakan dalam kain tradisional sering kali memiliki makna simbolis yang dalam. Mereka mungkin menceritakan kisah-kisah mitologis, legenda, atau kepercayaan tradisional. Selain itu, motif dapat mencerminkan alam sekitar, flora, fauna, simbol-simbol keagamaan, dan simbol-simbol kehidupan sehari-hari. Melalui kain tradisional, cerita dan nilai-nilai budaya dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Tema ini bertujuan agar peserta didik mengenal identitas dan karakteristik negara, keberagaman budaya dan ciri khas lainnya tentang Indonesia sehingga mereka memahami identitas dirinya sebagai anak Indonesia, serta bangga menjadi anak Indonesia. Dengan perkembangan teknologi serta kebudayaan dari luar yang masuk sebagai bentuk modernisasi yang tidak dapat dihentikan, projek ini sebagai penguat peserta didik untuk dapat selalu mencintai kebudayaan bangsa. Menciptakan suasana hype dan trendi sesuai zamanya dalam upaya melestarikan warisan tradisional bangsa kepada peserta didik hingga adanya pelaksanaan workshop melestarikan kebudayaan tradisional bangsa sebagai rasa cinta kita terhadap kebudayaan tanah air.
(Muhammad Isnan Hadi, S.Pd. 2023)



Aku itu yg dokumentasi
Aku itu yg dokumentasi