JurnalPost.com – Technical Briefing sebagai sesi perdana untuk studi independen bersertifikat Merdeka Belajar-Kampus Merdeka di Bangkit Academy 2023
Bangkit Academy, salah satu program unggulan dari Merdeka Belajar-Kampus Merdeka di bidang studi independen, menawarkan berbagai jalur belajar multidisiplin yang mencakup Machine Learning, Mobile Development (Android), dan Cloud Computing. Program ini dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa Indonesia dengan keterampilan yang relevan dan dibutuhkan di industri teknologi. Bangkit Academy, dipimpin oleh Google dengan dukungan dari GoTo, Traveloka, dan DeepTech Foundation, bekerja sama dengan Kampus Merdeka untuk menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan memadai bagi mahasiswa Indonesia. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang mendalam dan interaktif, sehingga dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam dunia teknologi.
Pada program ini, penulis berkesempatan untuk mengikuti jalur belajar Cloud Computing. Dalam program pembelajaran Cloud Computing di Bangkit Academy, akan mendapatkan akses ke berbagai sumber daya yang berkualitas, termasuk platform online terkemuka seperti Dicoding, Coursera, dan Google Cloud Skills Boost. Platform ini dapat meningkatkan pemahaman tentang konsep dasar Cloud Computing, mempelajari teknologi infrastruktur awan, manajemen data di awan, dan penerapan virtualisasi. Penulis dan peserta lain akan terlibat dalam simulasi dan proyek yang dirancang untuk memberikan pengalaman yang serupa dengan bekerja sebagai profesional di industri teknologi.Program Bangkit Academy menawarkan lingkungan belajar yang interaktif dan terarah. Selain materi pembelajaran yang disediakan oleh mitra seperti Dicoding, Coursera, dan Google Cloud Skills Boost, mahasiswa juga terlibat dalam sesi ILT (Instructor-Led Training) yang dipandu oleh instruktur yang berpengalaman supaya dapat berdiskusi langsung mengenai materi yang berupa materi pengembangan soft skill, teknologi, dan juga untuk berkomunikasi secara profesional dalam bahasa Inggris
Calcuwaste adalah salah satu proyek yang berhasil dikembangkan oleh penulis artikel ini bersama dengan timnya dalam program Bangkit Academy. Tim ini terdiri dari 3 anggota dari jalur Machine Learning, 1 anggota dari jalur Mobile Development, dan 2 anggota dari jalur Cloud Computing. Aplikasi Calcuwaste dirancang dengan tujuan untuk membantu pengguna dalam menghitung karbon emisi dari sampah dengan cara melakukan scan foto sampah dan memberikan jumlah berat sampah tersebut, outputnya adalahkelas dari sampah beserta emisi karbon, beserta perkiraan harga barang daur ulang. Proyek ini merupakan salah satu capaian akhir dari program Bangkit Academy yang menunjukkan kemampuan kolaboratif tim yang terdiri dari mahasiswa dengan latar belakang multidisiplin dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh selama program.
Dalam pengembangan aplikasi Calcuwaste, tim menggunakan berbagai sumber daya dan teknologi yang mereka pelajari selama program Bangkit Academy. Mereka memanfaatkan fitur-fitur Google Cloud Platform (GCP) untuk mengelola layanan dalam aplikasi mereka. Dalam pengelolaan layanan, mereka menggunakan App Engine untuk kolaborasi aplikasi dengan layanan cloud yang disediakan oleh GCP, serta Cloud SQL untuk keperluan manajemen database. Selain itu, tim Machine Learning menggunakan layanan TensorFlow untuk mengembangkan model machine learning yang cerdas dalam aplikasi. Proyek Calcuwaste menjadi bukti nyata dari kemampuan dan keterampilan yang berhasil dikembangkan oleh penulis dan timnya selama program Bangkit Academy. Mereka berhasil menerapkan konsep Cloud Computing dan multidisiplin dalam pengembangan aplikasi yang bermanfaat dan inovatif.
Selain itu, Bangkit Academy juga menawarkan persiapan untuk sertifikasi teknikal. Peserta program memiliki kesempatan untuk mengikuti ACE (Associate Cloud Engineer) Preparation Exam, yang merupakan ujian persiapan untuk sertifikasi ACE. Ujian ini memvalidasi pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola infrastruktur awan dengan menggunakan layanan Google Cloud Platform (GCP). Hal ini juga pastinya membantu untuk mendapat sertifikasi r=ternama dari goole dengan gratis dengan mengikuti syarat dari tim Bangkit.
Bagi mahasiswa yang tertarik dalam bidang teknologi, Bangkit Academy adalah kesempatan emas untuk mengembangkan keterampilan multidisiplin dan mempersiapkan diri untuk karir di industri teknologi yang terus berkembang. Dalam program ini, mereka akan mendapatkan pengetahuan yang mendalam, pengalaman praktis, dan jaringan profesional yang luas. Dengan akses ke sumber daya berkualitas dan bimbingan dari praktisi industri, mereka akan menjadi calon profesional yang siap menghadapi tantangan di dunia teknologi. Bangkit Academy merupakan wadah yang memungkinkan mahasiswa Indonesia terlibat dalam pengembangan teknologi yang inovatif dan memberikan kontribusi nyata dalam transformasi digital. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh selama program ini, mereka dapat menjadi agen perubahan yang mendorong kemajuan teknologi di Indonesia dan menghadapi tantangan di masa depan.
Program Bangkit Academy adalah langkah awal yang tepat bagi mahasiswa Indonesia yang ingin meraih kesuksesan dalam dunia teknologi yang kompetitif. Dengan bergabung dalam program ini, mereka akan memperoleh fondasi yang kuat, keterampilan yang relevan, dan pemahaman yang mendalam tentang teknologi terkini. Mereka akan menjadi bagian dari komunitas yang bersemangat dalam mendorong inovasi dan transformasi di dunia teknologi.
Penulis : Divane Infonya Safinatunnajah, Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
Mengembangkan Karir Housekeeping Melalui One Day Career MedWist di Grand City Hotel Solo
JurnalPost.com - Salah satu tujuan pelatihan Housekeeping adalah pelatihan tentang pekerjaan di housekeeping agar kandidat memiliki skills yang diperlukan saat...




