
Oleh: Hajrah Nurul Hasanah (Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media SV IPB)
JurnalPost.com – Berliana Dwi Wulandari biasa disapa Berlin, mahasiswi akhir semester 8 di Universitas Sriwijaya yang berlokasi Sumatera Selatan, Palembang program studi Ilmu Komunikasi. Berlin berfokus dalam bidang jurnalistik dan memilki ketertarikan dalam sosial dan politik, pendidikan, kebudayaan, sejarah. Selain menjadi Mahasiswa Berprestasi Fisip Universitas Sriwjaya 2023, Berlin juga kerap kali mengisi waktu dengan menjadi Pembicara, Juri, Master of Ceremony dan juga Moderator dalam acara nasional maupun internasional. Berlin juga kerap kali meraih prestasi gemilang lainnya dengan menjadi juara dalam kompetisi seperti kompetisi Debat.
Kisah Berlin menjadi Mahasiswa Berprestasi Fisip Universitas Sriwijaya berawal saat Ia mengalami kegagalan sebelum menjadi mahasiswi Universitas Sriwijaya saat 2020 pernah mengalami ditolak 9x di PTN dan PTK. Saat itu impian Berlin adalah menjadi mahasiswa program studi Manajemen, namun Berlin belum berkesempatan lolos. Pada akhirnya Berlin diterima di Universitas Sriwijaya program studi Ilmu Komunikasi. Hal inilah yang menjadi kunci utama motivasi Berlin yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dan ingin berkembang di Universitas Sriwijaya serta tidak ingin mengecewakan orang tua. Memasuki semester tiga, Berlin mencoba untuk bergabung dalam organisasi dan ini merupakan langkah awal Berlin termotivasi untuk meningkatkan diri.
Di dalam organisasi ini, Berlin bertemu dengan orang-orang hebat yang memotivasi Berlin untuk mampu seperti mereka. Berlin menyadari bahwa seseorang yang bisa merasakan bangku kuliah adalah mereka yang beruntung karena banyak orang diluar sana yang ingin kuliah, namun belum bisa berkesempatan untuk kuliah. Dan Berlin sebagai salah satu orang yang beruntung , ingin bersyukur dan memanfaatkan kuliah itu sebaik mungkin.
Saat menjalani seleksi Mahasiswa Berprestasi Universitas Sriwijaya ada hal menarik menurut Berlin adalah saat seleksi di untuk membuat gagasan kreatif yang diawali dengan mencari suatu permasalahan, lalu mencari rumusan dan gagasan yang kreatif dan dipresentasikan menggunakan bahasa Inggris. Yang menarik tidak hanya tentang memenangkan kompetisi tersebut, tetapi bagaimana mahasiswa berkontribusi kepada masyarakat, saat itu Berlin membuat gagasan yang dapat menjawab permasalahan di desa Berlin. Berlin mengajukan gagasan tersebut ke stakeholder setempat. Hal utama yang merupakan aspek terpenting dalam seleksi Mahasiswa Berprestasi adalah seberapa besar keinginan dan pengaruh mahasiswa dalam merubah situasi yang ada di masyarakat. Menurut Berlin selaku mahasiswa sosial , ada kewajiban mahasiswa untuk memperhatikan keadaan sosial.
Selama menduduki bangku kuliah, ada hal yang membuat Berlin kesulitan. Kesulitan yang dialami yaitu keterbatasan akses untuk fasilitas informasi kegiatan yang ingin diikuti, seperti contohnya saat Berlin ingin mengikuti beasiswa ke luar negri. Berlin kesulitan dalam mencari akses informasi dan informasi terkait pembimbing. Kesulitan mengenai resources menjadi tantangan Berlin karena Berlin ingin berkembang namun terkendala dalam mencari informasi dan orang yang dapat membimbing . Meskipun saat ini, mencari informasi terbilang mudah karena adanya platform sosial media ataupun Google, namun Berlin merasa bahwa perlu ada orang yang membimbingnya atau biasa disebut mentor.
Hal ini Berlin atasi dengan menjalin pertemanan dengan orang yang pernah terlibat pada pengalaman serupa yaitu terkait beasiswa. Atas dasar pengalaman Berlin yang juga mengalami kesulitan untuk mencari informasi-informasi pengembangan diri maupun beasiswa yang tepat namun belum menemukan wadah tersebut, Berlin termotivasi untuk mendirikan sebuah NGO bernama Starterpath. Starterpath merupakan platform yang berfokus pada kemampuan leadership, public speaking, beasiswa dan kepenulisan. Menurut Berlin, mahasiswa harus menguasai keempat aspek tersebut guna memudahkan saat mengikuti organisasi, kegiatan maupun terjun dalam dunia pekerjaan. Yang menjadi permasalahan adalah saat ini masih banyak mahasiswa mereka tidak memiliki wadah pengembangan diri yang tepat.
Keempat aspek seperti leaderhsip, public speaking, beasiswa dan kepenulisan sangat penting untuk dipelajari dan maka dari itu, Starterpath hadir untuk menjadi wadah pengembangan diri yang ramah dan mudah diakses generasi muda dari berbagai latar belakang . Starterpath diawali dengan pengadaan webinar gratis dan juga pembuatan konten kreatif yang mengedukasi serta mentoring class.
Di tengah kesibukannya berprestasi dan juga mengembangkan Starterpath. Berlin mengatakan bahwa penting untuk memanajemen waktu dengan baik. Namun, ada aspek yang lebih penting yaitu bagaimana cara seseorang mengelola emosi. Mengelola emosi dengan efektif dapat dilakukan dengan menjaga mood tetap baik, menjaga energi tetap positif agar tidak menghambat dan tetap fokus dan bahagia. Meskipun lingkungan sekitar penuh tekanan , kita harus dapat mengelola emosi agar tetap fokus sehingga tidak menghambat pekerjaan.
Contohnya bagaimana kita bisa menerapkan keseimbangan dalam hal akademik dan non akademik tetapi suasana hati sedang tidak baik, jadi pengelolaan emosi itu sangat penting, dimana suasana hati harus terjaga dengan baik, sehingga semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. Jika ingin melakukan sesuatu, namun suasana hati sedang tidak baik, maka pada akhirnya tidak bisa mengerjakan hal tersebut secara maksimal.
Menyandang predikat mahasiswa berprestasi bukanlah hal mudah. Butuh perjuangan yang harus dikerahkan cukup menguras tenaga dan pikiran untuk sampai pada tingkatan tersebut. Namun, diri Berlin saat ini, juga pernah mengalami kegagalan sebelumya. Sebagai Mahasiswa Berprestasi sekaligus pendiri Starterpath, Berlin berpesan bahwa ketika diri mengalami kegagalan, kerap kali kita merasa bahwa diri kita kalah dengan orang lain. Berlin mengatakan ketika satu pintu tertutup untuk kita, pintu lain akan terbuka.
Kita harus tetap optimis dan percaya kepada Tuhan. Berlin percaya jika bersungguh-sungguh dan berkomitmen dan diiringi doa sesulit apapun ujian yang datang, alam semesta akan membantu diri kita. Tetapi jika keinginan kita tidak tercapai dan tidak sesuai harapan kita harus menerimanya dan ikhlas, karena terkadang hal yang menurut kita baik itu tidak baik menurut Tuhan. Karena Tuhan tahu hal yang kebih baik untuk kita. You’re enough just the way you are, berhenti membandingi kita dengan orang lain, karena yang harus dibandingi adalah diri kita saat ini dengan diru kita di masa lalu dan di masa depan. Objek utama di kehidupan kita adalah diri kita sendiri dan tidak perlu untuk membandingkan dengan orang lain, cukup buktikan diri kita dapat bersinar dimana pun kita berada dan dengan cara kita sendiri.




