Reporter: Bobby Ariadi (Mahasiswa STKIP Al-Hikmah Surabaya)
Narasumber: Idlofi Mahdi Muhammad (1st Runner Up Duta Lingkungan Jawa Timur 2023)
JurnalPost.com – Surabaya, 21 Oktober 2023 – Surabaya, kota terbesar di Jawa Timur, saat ini tengah menghadapi perubahan iklim yang ekstrem. Suhu di kota ini mencapai puncaknya dengan mencapai 37 derajat Celsius dalam beberapa hari terakhir. Hal ini merupakan indikasi nyata dari perubahan iklim global yang semakin meresahkan.
Faktor-faktor Global Warming Menurut Duta Lingkungan Jawa Timur 2023
Menurut Duta Lingkungan Jawa Timur 2023, Idlofi Mahdi Muhammad, perubahan iklim bukanlah hal yang terjadi begitu saja. Beberapa faktor yang menyebabkan global warming di wilayah ini mencakup:
● Kemacetan Lalu Lintas: Penggunaan kendaraan bermotor yang meningkat di Surabaya telah berkontribusi pada peningkatan emisi gas rumah kaca.
● Pembakaran Sampah: Pembakaran sampah yang dilakukan oleh warga Surabaya juga menjadi masalah serius. Surabaya dikenal sebagai penampungan sampah terbesar, dengan 8 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPU) yang tersebar di kota ini.
● Populasi Penduduk dan Penggunaan Transportasi: Pertumbuhan populasi penduduk yang beraktivitas dan penggunaan transportasi yang berlebihan turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan emisi karbon.
Tindakan Preventif yang Disarankan oleh Duta Lingkungan Jawa Timur
Duta Lingkungan Jawa Timur, Idlofi Mahdi Muhammad, juga memberikan pandangan terkait langkah-langkah yang dapat diambil untuk meminimalisir pemanasan global di Surabaya:
● Menjaga Kesehatan: Dalam menghadapi suhu yang ekstrem, penting untuk menjaga kesehatan. Idlofi Mahdi Muhammad menyarankan agar masyarakat sering-sering minum air putih agar tidak mengalami dehidrasi.
● Penghijauan: Salah satu tindakan penting adalah melibatkan diri dalam praktik penghijauan, seperti menanam bibit pohon di area rumah dan mendukung konservasi alam seperti eco-green.
● Penerapan Budaya Eco Lifestyle dan Eco Living: Mengadopsi budaya gaya hidup ekologis (eco lifestyle) dan hidup berkelanjutan (eco living) juga merupakan langkah
yang dianjurkan oleh Duta Lingkungan Jawa Timur. Ini termasuk pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, penghematan energi, dan penggunaan transportasi ramah lingkungan.
Dengan perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan, tindakan preventif dan kesadaran lingkungan yang kuat menjadi kunci dalam melindungi Surabaya dan lingkungannya dari dampak global warming yang lebih buruk.




