Oleh: Firyal Alfairuz Sabyla (Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB)
JurnalPost.com – Jalan tol merupakan jalan alternatif, sehingga bagi masyarakat yang memilih jalan tol. Biaya yang dikeluarkan akan memberikan nilai lebih berupa penghematan dalam biaya operasi kendaraan dan waktu, kenyamanan, dan fasilitas yang lebih baik. Salah satu upaya meningkatkan kinerja transportasi di wilayah Jabodetabek, dalam waktu dekat akan dioperasikan Jalan Tol Cimanggis –Cibitung yang merupakan bagian dari jalan tol Lingkar Luar Jakarta II (JORRII). Jalan tol ini memiliki panjang total 26,184 km dan menghubungkan Jalan Tol Jagorawi dengan Jalan Tol Jakarta -Cikampek.
Seksi 1A, menghubungkan antara Jalan Tol Jagorawi di Simpang Susun Cimanggis, dengan Simpang Susun Jatikarya/Jalan Transyogi Cibubur, sepanjang 2,75 km yang saat ini sudah beroperasi. Adapun, Seksi 2, sepanjang 23,434 km, menghubungkan Simpang Susun Jatikarya/Jalan Transyogi Cibubur dengan Simpang Susun Cibitung, saat ini, masih dalam tahap konstruksi. Untuk itu dalam perencanaan tarif tol, penetapan besarnya tarif tol juga harus memenuhi keuntungan atau manfaat bagi pengguna jalan. Dalam pasal 43 ayat (3) UU No.38 tahun 2004 tentang jalan disebutkan bahwa pengguna jalan tol dikenakan kewajiban membayar tol yang digunakan untuk pengembalian investasi, pemeliharaan dan pengembangan jalan tol.
Pasal ini menunjukan adanya kewajiban konsumen pengguna jalan tol untuk membayar tarif tol. Sedangkan mengenai penetapan tarif tol sendiri diatur dalam pasal 48 UU No.38 tahun 2004 tentang jalan. Selain itu sebagai aturan pelaksananya, dalam PP No.15 tahun 2005 tentang jalan tol, aturan mengenai tarif tol ini diatur dalam Pasal 66-68. Tentu saja merupakan langkah yang patut dipuji untuk berinvestasi lebih banyak dalam meningkatkan infrastruktur, asalkan dana yang terkumpul dapat dialokasikan secara efisien untuk meningkatkan standar jalan tol. Inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi pengguna jalan tol tersebut, namun juga dapat menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar, memperlancar pergerakan, dan mengurangi kemacetan lalu lintas.
Oleh karena itu, hal ini akan memberikan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan secara keseluruhan. Dukungan yang diberikan terhadap layanan publik, khususnya proyek-proyek yang ditujukan untuk transportasi atau peningkatan infrastruktur, dapat dilihat sebagai kontribusi yang signifikan terhadap masyarakat. Ketika masyarakat mendukung inisiatif tersebut, hal ini menunjukkan pemahaman mereka tentang pentingnya berinvestasi pada fasilitas umum untuk kesejahteraan kolektif. Dukungan ini bukan hanya tentang pengembangan fisik, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi, pekerjaan, dan aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat, sehingga merangsang perkembangan komunitas secara keseluruhan.
Pertimbangan-pertimbangan ini merupakan pertimbangan yang menyangkut aspek psikologis para responden sehingga nilai dari penghematan waktu dan tarif secara gradasi, sehingga para responden berfikir dalam menjawab apakah mereka akan menggunakan jalan tol ini dengan penghematan waktu tertentu dan biaya tertentu. Maka dari itu akan muncul probabilitas (kemungkinan) pengguna jalan tol dan yang tidak menggunakan jalan tol ini ketika jalan tol ini telah beroperasi. Agar memperhatikan biaya yang tidak diperlukan.
Disamping itu perusahaan disarankan untuk melakukan pengawasan yang efektif sehingga perusahaan selalu tepat menggunakan biaya operasional.Oleh karena itu, permasalahan kenaikan tarif tol di jalan tol Cimanggis-Cibitung perlu disikapi dengan cara yang menyenangkan dan efektif. Hal ini dapat dicapai dengan memulai kampanye penjangkauan masyarakat secara luas yang menjelaskan alasan dibalik kenaikan tarif tol. Hal ini harus mencakup penjelasan komprehensif mengenai lonjakan biaya operasional dan manfaat yang diharapkan. Selain itu, sangat penting untuk melibatkan pemangku kepentingan terkait seperti pemerintah daerah, organisasi non-pemerintah (LSM), dan media massa untuk memastikan bahwa informasi disebarluaskan secara transparan dan dapat diterima oleh individu dari semua lapisan masyarakat.
Sebaiknya kita menyelenggarakan pertemuan atau perkumpulan terbuka dengan masyarakat yang tinggal di sekitar kita. Pertemuan-pertemuan ini memberikan kita kesempatan untuk mendengarkan pemikiran, gagasan, dan kekhawatiran mereka terhadap kenaikan tarif tol. Penting untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pengambilan keputusan terkait tarif tol. Dengan demikian, kami dapat memastikan bahwa keputusan yang kami ambil mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Menyediakan informasi yang jelas dan mudah diakses mengenai penggunaan dana dari kenaikan tarif tol.
Hal ini termasuk laporan keuangan terbuka dan terperinci yang dapat memastikan akuntabilitas penuh. Membentuk lembaga atau mekanisme independen yang dapat mengawasi penggunaan dana dan memastikan bahwa dana tersebut digunakan sesuai dengan tujuan yang diumumkan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami, menerima, dan merasakan manfaat dari kenaikan tarif tol, sementara pihak pemerintah yang bertanggung jawab dapat memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana yang terkumpul.




