JurnalPost.com – Sumber daya manusia saat ini menjadi salah satu pembahasan yang sangat menarik, dalam dunia perkerjaan. sumber daya manusia sangat digambarkan kepada pekerja memiliki keahlian yang multifungsi di segala bidang di perusahaan manapun, keberadaan sumber daya manusia ini yang berkualitas serta berdaya tinggi tentu menjadi poin flus bagi pekerja disuatu perusahaan tersebut. Sumber daya manusia yang tidak layak ini digambarkan sebagai mesin, yang mana mesin ini dipekerjakan oleh manusia secara terus menerus bilamana mesin ini rusak atau karatan maka akan diganti dengan mesin yang terbaru yang lebih canggih dan lebih cepat.
Sama seperti halnya pekerja dimana pekerja yang minim keahlian tentu akan tergeser oleh pegawai yang serba bisa dan serba berpengalaman di semua bidang. Rendahnya kualitas sumber daya manusia merupakan suatu permasalahan yang paling mendasar dikarenakan menghambat pembangunan serta perkembangan ekonomi nasioanl, rendahnya sumber daya manusia ini menjadi batu sandungan dalam era globalisasi saat terjadinya persaingan mutu, karena adanya tuntutan dari perusahaan ini menjadi salah satu permasalahan bagi para pekerja tersebut. seiring dengan berjalannya dengan waktu tuntutan ini makin berkembang, tuntutan ini seperti teknologi, informasi dan komunikasi terus berkembang, maka dari itu pengembangan keterampilan sangat di perlukan meningat jaman semakin berkembang maka keterampilan sumber daya manusia juga akan lebih sulit. Para pekerja ini diberi pilihan oleh perusahaan yaitu dengan meningkatkan keterampilan yang ada atau digeser dengan pekerja baru yang lebih terampil dari pegawai lama.
Menurut Sonny Sumarsono (2003, H 4) Sumber Daya Manusia merupakan suatu usaha kerja atau jasa yang memang diberikan dengan tujuan dalam melakukan proses produksi. Dengan kata lain sumber daya manusia adalah kualitas usaha yang dilakukan seseorang dalam jangka waktu tertentu guna menghasilkan jasa atau barang. pekerja mengalami beberapa kendala saat meningkatkan keterampilan mereka, ada beberapa faktor yaitu kurangnya sarana dan fasilitas yang di sediakan oleh pihak pemerintah dan juga perusahaan entah dalam pendidikan, fasilitas penunjang dari perusahaan, maupun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dunia pendidikan yang akan mempengaruhi keterampilan saat bekerja. selain itu faktor-faktor yang mempengaruhi sumber daya manusia ini tentu adanya faktor individu dimana tolak ukur untuk berkerja saat ini adalah umur yang masih muda namun berpengalaman layaknya pekerja yang sudah bekerja selama lima tahun di perusahaan tersebut. Dengan ada kesenjangan ini pekerja yang sudah berumur cukup tua akan di pandang sudah tidak layak berkerja, padahal setiap orang berhak bekerja di usia berapa pun asalkan keterampilan tersebut sesuai dengan apa yang dibutuhkan saat itu. perusahaan selalu beranggapan umur yang tua akan sulit dituntut mencapai target yang diberikan.
Masyarakat yang minim pendidikan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi sumber daya manusia masih rendah, dimana sebagian masyarakat kurang merespon adanya kemajuan dibidang pendidikan saat ini, masyarakat pelosok menyekolahkan anaknya paling tinggi di jenjang SMP saja. Alih-alih beranggapan bahwa berkerja kasar pun sudah cukup memenuhi biaya hidup mereka. padahal sumber daya manusia saat ini akan terus berkembang sesuai kemajuan teknologi dan informasi, semakin tinggi jenjang sekolah tersebut maka akan tinggi pula jabatan yang akan diperoleh. Seberpengruhnya pendidikan tersebut kepada tingkat keahlian pekerja ini sebab adanya tahap-tahap pelatihan yang diberikan yang membutuhkan sebagian pengetahuan pekerja. Masyarakat sering beranggapan pekerjaan tidak membutuhkan keterampilan yang lain, sebab sebagian masyarakat menganggap gajih akan naik ketika berkerja lebih lama dari tahun ketahun, padahal gajih tidak selalu naik perihal lama berkerja akan tetapi bagaimana keterampilan para perkerja lebih unggul dari pekerja lainnya, seiring dengan berjalannya waktu pekerja yang keterampilannya tidak dibutuhkan akan di phk oleh perusahaan,
Minimnya peluang kerja menjadi salah satu penyebab rendahnya sumber daya manusia saat ini. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pengangguran di indonesia mencapai 8,4 juta orang pada bulan agustus 2022, porsinya mencapai 5,86% dari total angkatan kerja nasional. pengangguran paling banyak berasal dari kelompok usia 20-24 tahun, yakni 2,54 juta orang. di tahun 2023 indonesia di prediksi memiliki tingkat pengangguran sebesar 5,3% pada tahun 2023 dari tahun sebelumnya. Rendahnya kualitas sumber daya manusia tentu akan menghambat proses dan upaya mengurangi jumlah penduduk miskin, sebab kualitas sumber daya manusia dapat dilihat dari indeks kualitas hidup atau indeks pembangunan manusia. Akibat dari rendahnya indeks pembangunan maka berakibat pada rendahnya produktivitas kerja penduduk. Dengan angka pengangguran ini sudah menjadi PR bagi pihak-pihak yang berperan seperti pemerintah bagaimana menimalisir sumber daya manusia yang masih rendah. sebagaimana di sebutkan tingkat pengangguran saat ini di usia 20-24 tahu, dimana usia ini masih sangat minim pengalaman, pengalaman berkerja tentu bisa dilihat berapa lama pekerja tersebut bekerja di perusahaan.
Keterampilan berkerja ini tidak bisa dilihat dalam waktu singkat, untuk mengasah keterampilan maka perusahaan mengadakan pelatihan sesuai bidang yang didalami oleh karyawan, memberikan apresiasi terhadap karyawan yang berprestasi, memberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan untuk karyawan potensial, memberikan kenaikan gaji atau bonus kepada karyawan, memberikan fasilitas yang memadai pelatihan dan pengembangan dapat membantu karyawan meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan karyawan dalam melaksanakan tugas-tugas pekerjaan.
Dengan demikian, mereka dapat bekerja dengan lebih efisien dan efektif, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktifitas kerja secara keseluruhan. Tidak hanya itu pembekalan materi keterampilan ini mudah di akses oleh pekerja dimana saja dan kapan saja, serta materi tersebut tidak hanya lewat seminar, pendidikan maupun video dan audio yang mempermudah para pekerja. Dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia tidak hanya pada pekerja lama saja tentu adanya pengingkatan sumber daya manusia di calon karyawan baru, dengan membuat proses rekrutmen lebih ketat, melakukan penelusuran bibit unggul di sekolah dan universitas, kualitas dan kecepatan kerja ini bukan semata-mata menguntungkan pihak perusahaan saja, namun perusahaan pun perlu memberikan kemudahan-kemudahan untuk para pekerja saat meningkatkan keterampilan. Perusahaan perlu memberikan kesempatan kepada pekerja yang umurnya lebih tua agar dapat menunjukan ketermpilannya dan kecepatan bekerja.
Peran pemerintah dan perusahaan sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia saat ini, bukan hanya memberikan peluang bagi para pekerja saja namun sumber daya manusia yang tinggi akan meningkatkan kegiatan ekonomi nasional dan menambah pendapatan negara dengan cepat. Selain itu penyediaan lapangan pekerjaan masih terbilang minim di beberapa daerah di Indonesia, pemerintah dan perusahaan perlu berkerja sama menyediakan lapangan pekerjaan tersebut. sebab angka kelulusan siswa terus meningkat namun lapangan pekerjaan masih tergolong sedikit. penyediaan lapangan pekerjaan dan pembedayaan keterampilan menjadi nilai penting untuk memajukan ekonomi negara saat ini. Bukan hanya penyediaan lapangan pekerjaan saja yang diperluaskan, namun dukungan serta sarana prasaran menjadi sebuah acuan agar para pekerja terus meningkatkan kualitas pribadi sumber daya manusianya.
Penulis: Sri Puziah Astuti (Mahasiswi Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pamulang)
Tugas kuliah: Dosen pengampu Bpk Mawadi Nurullah, M. Pd


