• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Perjalanan Menuju Kampoeng Durian yang Berkesan

Editor Redaksi
12 Maret 2024
in Citizen Reporter

Oleh : Athiyyah Dzakirah, Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University

JurnalPost.com – Kampoeng Durian merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu. Lokasi tepatnya berada di Desa Datar Lebar. Kampoeng Durian memiliki beberapa fasilitas seperti penginapan, kolam renang, aula untuk mengadakan kegiatan, hinnga restoran. Sesuai dengan nama tempatnya, pengunjung juga bisa merasakan pengalaman mencicipi hasil kebun berupa buah durian. Kampoeng Durian dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan destinasi wisata bagi warga Bengkulu atau wisatawan luar.
Pengalaman penulis saat mengunjungi wisata Kampoeng Durian

Penulis mengunjungi wisata tersebut di awal tahun 2024, tepatnya di bulan Januari. Saat itu sedang pulang dari perantauan karena ada liburan semester. Selama liburan, penulis mengunjungi beberapa tempat yang ada di kampung halaman, termasuk pergi ke Kampoeng Durian. Kebetulan itu adalah kali pertama pergi ke wisata Kampoeng Durian. Sayangnya saat itu tidak pergi bersama keluarga lengkap, hanya pergi bersama ayah, dua adik perempuan, dan dua adik sepupu.

Alasan mengapa memilih untuk pergi ke wisata Kampoeng Durian, karena ingin merasakan pesona keindahan alam. Sebagai warga kota, rasanya cukup bosan dengan tempat jalan-jalan yang itu-itu saja. Maka dari itu, direncanakanlah untuk pergi jalan-jalan ke tempat wisata alam yang cukup jauh agar bisa merasakan pengalaman baru menikmati keindahan alam. Akhirnya sepakat untuk pergi ke wisata Kampoeng Durian yang berlokasi di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Namun sebenarnya, perjalanan ini bisa dibilang kurang persiapan. Kami berencana pergi ke Kampoeng Durian pada tanggal 15 Januari pukul 08.00 WIB. Ternyata kami berangkat lebih siang dari waktu yang ditentukan. Kami juga tidak mempersiapkan semacam bekal dan hal-hal lain yang sekiranya akan dibutuhkan nanti. Perjalanan akan ditempuh menggunakan mobil.

Perjalanan dari rumah ke tempat wisata tersebut memakan waktu yang cukup lama, sekitar 1 jam lebih, karena rumah penulis berada di daerah kota sementara wisata tersebut berada di daerah kabupaten sehingga jarak yang ditempuh cukup jauh dan memakan waktu yang tidak sebentar. Karena perjalanan yang cukup panjang, menyetel lagu menjadi pilihan untuk menghidupkan suasana. Sepanjang perjalanan diisi dengan bersenda gurau dan bernyanyi bersama.

Kami juga sempat berhenti di salah satu minimarket untuk membeli beberapa cemilan, karena memang tidak sempat membawa bekal. Setelah membeli cemilan, perjalanan dilanjutkan. Sepanjang perjalanan menuju Kampoeng Durian, terlihat keadaan di daerah kabupaten yang masih banyak terdapat lahan kosong dan perkebunan. Mendekati tempat wisata, jalanan yang dilewati mulai naik turun karena lokasi wisata yang berada di lembah. Selain itu, mulai jarang terlihat rumah-rumah warga, lebih banyak pemandangan perkebunannya. Di tengah perjalanan, ternyata langit mulai mendung. Kami jadi khawatir ketika sampai di tempat wisata hujan akan turun.

Akhirnya kami tiba di Kampoeng Durian pada pukul 11.52 WIB. Untuk masuk kesana, pengunjung harus membayar tiket masuk seharga Rp15.000 di hari kerja. Kalau di akhir pekan, tiket masuknya seharga Rp20.000. Saat pertama kali masuk, kita akan disajikan dengan pemandangan alam yang asri dan udara sejuk di sekitar. Melihat pemandangan tersebut, membuat perasaan sangat senang dan semakin tak sabar untuk melihat hal lainnya di tempat wisata tersebut. Ternyata Kampoeng Durian memiliki lahan yang cukup luas dan dikelilingi oleh perbukitan. Setelah memarkirkan mobil, pengunjung bisa turun ke lokasi wisata yang berada di bawah dengan menuruni anak tangga. Jalanan yang berbentuk menurun membuat kaki terasa sedikit lelah. Tapi rasa lelah itu langsung terbayarkan begitu melihat fasilitas yang ada disana.

Terdapat kolam renang terbuka yang cukup luas dengan berbagai jenis kedalaman. Di pinggir-pinggir kolam ada banyak saung untuk meletakkan barang-barang, bahkan ada saung yang dilengkapi ayunan tali dibagian depannya. Ternyata selain berenang di kolam yang sudah diediakan, pengunjung juga bisa berenang di sungai yang berada dekat dengan lokasi wisata. Namun tentunya harus tetap hati-hati dan waspada jika memilih berenang di sungai. Pengunjung dapat berfoto di tulisan besar bertuliskan ‘Kampoeng Durian’ sebagai kenang-kenangan, kemudian bisa memilih saung. Pilihan kami jatuh kepada saung dengan ayunan karena memang posisinya yang strategis.

Saat asyik-asyiknya berenang, hujan rintik mulai turun. Ternyata benar hujan akan segera turun, mengingat langit sudah mendung saat di perjalanan tadi. Hujan mulai deras saat kami sudah selesai berenang. Udara yang dingin membuat kami memutuskan untuk membeli mie instan dalam cup untuk menghangatkan sekaligus mengisi perut yang lapar sehabis berenang.

Setelah hujan berhenti, kami memutuskan untuk sholat di mushola kemudian jalan-jalan mengelilingi tempat wisata tersebut. Banyak sekali spot untuk berfoto disana. Selain itu ada juga tenda-tenda untuk pengunjung yang memutuskan untuk menginap dan melakukan camping. Kalau tidak mau camping, pengunjung bisa memesan villa yang ada di atas, tepat setelah gerbang masuk Kampoeng Durian. Setelah puas berkeliling dan berfoto ria, kami memutuskan untuk pulang.

Perjalanan ini menjadi kenangan berharga bagi penulis. Suasana Kampoeng Durian sangat mendukung dengan pesona alam yang indah dan fasilitas yang nyaman. Walau hanya perjalanan sehari, penulis merasa sangat senang dan rasanya energi sudah terkumpulkan kembali untuk memulai kesibukan setelah liburan. Lewat perjalanan ini, penulis bisa tambah mengakrabkan diri dengan keluarga dan menjadi kenangan untuk diingat ketika penulis dan adik-adik beranjak dewasa nanti.
Pengalaman lain dari pengunjung yang juga pergi ke wisata Kampoeng Durian

Selain pengalaman penulis sendiri, penulis juga sempat mewawancarai salah satu pengunjung bernama Bilqis yang juga pernah pergi ke wisata Kampoeng Durian. Pengunjung tersebut juga berangkat dari kota Bengkulu menuju ke kabupaten Bengkulu Tengah. Perjalanan yang dihabiskan kurang lebih selama 1 jam-an. Seperti yang sudah penulis tuliskan, pengunjung tersebut juga melewati medan perjalanan yang naik dan berkelok-kelok karena wisata tersebut yang berada di lembah.

Perbedaannya dari cerita penulis dan pengunjung adalah dari sisi persiapan sebelum berangkat. Pengunjung tersebut lebih tertata persiapannya dimana ia membawa bekal, karpet, dan perlengkapan berenang. Tujuan pengunjung tersebut pergi ke Kampoeng durian adalah untuk berekreasi dengan kaluarganya.

Pengunjung tersebut berpendapat bahwa wisata Kampoeng Durian sangat luas, indah dipandang, dan membuat hati senang. Tapi pengunjung tersebut datang kesana saat hari tengah panas, sehingga ia menyarankan untuk membuat sunblock agar kulit tidak menjadi belang. Pengunjung tersebut mengatakan bahwa wisata tersebut cukup worth it dan direkomendasikan untuk dikunjungi bersama keluarga ataupun teman.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

Mengembangkan Karir Housekeeping Melalui One Day Career MedWist di Grand City Hotel Solo

Mengembangkan Karir Housekeeping Melalui One Day Career MedWist di Grand City Hotel Solo

Editor Redaksi
29 September 2024
0

JurnalPost.com - Salah satu tujuan pelatihan Housekeeping adalah pelatihan tentang pekerjaan di housekeeping agar kandidat memiliki skills yang diperlukan saat...

Pengabdian Masyarakat Dosen Departemen Biokimia IPB University: Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Sukamaju melalui Minuman Fungsional Herbal ‘SIJAKA’ dan Sari Kedelai

Pengabdian Masyarakat Dosen Departemen Biokimia IPB University: Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Sukamaju melalui Minuman Fungsional Herbal ‘SIJAKA’ dan Sari Kedelai

Editor Redaksi
2 September 2024
0

Bogor, JurnalPost.com (27/08) - Departemen Biokimia, IPB University menyelenggarakan kegiatan SKEMA: Masyarakat Sehat Pangan Sehat: Peningkatan Kesehatan melalui pengolahan sumber...

Tutorial Pembuatan Buket Snack; Mahasiswa PMM UMM Mengadakan Kegiatan Edukatif dan Kreatif untuk Pemuda Karang Taruna

Tutorial Pembuatan Buket Snack; Mahasiswa PMM UMM Mengadakan Kegiatan Edukatif dan Kreatif untuk Pemuda Karang Taruna

Editor Redaksi
30 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan suatu agenda yang wajib di lakukan bagi semua...

Kembangkan Kolaborasi Desa dengan Media Massa, PMM Mahasiswa UMM Desa Kalisongo Adakan Pelatihan Sosialisasi Pengembangan Press Release

Kembangkan Kolaborasi Desa dengan Media Massa, PMM Mahasiswa UMM Desa Kalisongo Adakan Pelatihan Sosialisasi Pengembangan Press Release

Editor Redaksi
29 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Pada Senin, 12 Agustus 2024, Kelompok PMM Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Media Massa di...

PELATIHAN PEMBUATAN TAS ANYAMAN BERSAMA IBU-IBU PEMILIK UMKM

PELATIHAN PEMBUATAN TAS ANYAMAN BERSAMA IBU-IBU PEMILIK UMKM

Editor Redaksi
29 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) adalah program pengabdian yang dilakukan Mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Malang untuk berkontribusi...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.