
Oleh : Rajwa Shaliha Permata S. Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media SV IPB
JurnalPost.com – Dr. Erna Nuraena, akrab dipanggil Erna, lahir pada 11 November 1973 di Kota Garut. Meskipun asal usulnya dari Garut, masa kecil dan pendidikan dasarnya dijalani di Kota Bogor. Erna menempuh pendidikan di SD Srikandi Kota Bogor, SMPN 1 Kota Bogor, dan SMA 1 Kota Bogor. Minat dan keahliannya awalnya tertuju pada dunia informatika, namun nasib membawanya menjelajahi jalur yang berbeda. Ketertarikan Erna pada dunia informatika semakin berkembang pesat ketika ia memasuki tingkat SMA. Keahliannya dan cintanya pada dunia teknologi memotivasinya untuk mengejar pendidikan tinggi dalam bidang tersebut. Namun, harapan dan pandangan orangtuanya mengubah arah cita-citanya. Ibunya, dengan harapan tinggi, bercita-cita agar salah satu anaknya menjadi seorang dokter.
Pada masa pendaftaran perguruan tinggi, Erna dengan tegas mengubah pilihannya. Meskipun awalnya tertarik pada informatika, Erna memilih menempuh pendidikan di bidang kedokteran untuk memenuhi harapan ibunya. Universitas Indonesia menjadi pilihannya, walaupun bukan di jurusan yang sesuai dengan impian awalnya. Erna diterima di jurusan kedokteran umum dengan pilihan pertama Universitas Indonesia dan pilihan kedua Universitas Padjajaran. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan bahwa mungkin ada secercah doa dari ibunya yang sangat menginginkan salah satu anaknya menjadi seorang dokter. Meskipun sulit pada awalnya, Erna memutuskan untuk menghormati harapan dan doa ibunya. Perjalanan Erna di dunia kedokteran dimulai dengan tekad kuat dan semangat untuk memberikan yang terbaik, meskipun tak sesuai dengan impian awalnya.
Erna menghadapi berbagai rintangan dan masalah selama menempuh pendidikan kedokterannya. Namun, dengan kesabaran dan tekad, ia berhasil menyelesaikan pendidikannya dan memulai karirnya di Lampung. Pekerjaannya di sana tidaklah mudah, mengharuskannya meninggalkan keluarga di Kota Bogor. Meskipun begitu, di Lampung, Erna meraih berbagai pengalaman berharga. Setelah beberapa waktu di Lampung, Erna kembali ke Kota Bogor dan mengejar karirnya sebagai kepala puskesmas. Rekam jejaknya yang cemerlang membuatnya dipercaya untuk menjabat sebagai kepala seksi kesehatan keluarga di Dinas Kesehatan. Erna terus meraih promosi hingga saat ini, di mana ia menduduki jabatan sebagai sekretaris dinas kesehatan.
Prestasi Erna dalam karirnya tidak bisa diabaikan. Meskipun awalnya tidak menggeluti bidang yang sesuai dengan minatnya, Erna membuktikan bahwa setiap langkah hidup memiliki makna dan tujuan yang lebih besar. Selama mengemban amanah sebagai sekretaris dinas kesehatan, Erna mencatat berbagai prestasi. Ia menjadi penyelenggara APCAT di Kota Bogor dan mewakili Indonesia dalam Konferensi Kawasan Tanpa Rokok se Asia Pasifik. Erna juga sering diundang untuk dinas di luar negeri, menghadiri konferensi, rapat diskusi, dan studi banding. Semua ini adalah bukti kinerja dan dedikasinya yang patut diapresiasi.
Meski tidak menggeluti bidang yang ia senangi awalnya, Erna selalu menemukan kenyamanan dalam pekerjaannya. Ia yakin bahwa doa orangtua adalah doa yang terbaik yang dapat dikabulkan oleh Tuhan. Prinsip ini tetap ia pegang teguh dalam menjalani setiap aspek kehidupannya. Erna Nuraena, seorang dokter dengan semangat juang dan tekad kuat, telah menorehkan jejak yang luar biasa dalam dunia kesehatan. Dengan cintanya pada pekerjaannya, Erna terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta dunia kesehatan.
Prestasinya yang gemilang tidak hanya terbatas pada tingkat nasional. Erna memiliki peran aktif dalam kegiatan internasional, aktif dalam berbagai forum kesehatan di luar negeri. Ia menghadiri konferensi-konferensi tingkat global, dan menjalin kerja sama dengan para ahli kesehatan dari berbagai negara.
Selama mengemban tanggung jawab sebagai kepala puskesmas, Erna berhasil meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayahnya. Ia menginisiasi program-program inovatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan preventif. Erna juga aktif dalam kegiatan sosial, terlibat dalam kampanye kesehatan masyarakat, dan menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda yang bercita-cita menjadi profesional di bidang kesehatan.
Meskipun tidak menggeluti bidang yang awalnya diimpikannya, Erna telah membuktikan bahwa dedikasi dan semangat juang dapat membawa seseorang jauh. Ia menjadi teladan bagi banyak individu yang menghadapi pilihan sulit dalam hidup, menunjukkan bahwa ketika kita membuka diri terhadap perubahan dan memegang teguh prinsip hidup, kita dapat mencapai kesuksesan bahkan di bidang yang awalnya tidak terpikirkan.
Dalam penutup kisah luar biasa Dr. Erna Nuraena, tergambar dengan jelas bahwa doa orangtua memiliki peran yang sangat berpengaruh dalam membimbing dan membuka jalan bagi kehidupan kita. Meskipun Erna awalnya bercita-cita menjadi seorang ahli informatika, doa dan harapan ibunya membawanya ke dunia kedokteran yang penuh tantangan. Doa yang tulus dari orangtua, terutama ibu, membimbing setiap langkah perjalanan Erna. Keputusan berani untuk mengubah arah cita-citanya, meskipun sulit pada awalnya, membuktikan bahwa doa orangtua bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi juga kekuatan yang membantunya melewati segala urusan di dalam hidupnya.
Dalam setiap pencapaian dan pengalaman hidupnya, Erna senantiasa membawa serta doa dan harapan ibunya. Ia meyakini bahwa kesuksesannya, baik dalam karir maupun dalam pengabdian pada kesehatan masyarakat, adalah hasil dari doa yang tulus dan tanpa henti dari ibunya. Kisah inspiratif ini mengingatkan kita semua akan kekuatan doa orangtua dalam membimbing kita melalui liku-liku kehidupan. Sebagai penutup yang merenung, marilah kita selalu menghargai doa dan harapan orangtua kita, karena dalam doa tersebut terkandung kekuatan untuk membimbing dan meraih kesuksesan yang sejati dalam hidup.




