
JurnalPost.com – Desa Argatwang (28/07/2023) – Desa Argatawang merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Desa tersebut bisa disebut desa yang berada di area pegunungan Jatinegara dengan ketinggian 57.300 mdpl. karena akses jalan untuk menuju desa tersebut naik turun. Suhu udara di desa tersebut juga dingin karena letaknya di perbukitan sehingga cukup sejuk. Sebagian besar mata pencaharian penduduk di desa tersebut adalah petani karena areal persawahan di desa tersebut cukup luas yang biasanya ditanami dengan padi dan jagung. Desa Argatawang memiliki luas wilayah sebesar 326.21 m2 dengan jumlah penduduk sekitar 2530 jiwa yang terbagi menjadi dua yakni laki-laki sebanyak 1359 jiwa dan wanita sebanyak 1171 jiwa. Desa tersebut terletak di area perbukitan sehingga berada di daerah atas dengan jalan yang menanjak dan menurun serta terdapat hutan pinus yang dapat dijadikan sebagai potensi wisata alam.
Kondisi kesehatan masyarakat Desa Argatawang masih tergolong kurang baik. Berdasarkan Data Survei Mawas Diri yang dilakukan oleh Kader Kesehatan Desa Argatawang menunjukkan bahwa angka stunting anak cukup tinggi. Dari total 46 anak usia 0 – 23 bulan 25 diantaranya mengalami gizi buruk atau stunting. Salah satu faktor penyebab angka stunting cukup tinggi yaitu kurangnya kesadaran terkait pemenuhan gizi ibu hamil dan balita. Hal ini didukung oleh indikator persentase ibu hamil yang mengikuti konseling gizi/ kelas ibu minimal 4 kali yakni sebesar 46% atau 30 dari 65 total ibu hamil. Oleh karena itu, edukasi terkait pentingnya pemenuhan gizi ibu hamil dan balita sangat diperlukan.
Pada tanggal 28 Juli 2023, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro mengadakan program kerja berupa penyuluhan terkait stunting kepada para ibu hamil di Desa Argatawang. Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan penyuluhan stunting ini terdapat 15 orang ibu hamil. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah salah satu kader kesehatan desa. Penyuluhan yang dilakukan berupa sosialisasi terkait stunting yang dilakukan dengan menggunakan media poster, diantaranya menjelaskan mengenai dampak dari stunting, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain itu, dijelaskan pula terkait proses terjadinya stunting dan faktor penyebabnya. Stunting sendiri dapat terjadi pada saat masa pra-konsepsi dimana ketika seorang remaja menjadi ibu yang kurang gizi dan anemina yang kemudian menjadi semakin parah ketika hamil dengan asupan gizi yang tidak mencukupi kebutuhan dan sedang dalam kondisi sanitasi yang kurang. Serta menjelaskan terkait upaya mencegah stunting. Pencegahan stunting dapat dilakukan mulai dari ibu hamil sampai bersalin, saat balita, saat anak usia sekolah, dan saat remaja.
Selama proses penyuluhan berlangsung, para ibu hamil memperhatikan dengan seksama tekrait penjelasan stunting yang disampaikan oleh mahasiswa KKN. Sehingga keberjalanan acara dapat berjalan dengan lancar dan kondusif.
“Adanya Mahasisawa KKN Undip di Desa Argawatang ini membuat kami para ibu rumah tangga menjadi aktif kembali. Kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa membuat kami lebih mengerti mengenai nutrisi yang baik bagi anak-anak kami, dan kami merasa lebih terbuka akan pentingnya mencegah stunting dari dini” ucap Ibu Bidan Jatin selaku Bidan Desa Argatawang
Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan para ibu hamil dapat menjaga keseimbangan asupan gizi selama proses kehamilan sehingga dapat menekan angka stunting di Desa Argatawang.
Penulis : Balqis Dhiaul Awliya, Ilham Hidayat Tulloh, Melin Dwi Ranningsih, Muhammad Syauqil Akbar, Laurencia Aurelia Verhoeven, Adinda Dwi Anggraeni
Dosen Pembimbing Lapangan:
Lokasi : Desa Argatawang, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah




