
JurnalPost.com – Program Surabaya Mengajar (PSM) adalah salah satu bentuk program inovasi aktivitas pembelajaran yang dilakukan mahasiswa secara kolaboratif dengan guru/tutor/fasilitator/orang tua di satuan pendidikan formal khususnya di Sekolah Dasar Negeri dan Sekolah Menengah Pertama Negeri yang ada di lingkup Kota Surabaya. Program ini dibuat oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam bidang pendidikan untuk turut serta membelajarkan dan memperdalam ilmunya dengan cara menjadi guru/fasilitator/tutor/pelatih/pendamping program di satuan pendidikan yang tersebar di masyarakat dan untuk membantu meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan serta relevansi pendidikan dasar dan menengah dengan pendidikan tinggi sesuai perkembangan teknologi.
Pelaksanaan Program Surabaya Mengajar sudah memasuki pelaksanaan angkatan yang kelima dengan masa penugasan mulai dari 28 Februari 2024 hingga 16 Juni 2024. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajar dan belajar di luar kampus selama satu semester. Sebanyak empat mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program ini di SDN Menur Pumpungan IV. Empat mahasiswa tersebut adalah Melda Eka Fernia (Administrasi Publik), Katarina Klaudia Indriani (Administrasi Publik), Lavenia Dewi Pramudia (Administrasi Publik), dan Aldo Surya (Psikologi).

Selama masa penugasan, empat mahasiswa tersebut tentunya tidak hanya mengajar saja, tetapi juga ada yang bertugas untuk memperbaiki administrasi sekolah seperti memperbaiki data para guru hingga struktur organisasi guru di sekolah penempatan. Ada beberapa program kerja yang telah disusun diantaranya adalah peningkatan kemampuan literasi peserta didik sampai dengan pengolahan mading di sekolah tersebut. Peningkatan kemampuan literasi diperuntukkan untuk siswa kelas 1 dan 3 yang masih belum lancar dalam hal membaca dan menulis. Dalam kegiatan ini para mahasiswa tersebut membantu para peserta didik mulai dari mengenal huruf abjad, mengeja bacaan cerita, sampai dengan menuliskan huruf dan nama peserta didik tersebut sendiri. Metode yang digunakan dalam peningkatan literasi ini juga sangat beragam, diantaranya dengan menggunakan buku cerita, belajar dengan kartu kata, serta panduan mengenal huruf abjad yang mahasiswa buat sendiri demi menunjang keberhasilan program ini.
Untuk program pengolahan mading sendiri, para mahasiswa mengusung tema “Mengenal Tujuh Keajaiban Dunia” yang bertujuan untuk memperkenalkan bentuk dari tujuh keajaiban yang ada di dunia kepada para peserta didik di SDN Menur Pumpungan IV supaya imajinasi dan wawasan mereka semakin berkembang. Diharapkan dengan adanya program ini bisa membuat para peserta didik semakin semangat belajar membaca dan menulis untuk memperkaya ilmu dan memperkembangkan wawasannya.
Penulis: Melda Eka Fernia




