
JurnalPost.com – Tanah adalah salah satu komponen penting bagi pertumbuhan tanaman. Tanah yang baik akan membantu menghasilkan hasil tanaman yang baik pula. Di Kab Sigi, hampir 75% lahan yang ada ditanami oleh jagung. Tetapi masih banyak petani yang kurang memperhatikan kesuburan tanah yang ada pada lahan mereka. Sebagian besar tanah yang ada di Kabupaten Sigi adalah tanah berpasir ataupun tanah yang sudah sering terendam oleh air. Ketika dilakukan observasi langsung ke lahan petani, masih banyak petani yang melakukan penanaman tanpa melakukan olah tanah sebelum lahan ditanami. Olah tanah ini sangat membantu untuk memperbaiki struktur tanah yang ada pada lahan. Olah tanah yang disarankan berdasarkan budidaya tanaman Good Agriculture Practice (GAP) contohnya yaitu melakukan pembajakan. Untuk melakukan pembajakan di lahan petani-petani di Kabupaten Sigi masih merasa keberatan untuk melakukannya. Hal ini dikarenakan biaya pembajakan yang masih tinggi karena harus menggunakan mesin dan peralatan yang mahal. Oleh karena itu salah satu solusi yang dapat digunakan yaitu penggunaan produk alternatif Jadam Microbial Solution (JMS). JMS ini adalah salah satu produk alternatif yang sasarannya adalah tanah dengan manfaat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki keseimbangan mikroba yang ada dalam tanah dan meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air.
Brenda Putri Br Sinuhaji, Putri Serly Virnanda dan Gilbert Wong merupakan mahasiswa yang berasal dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur dan sedang melaksanakan ataupun mengikuti program magang Bertani Untuk Negeri yang dilaksanakan oleh Yayasan Edufarmers. Kegiatan pengenalan produk alternatif JMS ini dilaksanakan dengan diadakannya kegiatan Farmers Field School atau Sekolah Lapang. Kegiatan sekolah lapang ini diselenggarakan pada tanggal 7 Mei 2024. Kegiatan ini dimulai dengan melakukan observasi pada tanah yang ada di lahan petani, lalu mengidentifikasi serta berdiskusi terkait permasalahan yang dialami oleh tanah yang ada di lahan dan adanya pengenalan serta praktik cara pembuatan Jadam Microbial Solution (JMS).
Kegiatan ini diterima dengan positif oleh para petani. Ditambah lagi Jadam Microbial Solution ini dibuat dengan bahan yang murah dan mudah yaitu hanya menggunakan kentang, garam dan daun bambu yang sudah kerin. Ditambah lagi JMS ini tidak akan merusak lingkungan lahan yang ada. Cara pembuatan dari JMS ini sangat mudah yaitu dengan merebus kentang lalu dimasukkan ke dalam kain lalu diikat diujung wadah nya lalu daun bambu yang sudah kering juga diikat di sebuah kain lalu diikatkan bersama dengan kentang di ujung wadah. Setelah itu isi air sampai kentang dan daunnya terendam lalu tutup dan diamkan selama 3-4 hari lamanya. Setelah 3-4 hari JMS pun siap diaplikasikan dengan dosis 500 – 600 ml / tangki 15 liter.
Dengan adanya JMS ini akan membantu petani untuk memperbaiki struktur tanah yang ada di lahannya masing masing dengan biaya yang lebih terjangkau dan dengan JMS ini petani tidak perlu khawatir untuk kenaikan harga saprotan yang semakin meningkat tinggi. Melalui pembuatan Jadam Microbial Solution (JMS) ini pada kegiatan sekolah lapang, mahasiswa dapat memberikan solusi melalui produk yang telah dibuat. Antusias petani membantu jalannya kegiatan sekolah lapang ini dengan baik. Petani juga sangat semangat untuk mengikuti segala rangkaian kegiatan, ditambah lagi juga mendapatkan pengetahuan yang baru untuk diaplikasikan ke lahan para petani dan mendapatkan solusi untuk mengurangi biaya input selama budidaya tanaman jagung di Kabupaten Sigi. Melalui kegiatan ini petani juga sangat siap untuk mempraktekkan pembuatan JMS dan ingin langsung mengaplikasikan nya ke lahan masing masing petani.




