
JurnalPost.com – Tiga mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, membuat fermentasi Silase sebagai solusi pakan kambing pakan kambing berkelanjutan di Desa Begaganlimo, Kec. Gondang, Kab. Mojokerto.
Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 7 KKN R2 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya tersebut mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diadakan selama 12 hari di Desa Begaganlimo dengan tema “Penerapan Inovasi dan Teknologi Guna Mendukung Pencapaian SDG’s Desa”
Tiga mahasiswa tersebut, yakni Bagus Prasetyo, Mutiara Ajeng, dan Albert Evando. Mereka berhasil membuat fermentasi Silase dengan fokus utama mengatasi masalah pangan ternak kambing berkelanjutan di Desa Begaganlimo.
Ketua kelompok 7, Bagus Prasetyo menyoroti permasalah pakan kambing yang seringkali layu dan juga hilangnya beberapa nutrisi seperti protein jika menyimpan pakan kambing terlalu lama.
“Pakan kambing akan mudah layu dan dapat kehilangan nutrisnya jika dibiarkan disimpan tanpa adanya teknik penyimpanan yang benar. Fermentasi silase merupakan teknik penyimpanan pakan ternak hijauan tanpa mengurangi nutrisi yang ada,” katanya.
Dari permasalahan tersebut kelompok 7 KKN R2 bersama dengan kelompok Tani Begaganlimo membuat fermentasi silase di Ruko Kandang Kambing. Dosen Pembimbing, I Gde Sandy Satria, S.H., M.H., mempunyai peran penting sebagai pendamping lapangan kelompok R2 dengan memberi masukan dan arahan untuk menyelesaikan luaran agar dapat menyelesaikan kegiatan Kuliah Kerja Nyata dengan lancar dan hasil yang maksimal.

Langkah awal dalam pembuatan silase adalah tahap persiapan yang diawali dengan survey ke mitra yang memiliki kandang kambing di Desa Begaganlimo, Kabupaten Mojokerto. Tahap berikutnya adalah sosialisasi atau pemaparan materi yang dilakukan oleh kelompok 7 kepada kelompok Tani guna memberikan edukasi mengenai teknik fermentasi silase dan juga manfaatnya.

Tahap panen atau penuaian hasil ladang dilakukan pada tanggal 11 Juli 2024 dan dilanjutkan dengan tahap penjemuran dengan tujuan mengurangi kadar air yang terkandung dalam pakan hijauan agar pakan hijauan tidak mudah membusuk saat di fermentasi. Penjemuran dilakukan selama 2 hari, pada tanggal 13 Juli 2024 dilanjutkan pencacahan pakan hijauan. Setelah pakan hijauan dicacah, pakan hijauan di angin angin selama 1 jam lalu di campurkan dengan dedak lalu dipindahkan ke dalam plastik ukuran 90×120 cm dan ditutup dengan erat agar tidak ada angin atau air yang masuk ke dalam.
Kegiatan terakhir kelompok 7 adalah penanaman bibit rumput gajah di ladang dan disiram setiap hari setiap sore. Kelompok 7 berharap agar kegiatan mereka dapat memberikan dampak besar bagi peternak kambing dalam mengatasi masalah penyimpanan pakan kambing dalam waktu yang lama.




