JurnalPost.com – Kampus Mengajar merupakan sebuah kegiatan di mana insan pendidikan perguruan tinggi yaitu mahasiswa di berikan kesempatan untuk dapat mempraktikan pengetahuan mereka di sekolah yang telah di tentukan. Kampus mengajar merupakan salah satu program dari konsep “Merdeka Belajar” yang di usung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kampus mengajar yang di mulai pada tahun 2021 telah memasuki generasi angkatan kelima. Program kampus mengajar sendiri juga telah menyebar di banyak kampus negeri maupun swasta di seluruh wilayah Indonesia.
Universitas Sumatera Utara merupakan salah satu Universitas yang turut ikut dalam proses memajukan Pendidikan melalui Kampus Mengajar, Kampus mengajar merupakan salah satu program dari konsep “Merdeka Belajar” yang di usung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Universitas Sumatera Utara telah membuat Kampus Mengajar yang hanya boleh di ikuti oleh mahasiswa mahasiswi Universitas Sumatera Utara (USU) yaitu lebih di kenal dengan sebutan Mitra USU, dan pada tahun 2023 ini Mitra USU telah memasuki angkatan kedua. Saya Noviyantika Azzahra Pgb NIM 200902021 Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik turut ikut berparsitipasi dalam Mitra USU.
Program Studi Kesejahteraan Sosial juga merupakan salah satu program studi yang menyumbang peserta paling banyak dalam program kampus mengajar mitra USU ini. Program kampus mengajar ini sendiri menjadi salah satu program yang dapat menjadi pengganti kegiatan Praktik Kerja Lapangan(PKL) di mana mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini akan mendapatkan nilai yang setara dengan mengikuti kegiatan Praktikum secara keseluruhan. Program kampus mengajar mitra USU sendiri di selenggarakan selama 4 bulan, di mulai dari 20 Maret sampai 30 Juni 2023. Tempat pelaksanaan PKL sendiri berada di SDN 067690 jln karya jaya medan johor no 56 . Dan yang menjadi sasaran saya dalam kegiatan ini adalah siswa-siswi SD Negeri 067690 khususnya siswa dan siswi kelas 1 dan kelas 5 Pada kegiatan Mitra USU ini, mahasiswa terlebih dahulu membuat sebuah mini project yang dimana nanti program ini dapat membantu mahasiswa dalam melakukan tugas, menyelesaikan masalah serta kesanggupan mahasiswa dalam mengikuti mitra USU ini, dan sebelum mahasiswa membuat mini project terlebih dahulu mahasiswa melakukan observasi ke Sekolah sekaligus memperkenalkan serta mengatakan maksud dan tujuan mahasiswa datang ke SD tersebut dan melihat kondisi siswa-siswi di sekolah agar nantinya mahasiswa dapat menyalurkan mini project apa yang akan di buat di kemudian hari.

Setelah mahasiwa dapat menyimpulkan bahwasanya project yang mahasiswa lakukan di SD tersebut adalah “melihat daya ingat anak usia 7 sampai 11 tahun ”. Mahasiwa membuat program atau mini project ini dikarenakan pada masa sekarang daya ingat anak usia 7 sampai 11 tahun sangat mudah mengigat suatu hal dan ketertarikan anak usia 7 sampai 11 tahun lebih menantang dibanding usia ke atas serta lebih mudah untuk diajarin . Sebab, itu juga mahasiswa menyadari anak bahwa pendidikan karakter sangat penting untuk generasi muda.
Program yang mahasiswa buat agar dapat melihat daya ingat anak usia 7 sampai 11 tahun yaitu mahasiswa membiasakan siswa siswi menyakikan lafal seluruh huruf dari a-z, mengingat bunyi pancasila dan sumpah pemuda. sebelum memulai pelajaran dan sesudah sesudah berakhir pelajaran agar par siswa siswi makin mahir dalam melafalkan huruf dan membaca, mahasiswa juga melakukan pendekatan ke beberapa siswa yang belum pandai membaca dan mahasiswa juga berfokus agar dapat meningkatkan cara membaca siswa siswi agar lebih baik dalam pengucapan dan penulisan. Kemudian mahasiswa juga mengajarkan beberapa Modul yang diberikan oleh Mitra USU, dengan modul ini mahasiswa lebih maksimal dalam proses mengajar siswa di sdn 067690 . yang dimana siswa siswi kelas 1,sampai tidak hanya mahir dalam membaca, menulis tetapi siswa siswi dapat mengetahui pelajaran yang tidak di ajarkan di Sekolah, sehingga siswa siswi kelas 1 sampai 5 dapat bersikap lebih baik dan mengetahui mana yang baik di kerjakan dan tidak baik dikerjakan.
Oleh karena itu, setelah mahasiswa membuat mini project, mahasiswa juga memilih beberapa anak untuk di jadikan klien, yang dimana mahasiwa berusaha untuk menyelesaikan permasalahan membaca yang di alami oleh beberapa anak dengan metode Group Work dengan berbagai tahapan antara lain:
1. Tahap Assesment
Tahapan ini merupakan tahap pendekatan diri kepada anak (klien) yang dimana tahapan ini bertujuan agar dapat memecahkan suatu permasalahan yang di alami oleh klien, penulis terlebih dahulu melakukan wawancara kepada anak (klien), dengan wawancara ini penulis mengetahui apa saja permasalahan yang di alami oleh klien, setelah mengetahui permasalahannya penulis dapat menyimpulkan bahwasanya klien kurang kontrol dari lingkungan keluarga yang mengakibatkan klien memilki tingkat akademis rendah.
2. Tahap Planning
Dalam tahapan ini penulis dan klien menyepakati perencanaan yang telah di buat dan penulis membantu klien dalam mengeja dan menggabungkan ejaan dengan benar.
3. Tahap Intervensi
Tahapan ini merupakan tahapan dari proses pelaksanaan rencana yang telah di buat, dalam tahapan ini penulis memberikan buku eja kepada beberapa anak (klien), sehingga dengan buku eja ini lebih memudahkan anak-anak dalam mengenal huruf, melafalkan dan mengejanya. Kemudian sesekali penulis memberikan game kepada anak-anak (klien), agar proses dalam mengajar ini klien tidak merasa bosan dan suntuk.
4. Tahap Evaluasi
Tahap ini merupakan tahap mengevaluasi klien, apakah program (mini project) yang penulis buat dikatakan berhasil dan tepat sasaran. Dan penulis melihat bahwasanya program yang dibuat sudah dikatakan berhasil dan tepat sasaran, karena anak-anak (klien) yang awalnya tidak pandai mengeja dan membaca sudah bisa mengeja dan sudah bisa membaca, adapula yang awalnnya sebagian anak yang sama sekali belum bisa memegang pensil dan sama sekali belum mengenal huruf, sudah bisa dalam melafalkan huruf dari A-Z dan sudah bisa dalam menulis huruf abjad.
5. Tahap Terminasi
Tahap ini merupakan tahap berakhirnya kontrak antara pekerja sosial dengan klien yang dimana bahwasanya pada tahap ini klien sudah dikatakan berhasil dalam proses kontraknya.
Dan dengan berhasilnya program atau kontrak antara klien dan pekerja sosial, penulis dapat mengakhiri kontrak ini, karena tujuan dari kontrak ini sudah dikatakan berhasil atau tercapai.
Dengan adanya Program Kampus Mengajar ini, penulis mengharapkan dunia pendidikan semakin maju, dan Sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dapat meluluskan siswa-siswi yang berguna bagi pembangunan nusa dan bangsa
Nama : Noviyantika Azzahra Pgb
Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan sosial




