Oleh: Nurul fadilah
Akuntansi 2E
202210170311224
JurnalPost.com – Peranan Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam perekonomian Indonesia dapat dilihat dari kedudukannya pada saat ini dalam dunia usaha a. Menurut Asnur (2008), keberadaan UKM dalam perekonomian Indonesia cukup dominan dan signifikan. Sedikitnya, terdapat 3 indikator yang menunjukkan bahwa UKM di Indonesia dominan dan penting. Pertama, jumlah industri yang besar dan terdapat dalam setiap sektor ekonomi.
Unsur laporan keuangan yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aset, kewajiban, dan ekuitas. Pos-pos ini didefinisikan sebagai berikut:
a. Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dimasa depan diharapkan akan diperoleh entitas.
b. Kewajiban merupakan utang entitas masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, yang penyelesaianmya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya entitas uang mengadung manfaat ekonomi.
c. Ekuitas adalah hak residual atas aset entitas setelah dikurangi semua kewajiban UKM terdiri dari 2 bentuk usaha, yaitu usaha jasa dan usaha dagang, dalam 2 bentuk usaha UKM tersebut memiliki penerapan akuntansi yang berbeda yaitu :
1. Usaha Kecil Menengah Bidang Usaha Jasa
UKM bidang usaha jasa memerlukan akuntansi dalam, karena banyaknya transaksi yang terjadi pada usaha jasa ini, harus dilakukannya pencatatan transaksi yang telah terjadi dalam jasa yang diberikan, setelah dilakukannya pencatatan maka akan dikelompokkan dan disusun dalam laporan keuangan. Laporan keuanganyang biasa digunakan oleh UKM bidang jasa adalah laporan Neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Laporan neraca terdiri dari aset, kewajiban dan ekuitas, sementara untuk laporan laba rugi terdiri dari pendapatan yang diterima dari hasil pemberian jasa dan beban yang dikeluarkan untuk beban yang ditanggung sehubungan dengan pemberian jasa UKM tersebut, seperti beban utilitas, biaya pemeliharaan, beban gaji dan beban penyusutan.
2. Usaha Kecil Menengah Bidang Usaha Dagang
UKM bidang usaha dagang juga memerlukan akuntansi dalam menjalankannya, karena banyaknya transaksi yang terjadi maka UKM bidang usaha dagang memerlukan akuntansi untuk mencatat transaksi yang terjadi dan mengelompokkannya kedalam laporan keuangan. Laporan keuangan yang biasa digunakan oleh UKM bidang usaha dagang adalah laporan Neraca, laporan laba rugi, laporanperubahan ekuitas, laporan aruskas dan catatan atas laporan keuangan. Laporan neraca terdiri dari aset, kewajiban dan ekuitas, sementara untuk laporan laba rugi terdiri dari hasil penjualan barang dagangan, harga pokok penjualan yang dikeluarkan untuk mendapatkan barang dagangan yang akan dijual serta biaya yang berhubungan dengan usaha dagang seperti biaya transport untuk mengambil barang dagangan.
Masalah yang sering dihadapi oleh para pelaku UKM antara lain mengenai pendanaan, pemasaran produk, teknologi, pengelolaan keuangan, kualitas sumber daya manusia. Salah satu masalah yang seringkali terabaikan oleh para pelaku bisnis UKM yaitu mengenai pengelolaan keuangan. Dampak dari diabaikannya pengelolaan keuangan mungkin tidak terlihat secara jelas, namun tanpa metode akuntansi yang efektif, usaha yang memiliki prospek untuk berhasil dapat menjadi bangkrut. Akuntansi merupakan kunci dari indikator kinerja usaha. Informasi yang disediakan oleh catatan-catatan akuntansi berguna bagi pengambilan keputusan sehingga dapat meningkatkan pengelolaan perusahaan.
Informasi-informasi tersebut memungkinkan para pelaku UKM dapat mengidentifikasi dan memprediksi area-area permasalahan yang mungkin timbul, kemudian mengambil tindakan koreksi tepat waktu. Tanpa informasi akuntansi, masalah-masalah yang sedianya dapat dihindari atau dipecahkan justru menjadi penyebab kebangkrutan usaha tersebut. Untuk itu, penting sekali bagi pengusaha untuk dapat membaca dan menafsirkan informasi akuntansi. Paling tidak, setiap pengusaha dapat menghitung untung ruginya, akan tetapi yang paling penting untuk dapat memahami makna untung atau rugi bagi usahanya.




