• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

PENDEKATAN BERBASIS BUKTI DALAM PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR

Editor Redaksi
5 Juni 2024
in Citizen Reporter

Dosen Pengampu : Dea Mustika,S.Pd., M.Pd
Nama kelompok : Fitri anggriyani, Ilevia Noviani,Sandra Yunita,Melisa Winarta, Nur Rohimatul Azmi

JurnalPost.com – Perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat cepat telah mengubah paradigma sistem dan metode pembelajaran, terutama dalam hal mengajar. Berbicara tentang mengajar tidak terlepas dari guru karena peranan guru yang mempunyai figur krusial di tengah perubahan dinamika dan kebijakan yang menuntut kesiapan terkait dengan kualitas pendidikan yang semakin meningkat dimasa ini. Menyangkut peningkatan mutu pendidikan saat ini, salah satu unsur utama dalam kehidupan dan pengembangan manusia yaitu pendidikan. Budiarti (2017) mengatakan dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa edukasi merupakan upaya yang dilakukan secara sengaja dan juga dengan perencanaan yang dalam rangka menghasilkan situasi dan kondisi belajar yang bisa membantu meningkatkan kreatififtas peserta didik dan menanamkan semangat, kontrol diri, kepribadian, berakhlak baik, cerdas, terampil yang nantinya berguna untuk dirinya sendiri, dan juga untuk masyarakat, bangsa dan agama. Maka dari itu, pendidikan harus dikembangkan sesuai dengan budaya kehidupan yang selalu berubah-ubah.

Berdasarkan analisis data dapat diartikan adanya perbedaan yang signifikan pada kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok yang dibelajarkan dengan PBL dibantu mind mapping dengan kelompok yang menggunakan pembelajaran konvensional. Hal ini terbukti dari analisis uji-t diperoleh thitung > ttabel maka H0 ditolak. Dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh PBL dibantu mind mapping terhadap kompetensi pengetahuan IPA kelas V SDN Gugus I Kuta Utara. Maka saran dapat diberikan kepada beberapa pihak dengan manfaat hasil penelitian sebagai berikut: Peserta didik dapat diberikan saran agar dapat menggunakan kesempatan yang difasilitasi guru maupun sekolah dengan turut andil saat pembelajaran, dan agar pembelajaran IPA mampu menarik maupun bermakna dengan diterapkannya PBL berbantuan mind mapping. Kepada guru dapat diberikan saran agar lebih kreatif saat proses pembelajaran berlangsung dan agar lebih bisa membuat suasana belajar di kelas menjadi lebih aktif dengan memberikan kesempatan lebih banyak pada peserta didik dalam pembelajaran dengan menggunakan model PBL berbantuan mind mapping yang akan terciptanya pembelajaran bermakna bagi siswa. Kepala sekolah disarankan agar hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menambah sumber belajar guru sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan membuat pembelajaran yang menggembirakan di sekolah. Peneliti lain disarankan agar dapat dijadikan referensi ketika melakukan penelitian berikutnya dan dapat dijadikan sebagai kajian hasil penelitian yang relevan atau bisa mendapatkan inovasi baru untuk kegiatan pembelajaran lain yang bermakna untuk peserta didik.

Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan bangsa yang bersangkutan. Pendidikan juga pada hakikatnya merupakan usaha untuk dapat memanusiakan manusia. Artinya diharapkan dengan proses transformasi pendidikan, manusia dapat meningkatkan seluruh potensi kognitif, afektif dan psikomotornya. Sebagaimana dijelaskan dalam UU RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional sebagai berikut : “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi negara yang demokratif serta bertanggung jawab.
SDN Mangunharjo I Kota Probolinggo telah melaksanakan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di tiga tahap, yaitu pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran.

1. Tahap pembiasaan difokuskan pada kegiatan membaca selama 15 menit setiap hari, baik dengan suara nyaring maupun dalam hati. Kegiatan ini dicatat dalam buku harian dan melibatkan seluruh warga sekolah. Sudut baca kelas dengan koleksi buku non-pelajaran dan bahan kaya teks di setiap kelas juga disediakan. Upaya untuk melibatkan publik seperti orang tua, alumni, dan elemen masyarakat juga dilakukan.

2. Tahap pengembangan meliputi kegiatan membaca 15 menit sebelum pelajaran, menanggapi buku pengayaan di berbagai jam pelajaran, dan koleksi buku pengayaan yang bervariasi. Menanggapi bacaan dilakukan melalui berbagai cara seperti membacakan nyaring interaktif, membaca terpandu, membaca bersama, dan membaca mandiri. Capaian literasi peserta didik diapresiasi melalui berbagai kegiatan.

3. Tahap pembelajaran menerapkan buku pengayaan di semua mata pelajaran, strategi membaca untuk meningkatkan pemahaman bacaan, menanggapi bacaan dalam berbagai bentuk aktivitas, pembelajaran di berbagai ruang baca, dan penghargaan akademik yang mempertimbangkan kecakapan literasi peserta didik.

Meskipun GLS di SDN Mangunharjo I telah berjalan dengan baik di tahap pembiasaan dan pembelajaran, terdapat kekurangan pada tahap pengembangan yaitu tidak adanya Tim Literasi Sekolah. Tim ini penting untuk mengawasi kegiatan literasi dan memastikan ketersediaan buku pengayaan.

Saran untuk meningkatkan efektivitas GLS:

1. Membentuk Tim Literasi Sekolah
2. Memperkaya koleksi buku pengayaan
3. Meningkatkan pelatihan guru dalam menerapkan strategi membaca dan menanggapi bacaan
4. Meningkatkan kerjasama dengan publik

Dengan implementasi GLS yang lebih optimal, diharapkan minat baca siswa di SDN Mangunharjo I Kota Probolinggo dapat terus meningkat dan berdampak positif pada prestasi belajar mereka.

Pendidikan merupakan proses pembelajaran yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh informasi dan mengembangkan potensi diri, agar dapat berguna bagi negara dan lingkungan sekitar. Pendidikan mempunyai kontribusi yang besar bagi kemajuan suatu negara. Apabila sistem pendidikan di suatu negara dilaksanakan dengan baik, maka akan tercipta sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing tinggi, dan membuat negara tersebut menjadi maju. Dalam Undang- Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 BAB I Pasal 1 Ayat 1, tertulis.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Terdapat pengaruh positif dan signifikan penerapan kurikulum merdeka terhadap hasil belajar IPAS Siswa Kelas IV SD di Gugus Pangeran Diponegoro Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal sebesar 6,6%. (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPAS Siswa Kelas IV SD di Gugus Pangeran Diponegoro Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal sebesar 38,3%. (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan penerapan kurikulum merdeka dan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPAS Siswa Kelas IV SD di Gugus Pangeran Diponegoro Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal sebesar 41,2%.

Pembelajaran merupakan suatu proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh guru sebagai pihak pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik (Sagala, 2006:16). Guru dan peserta didik merupakan subjek yang paling berpengaruh pada proses pembelajaran. Dimana guru dituntut untuk mengeluarkan segala kemampuan yang dimilikinya untuk diberikan kepada peserta didik pada saat proses pembelajaran berlangsung. Agar peserta didik dapat mencapai hasil belajar yang maksimal seorang guru harus mampu menyesuaikan antara bahan ajar dengan model pembelajaran yang cocok. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan perlu melibatkan komponen yang satu dengan yang lainnya, komponen tersebut meliputi siswa, guru, metode, lingkungan, media pembelajaran, sarana dan prasarana. Agar tujuan pembelajaran bisa tercapai maka guru harus mampu mengkoordinasikan komponen-komponen pembelajaran dengan baik, sehingga terjadi interaksi aktif antara siswa yang satu dengan yang lain dan guru dengan siswa. (Suprihatiningrum, 2017:77).

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode meta analisis. Metode meta analisis merupakan salah satu metode yang digunakan untuk merangkum temuan dua penelitian atau lebih dengan tujuan untuk meninjau, menggabungkan, serta meringkas penelitian sebelumnya. Metode meta analisis tidak bersifat subjektif dibandingkan dengan metode lainnya, melainkan fokus pada data. Pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri artikel pada jurnal online yang relevan dengan topik yang diteliti. Dari hasil penelusuran pada google scholar diperoleh 35 artikel kemudian diambil 10 artikel yang telah diterbitkan pada jurnal online dengan ketentuan yang terdapat hasil data sebelum dan sesudah dilakukan tindakan dalam bentuk angka untuk kepentingan perhitungan yang bersifat kuantitatif. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menganalisis data dalam penelitian ini yaitu menganalisis data rata-rata hasil belajar sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran Make A Match yang diperoleh dari penelusuran jurnal online melalui google scholar dengan kata kunci model Make A Match, hasil belajar siswa dan pembelajaran IPS sd.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

Mengembangkan Karir Housekeeping Melalui One Day Career MedWist di Grand City Hotel Solo

Mengembangkan Karir Housekeeping Melalui One Day Career MedWist di Grand City Hotel Solo

Editor Redaksi
29 September 2024
0

JurnalPost.com - Salah satu tujuan pelatihan Housekeeping adalah pelatihan tentang pekerjaan di housekeeping agar kandidat memiliki skills yang diperlukan saat...

Pengabdian Masyarakat Dosen Departemen Biokimia IPB University: Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Sukamaju melalui Minuman Fungsional Herbal ‘SIJAKA’ dan Sari Kedelai

Pengabdian Masyarakat Dosen Departemen Biokimia IPB University: Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Sukamaju melalui Minuman Fungsional Herbal ‘SIJAKA’ dan Sari Kedelai

Editor Redaksi
2 September 2024
0

Bogor, JurnalPost.com (27/08) - Departemen Biokimia, IPB University menyelenggarakan kegiatan SKEMA: Masyarakat Sehat Pangan Sehat: Peningkatan Kesehatan melalui pengolahan sumber...

Tutorial Pembuatan Buket Snack; Mahasiswa PMM UMM Mengadakan Kegiatan Edukatif dan Kreatif untuk Pemuda Karang Taruna

Tutorial Pembuatan Buket Snack; Mahasiswa PMM UMM Mengadakan Kegiatan Edukatif dan Kreatif untuk Pemuda Karang Taruna

Editor Redaksi
30 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan suatu agenda yang wajib di lakukan bagi semua...

Kembangkan Kolaborasi Desa dengan Media Massa, PMM Mahasiswa UMM Desa Kalisongo Adakan Pelatihan Sosialisasi Pengembangan Press Release

Kembangkan Kolaborasi Desa dengan Media Massa, PMM Mahasiswa UMM Desa Kalisongo Adakan Pelatihan Sosialisasi Pengembangan Press Release

Editor Redaksi
29 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Pada Senin, 12 Agustus 2024, Kelompok PMM Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Media Massa di...

PELATIHAN PEMBUATAN TAS ANYAMAN BERSAMA IBU-IBU PEMILIK UMKM

PELATIHAN PEMBUATAN TAS ANYAMAN BERSAMA IBU-IBU PEMILIK UMKM

Editor Redaksi
29 Agustus 2024
0

JurnalPost.com - Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) adalah program pengabdian yang dilakukan Mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Malang untuk berkontribusi...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.