JurnalPost.com – Mahasiswa Universitas 17 agustus 1945 semester 6 telah melakukan kuliah kerja nyata atau disebut KKN di Kabupaten Mojokerto. KKN kali ini dilaksanakan selama 12 Hari dan dilaksanakan pada tanggal 3 sampai 14 Juli. Mahasiswa universitas 17 agustus ini di tempatkan di berbagai wilayah kota mojokerto yang mana memiliki tujuan untuk memperkuat ICON desa di masing masing daerah tersebut. Banyak sekali program kerja yang telah disusun oleh para mahasiswa ,yang mana program kerja tersebut telah dibuat dengan mensurvei masalah yang tengah dihadapi oleh masyarakat setempat sehingga program kerja tersebut bisa dipastikan dapat menyelesaikan masalah yang tengah di hadapi oleh masyaraka tsetempat.
Bentuk limbah di wilaya kami cukup beragam dan banyak, oleh karena itu apapun jenis pengelolahan harus baik sebab dampak dari limbah tersebut sangat berpengaruh bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar. untuk daerah kami sendiri yaitu banyak masyarakat bergerak di bidang umkm seperti pembuatan pigora,pintu, serta adapun pengelolahan kerupuk tenggiri. Untuk masalah limbah yang kami ambil yaitu serbuk kayu dari proses pembuatan kayu, kami berinovasi untuk merubah serbuk menjadi bahan utama untuk pembuatan arang briket sehingga produk tersebut bisa menjadi nilai tambah bagi masyarakat sekitar untuk dijadikan bisnis baru yang memiliki peluang besa.
Pelatihan dan pendampingan pembuatan alat adalah salah satu cara untuk menyalurkan inovasi dan target yang akan di tuju, peengolahan limbah serbuk kayu aka nmenjad ipundi-pundi mata uang. Pelatihan pembuatan briket ini disusun untuk menciptakan identitas baru yang konsisten bagi DesaWindurejo.Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak SDM dalam mengetahui setiap peluang bisnis yang ada diIndonesia. Dengan menjalankan program kerja pembuatan alat dan bahan briket. Proses ini dapat membantu masyarakat desa windurejo supaya memahami cara pemanfaatan limbah kayu supaya bisa dijadikan barang yang bernilai jual.

Desa Windurejo merupakan, salah satudesa yang berada di Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto Potensi yang dimiliki oleh desa Windurejo sangat beragam,muali dari sector pertanian, sector kerajinan, dan sector pengelolahan krupuk tenggiri dibandingkan dengan sector lainnya karena keunggulan DesaWindurejo adalah komoditas UMKM pangan seperti krupuk tengiri, serta UMKM kayu seperti Pigura.
Desa windurejo merupakan daerah yang cukup baik untuk mengembangkan produk umkm dan meningkatkan potensi local yang bisa bersaing produknya di pasar luar negri seperti pigora yang mampu menembus pasar luar. Dengan diadakannya progam pengelolahan limbah yang dulunya tidak berharga sekarang bisa di ubah hingga memiliki nilai jual. Serta mengenalkan produk produk umkm baru dimasyarakat.
Kegiatan ini juga sejalan dengan visi dan misi KKN, yaitu penguatan ikon kampung dan mengembangkan potensi masyarakat daerah. Dalam hal ini, kegiatan “PENDAMPINGAN SDM DALAM PERANCANGAN PEMBUATAN ALAT BRIKET Desa Windurejo, Mojokerto akan memberikan manfaat bagi pengusaha local desa, dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, Alasan pelaksana KKN memilih proker ini adalah agar UMKM pigora dapat meninjau kembali terkait limbah produksi UMKM individu dapat meningkatkan kesadaran pengolahan menjadi sumber pendapatan. Dari banyaknya UMKM yang tersebar, pelaku KKN ingin memberikan bantuan dalam pengembangan bisnis. Agar UMKM pigora di DesaWindurejo Mojokerto dapat berkembang dan menciptakan bisnis baru di sector industri yang nantinya membuka peluangusaha yang berpengaruh bagi warga desa maupun menjadi gambaran sebagai ide bisnis bagi remaja serta seseorang yang belum bekerja di desaWindurejo.
Progam ini akan di dampinggi muali dari alat dan cara pembuatan sampai pengemasan produk hingga proses pemasaran akan disampaikan. Sehingga sangat baik untuk di kembangkan menjadi prodak dari desa windurejo itu sendiri. Kami akan selalu mendampinggi apa itu masalah yang akan di hadapi saat pelaksanaat praktek dilapangan sehingga semunya akan terkontrol dengan tujuan awal untuk mencapai dan mengembangan potensi local. Sehingga menjadikan desa ini mempunyai cirri khas yang bermacam macam prodak local yang ada di desa ini sehingga dapat menjadi daya tarik atau pandang desa desa lain untuk bergerak di pengelolahan limbah apapun itu bentuknya. (Mochammad Avif Azhary)




