Pati, JurnalPost.com – (11/8), Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro menggelar penyuluhan terkait Pupuk Kompos sebagai pengganti Pupuk Urea di Desa Suwatu, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Penyuluhan tersebut dilakukan untuk menambah wawasan petani terkait pembuatan Pupuk Kompos dari sampah daun kering serta kelebihan Pupuk Kompos sebagai pengganti Pupuk Urea dalam menjaga kondisi tanah. Perkebunan merupakan mata pencaharian utama penduduk desa, dengan komoditas unggulan Ubi Kayu.
Namun, salah satu permasalahan di Desa Suwatu adalah banyaknya sampah daun yang berserakan. Sampai saat ini, Desa Suwatu belum memiliki sarana dan prasarana maupun solusi dalam penyelesaian permasalahan tersebut, sehingga masalah tersebut kerap dikesampingkan oleh warga lokal.
“Di Desa Suwatu hasil perkebunan yang utama adalah Ubi Kayu. Namun belakangan ini banyak petani yang kesusahan akibat dari terhenti-nya subsidi Pupuk Urea dari Pemerintah. Kelompok tani sebenarnya sudah pernah mencoba untuk membuat Pupuk Organik dari kotoran ternak, namun hanya batang dan daunnya saja yang tumbuh sedangkan ubi-nya tidak. Untuk Ubi Kayu sendiri memang Pupuk yang paling bagus itu adalah Pupuk Urea, namun petani-petani di sini kerap tidak bisa untuk membeli-nya dikarenakan satu karung Pupuk Urea itu bisa mencapai Rp250.000 sehingga petani kebanyakan mengalami kerugian.”
Dimulai pada pukul 07.30 WIB, sosialisasi terkait Pupuk Kompos dilakukan secara langsung kepada ketua kelompok tani Bapak Karnoto. Sosialisasi dibuka dengan pengenalan pengenalan dan kelebihan Pupuk Kompos sebagai penyubur tanah, lalu ditutup dengan penjelasan proses pembuatan Pupuk Kompos beserta Komposter-nya.

Sosialisasi ini disambut baik oleh Pak Karnoto selaku ketua Kelompok Tani. Antusiasme terlihat ketika Pak Karnoto bertanya kepada Tim mengenai cara pembuatan, alat, bahan, serta berapa lama fermentasi pupuk yang dibutuhkan. Tidak hanya itu, Pak Karnoto juga turut membagikan pengalaman yang telah beliau miliki sebelumnya. Sosialisasi lalu ditutup dengan pemberian satu ember Komposter beserta Pupuk-nya kepada Pak Karnoto.
“Sayang-nya untuk hal-hal praktik seperti ini hanya dilakukan oleh saya saja, saya pernah juga memberikan pengetahuan kepada petani-petani lain mengenai cara pembuatan Pupuk Organik dari kotoran ternak. Namun, hanya beberapa petani saja yang mengikuti. Harapannya dengan wawasan yang saya ambil dari adik-adik ini saya bisa mempraktikkannya dengan petani-petani lain sehingga mempunyai alternatif lain agar tidak bergantung pada Pupuk Urea yang mahal.”
Melalui sosialisasi ini, Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Desa Suwatu berupaya agar para petani di Desa Suwatu mendapat wawasan yang lebih luas mengenai pembuatan Pupuk Kompos dari bahan-bahan yang ada di sekitar mereka khusunya dari sampah dedaunan kering, dengan diajarkan kepada audiens yang tepat. Selain itu, dengan memanfaatkan limbah pertanian menjadi Pupuk Kompos, para petani juga dapat menjaga kebersihan lingkungan, khususnya lingkungan desa mereka.
KKN TIM II Universitas Diponegoro Tahun 2023
Penulis: Alfa Febrian
Dosen KKN: Juang Abdi Muhammad, S.AP., M.AP.
Lokasi KKN: Desa Suwatu, Kec. Tlogowungu, Kab. Pati, Jawa Tengah.




