
Mojokerto, JurnalPost.com, 14/07/2024 – Mahasiswa KKN reguler UNTAG Surabaya memulai melaksanakan pengabdian masyarakat di beberapa desa yg berlokasi di kabupaten Mojokerto. UNTAG mengantarkan sebanyak kurang lebih 30 kelompok yang dimana masing-masing kelompok berisi 30-35 anak. Kegiatan KKN tahun ini bertemakan Penerapan Inovasi dan Teknologi Guna Mendukung Pencapaian SDGs Desa.
Tim KKN R-11 mendapatkan lokasi di Desa Wonoploso, Kecamatan Gondang. Mayoritas masyarakat Desa Wonoploso bergerak di sektor pertanian, peternakan, dan juga buruh. Hasil bumi yang dihasilkan oleh petani di desa ini adalah jagung dan padi. Sub kelompok 6 memiliki inovasi untuk mengolah hasil jagung menjadi makanan yaitu tempe. Tempe merupakan makanan tradisional khas Indonesia yang terbuat dari fermentasi kedelai. Kandungan pada tempe berbahan dasar jagung juga memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat terdapat protein, serat, vitamin B, dan mineral.
Sub kelompok 6 melakukan sosialisasi kepada ibu-ibu PKK dengan memperagakan tata cara pembuatan tempe jagung di balai desa. Ibu PKK sangat antusias terhadap kegiatan ini. Mereka aktif bertanya dan berpartisipasi dalam setiap tahap pembuatan tempe. Antusiasme ini menunjukkan potensi besar untuk mengembangkan usaha tempe jagung di Desa Wonoploso yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat setempat. Kekurangan yang terdapat pada tempe jagung yakni dapat bertahan selama 2 hari. Namun, jika tidak segera di goreng dan di konsumsi, tempe tersebut dapat membusuk. Tetapi jagung tempe ini bisa di kreasikan menjadi kripik jampe dan dapat menjadi oleh-oleh khas Desa Wonoploso. (Dhea Ayu Puspitasari)




